Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kuliner

Kuliner, Kopi dan Kebebasan

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok Seorang kawan sesama penghuni asrama mahasiswa, dia anak muda Yunani dan sedang belajar manajemen Hospitality berkata bahwa Kuliner itu adalah perkara Kreatifitas. Bleng.... !!    Kuliner Indonesia itu tak ada duanya se dunia. Dan, jelas karena pendahulu kita sungguh kreatif.  Pernahkah kita membayangkan bahwa isi biji kluwek yang berwarna hitam tidak jelas itu bisa menghasilkan varian Rawon dari Nguling sd Madiun, Garang Asem Pekalongan hingga Gabus Pucung Betawi ? Jengkol bisa memiliki Gulai Jariang Minang, Semur Jengkol Betawi hingga Jaring Lalak Banjarmasin ? Semua terjadi karena praksis Kuliner itulah pendidikan sejati. Ketika biji kopi terbaik masih dinikmati oleh mereka di dunia luar, saya heran mengapa kelezatan itu tak dinikmati oleh jelata. Padahal kami para penikmat perjalanan merasakan lezatnya kopi terbaik itu saat menunggu waktu menapaki punggung gunung Raung, Rinjani, Sindoro. Namun, ketika kebebasan dihadirkan oleh ka...

KULINER TRADISIONAL KHAS ACEH

Oleh : Revi Selvia   Aceh yang terkenal sebagai  Negeri Serambi Makkah, memang terkenal akan adat dan budayanya yang kaya dan unik. Hal ini juga tercermin dari kekayaan kuliner khas Aceh yang kelezatannya digemari di Nusantara. Berbagai makanan khas Aceh ini, bahkan bisa Toppers temui di luar Aceh karena popularitasnya. Makanan khas Aceh memang beragam. Aceh merupakan salah satu wilayah yang berada di ujung barat Indonesia dan beberapa tahun silam terkena bencana Tsunami yang menghabiskan seluruh wilayahnya. Akan tetapi bencana yang melanda tidak membuat penduduk menjadi putus asa, sehingga mereka tetap bangkit lagi dan memulai hidup baru. Aceh terkenal dengan sebutan Serambi Mekah, selain itu Aceh juga menyimpan beragam pesona alam yang siap memanjakan mata para pengunjung. Makanan Aceh, makanan yang terdapat di daerah yang pernah dilanda konflik dan Tsunami 26 Desember 2004 lalu. Dua peristiwa besar yang melanda Nanggroe Aceh Darusalam telah mencatat banyak sejarah. Manusi...

Edukasi Kopi: Tak Sekadar Menyeruput Kopi

Oleh Tabrani Yunis Usai membantu melayani pelanggan yang berbelanja di POTRET Gallery di jalan Prof Ali Hasyimi, Banda Aceh, muncul keinginan untuk menyeruput segelas kopi Arabicca Gayo. Biasanya selama ini suka dengan jenis kopi Atabcca Gayo, kopi yang selama ini terasa cocok dengan selera. Ya paling tidak   sejak mulai banyaknya warung kopi yang menyajikan kopi Arabicca di Banda Aceh sekitar hampir satu dekade.  Selama ini, Gerobak Arabicca coffee yang berada di samping Cut Nun coffee di kawasan Pango Raya adalah pilihan yang tepat untuk menyeruput kopi Arabicca Gayo. Namun, kali ini ada keinginan untuk mencoba sajian atau racikan kopi Arabicca Gayo di tempat berbeda. Siapa tahu bisa menemukan cita rasa yang pas di lidah seperti halnya di Gerobak Arabicca itu. Nah, kali ini, penulis ingin mencoba kopi hasil racikan seorang pemilik warung kopi yang baru saja dibuka warung di kawasan Lamteh, kecamatan Ule Kareng, Banda Aceh. Salah satu warung kopi yang berada di...

