Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Perguruan tinggi

Maradona, Italia dan Rektor

Oleh Ahmad Rizali  Berdomisili di Depok Peristiwa gaduh terbitnya PP75 Tahun 2021 tentang Statuta UI yang akhirnya melegalkan jabatan rangkap rektor dengan komisaris BUMN, memberi saya banyak inspirasi dan pembenaran, mengapa saya sangat mengagumi sosok Maradona sebagai pemain dan Italia sebagai tim sepakbola.  Jika menonton Pele, membosankan sekali karena seakan malaikat yang bermain. Menonton rerata tim Eropa lain juga sama, sungguh bersih dalam permainan sepakbola dan peluit dan kartu hukuman wasit kebanyakan menganggur saking bersihnya. Berbeda jika Italia sedang bermain. Mereka faham bahwa kemenangan itu boleh dengan cara apapun selama risiko terukur. Lakukan apapun dan serahkan sepenuhnya kepada wasit dan hakim garis. Jika rektor itu dimisalkan pemain Itali, atau Maradona, maka sungguh naif jika tak faham "dont-do" sebagai rektor, seperti naifnya pemain piala dunia atau Maradona bahwa bola kena tangan itu sengaja atau tidak adalah pelanggaran. Namun, Maradona menyerahka...

Mau Buat Apa?

Oleh : Lukyana Arsa Mahasiswa S1 Ilmu Komunikasi, FISIP Unsyiah, Banda Aceh             “Saya mau jadi apa setelah lulus kuliah?”             “Bagaimana dengan nasib ijazah saya ya?”             “Bagaimana jika saya ditolak dan tidak ada lowongan kerja?”             “Apa saya bisa mendapatkan pekerjaan yang layak?”             Ya, sederet pertanyaan seperti di atas sering kali muncul di benak para fresh graduate yang mau mencari pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan. Seperti memiliki sebuah ketakutan yang berarti jika tidak segera mencari dan mendapatkan pekerjaan yang layak. Benar memang bahwa pekerjaan adalah kebutuhan primer yang harus dicari guna mendapatkan kehidupan yang lebih b...

Perguruan Tinggi se Aceh Gelar Kuliah Akbar Melawan Radikalisme

BANDA ACEH - 25/10/17. Para Pemimpin Perguruan Tinggi se Aceh akan menggelar Kuliah Akbar Kebangsaan melawan Radikalisme dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, di Lapangan Tugu Unsyiah, Darusussalam, Banda Aceh pada 28 Oktober mendatang. Ketua Panitia Pelaksana, Tarmizi, MSI menjelaskan kuliah akbar ini akan dilaksanakan di sejumlah 34 provinsi dan 350 kabupaten kota se Indonesia, dalam aksi kebangsaan perguruan tinggi melawan radikalisme.  "Aksi kebangsaan itu merupakan komitmen yang berlanjut setelah deklarasi melawan radikalisme di Nusa Dua, Bali, yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi)," kata Tarmizi. Para pemimpin perguruan tinggi se Aceh telah sepakat untuk melakukan kuliah akbar kebangsaan perguruan tinggi tersebut dalam upaya melawan radikalisme. Hal tersebut sebagaimana disepakati dalam pertemuan panitia pengarah dan pelaksana di Ruang VIP Accademic Activity Center (AAC) Prof. Dr. Dayan Dawood, pada 20 Oktober 2017 lalu.  ...