"Wisata Alam, Kuliner di Tanoh Syech Hamzah Fansyuri dan Syech Abdurrauf Al-Singkily"

Oleh : Baihaki, Berdomisi di Banda Aceh Di Wilayah Barat Selatan (Barsela) terkenal dengan destinasi panorama alamnya yang sangat indah mulai dari Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Aceh Singkil hingga Kepulauan Simeulue. Selain keindahan alamnya yang masih alami juga menyajikan kulinernya yang sangat enak dan terkenal di Provinsi Aceh dan Nusantara. Siapapun yang berkunjung ke Wilayah Barsela selain bisa mencicipi langsung kuliner yang disajikan juga bisa dijadikan oleh-oleh. Kali ini kami berkesempatan mengunjungi Kota Sadakata Subulussalam dan Tanoh Syech Abdurrauf Al Singkily di Aceh Singkil. Dua daerah ini menyajikan eksotis wisatanya yang  menakjubkan serta panganan dan kulinernya yang enak untuk dicicipi. Pada pagi Jum'at (02/10/2020) bersama Ketua MKKS SMA Provinsi Aceh Bapak Muhibbul Khibri. Lalu seorang guru SD berprestasi dari Kota Subulussalam Bapak Misbar, mengajak kami untuk melihat langsung air terjun yang b...

Lele Asap Khas Kluet Timur

Oleh Baihaki Berdomisili di Banda Aceh Memasuki bulan suci Ramadhan, Lele Asap ini atau dalam Bahasa Kluet "Itu Daing" banyak digemari oleh masyarakat di sana sebagai salah satu menu buka puasa dan jelang sahur. Ikan Lele ini masih alami yang hidup di rawa-rawa atau di suak. Warnanya agak kekuning-kuningan, berbeda sekali dengan Lele Jumbo yang dipelihara dalam kolam. Selain rasanya yang sangat enak, juga banyak mengandung protein. Ikan Lele ini terdapat di Gampong Tanah Munggu, Kecamatan Kluet Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Gampong Tanah Munggu salah satu desa yang berada dalam kawasan pedalaman di Kluet Timur, namun tidak terlalu jauh dari ibukota kecamatan. Akhir-akhir ini habitat Ikan Lele yang hidup di rawa-rawa dan suak Gampong Tanah Munggu, jumlahnya tidak begitu banyak sehingga harganya semakin mahal. Berkurangnya habitat Ikan Lele ini akibat dari penebangan pohon kayu yang berada di rawa-rawa yang dijadikan lahan perkebunan masyarakat. ...

Bisnis Pancake Durian yang Menggiurkan

foto : Madhuripancake.com Oleh Hamdani, SE,M.Si Berdomisili di Banda Aceh Rasanya manis, melumer di lidah dan tidak hanya itu, legitnya cemilan yang satu ini bikin ngiler dan ngangenin. Ya! Apalagi kalau bukan Pancake Durian. Pancake durian merupakan salah satu makanan olahan dari buah yang digemari masyarakat Indonesia karena rasa buah duriannya yang lezat. Makanan berbahan dasar buah durian terse but, didatangkan dari Medan. Buah durian Medan dipilih karena memiliki rasa yang enak, manis dan memiliki tekstur buah legit. Pancake durian ini pertama kali dipelopori oleh pedagang-pedagang kue rumahan di Kota Medan, dan lambat laun tersebar di kota-kota lain di Indonesia, seperti Jambi, Semarang, Jakarta, hingga ke Aceh. Di Aceh sendiri minat masyarakat terhadap Pancake durian tergolong tinggi. Permintaan dalam seminggu rata-rata bisa mencapai 50 kilogram daging durian. Terutama untuk pasar Banda Aceh. Cita rasa pancake durian tidak banyak beda dengan...

Ke Medan atau Tamiang? Ingat Ada PIZZA DAN BURGER L@ F@@Z@

Oleh Febri Mira Rizki Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, Piza  (atau  pizza ) adalah hidangan gurih dari  Italia  sejenis  roti  bundar dan pipih, yang dipanggang di  oven  dan biasanya dilumuri  saus tomat , serta  keju  dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih. Keju yang dipakai biasanya  mozzarella  atau " keju pizza ". Kata "pizza" diambil dari  bahasa Italia   pizza  ( Alfabet Fonetik Internasional  / International Phonetic Alphabet, IPA:  [ˈpiːtsə] ), biasanya berarti " pai , kue,  tart ". Banyak yang salah mengira bahwa pizza berasal dari kata Italia yang berarti  phai  (pie). Namun Pizza L@ F@@Z@ yang dimaksud adalah salah satu makanan  homemade  dibuat oleh Febri Mira Rizki (29 Th) dengan suaminya, Edy Susanto (29 Th) lebih kurang setahun yang lalu. Nama L@ F@@Z@ sendiri diambil dari nama panggilan anak kedua mereka. Awal pembuatan P...

Kiki’s Kitchen

Oleh Zahra Zulchayra Mahasiswi Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh Dari dulu hingga sekarang, kuliner selalu tak lekang oleh waktu. Begitu juga dengan usaha kuliner tak pernah hilang eksistensinya di kalangan masyarakat. Di Indonesia sendiri selalu kita jumpai usaha-usaha kuliner dan tentunya juga banyak yang berminat. Usaha kuliner tak pernah absen pada usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa sangat suka membeli makanan. Begitu juga dengan  yang menjual, di jaman sekarang ini yang membuka usaha kuliner tak pandang usia, mulai dari remaja hingga dewasa sangat suka membuka usaha ini. Di jaman sekarang ini sering kita lihat inovasi-inovasi kuliner, mulai dari kuliner tradisional, modern, western hingga kuliner kekinian sering kita jumpai. Semua itu tergantung selera konsumen. Membahas tentang usaha kuliner, penulis tertarik membahas kuliner yang tak kalah lezatnya dan memiliki banyak menu yang ditawarkan, yaitu KIKI’S KITCHEN. Usaha yang di...

Festival Mie Aceh Akan Digelar di Taman Bustanussalatin

Banda Aceh - Bagi anda pecinta kuliner Aceh khususnya mie Aceh, maka anda jangan sampai melewatkan Festival Mie Aceh yang direncanakan akan digelar oleh Pemerintah kota Banda Aceh melalui Dinas Pariwisata Banda Aceh tahun 2019.  “Festival yang akan diikuti oleh pelaku usaha mie ini telah kita masukkan dalam kalender kegiatan 2019, kita rencanakan bulan Maret 2019 festival ini digelar di Taman Bustanussalatin, namun bisa saja jadwal ini berubah di kemudian hari.” Ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh Iskandar, S.Sos, M.Si melalui sekretaris dinas, Said Fauzan, S.STP, MA Senin (17/2/2019). Dikatakannya, mie Aceh ini sudah sangat dikenal, baik di tingkat lokal maupun nasional, maka kita kemas sebuah festival mie Aceh agar menjadi media edukasi bagi pengunjung yang hadir.  “Bagaimana mie itu diolah dan disaji sehingga begitu terasa kenikmatan dan kelezatannya, kemudian juga menjadi ajang silaturrahmi bagi pelaku mie itu sendiri.” Sebut Said Fauzan seraya...

Sensasi Kuliner Betawi Asli Di Banda Aceh

Oleh Silfia Mahera Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Nasi uduk adalah salah satu nasi khas dari Betawi asli yang kemudian banyak diproduksi di beberapa kota, salah satunya yaitu Aceh. Mengapa? Karena sebelum adanya nasi uduk di Aceh, para konsumen hanya mengenal nasi ayam penyet. Kemudian seiring berkembangnya zaman, maka terkenalah nasi ayam penyet itu dengan sebutan baru yaitu nasi uduk. Sehingga banyak para pengusaha yang terinspirasi dalam membuka warung nasi uduk, salah satunya yaitu pengusaha nasi uduk Kelapa Gading. Nasi Uduk kelapa Gading dibuka pada tanggal 11 Agustus 2011. Awalnya dibuka karena owner Noera dan Herry terinspirasi dari menu khas Betawi dan mereka menginginkan ada tempat makan para pekerjanya itu bisa mengutang  dan semua karyawannya itu orang Jawa. Kemudian,  mereka membentuk nama kuliner khas Betawi itu dengan nama Nasi Uduk Kelapa Gading, diawali dengan resep dan menu yang diciptakan langsung ...