Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Media Cetak

Selangkah Perjalanan POTRET

Konsisten Dalam Perubahan   Tanggal 11 Januari 2013 yang lalu, majalah POTRET, genap berusia 10 tahun. Sementara  potret-online.com , baru satu tahun, setelah diluncurkan pada tanggal 11 Januari 2012 lalu. Usia 10 tahun, bila dianalogikan dengan usia manusia, maka usia itu adalah usia  kanak- kanak. Belum remaja, apalagi dewasa. Namun, dalam konteks media massa, apalagi media yang diterbitkan di daerah, maka usia 10 tahun POTRET tersebut adalah sebuah masa yang relatif lama.  Dalam rentang masa 10 tahun itu, majalah POTRET  berjibaku, berjuang hidup di tengah minimnya dukungan untuk bisa bernafas. Tak ubahnya seperti bernafas di dalam lumpur. Namun,  alhamdulilah , kendati berat, ternyata  hingga kini POTRET masih tetap terbit. Tentu ini menjadi catatan penting tersendiri bagi Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, sebagai lembaga yang membidani lahir dan terbitnya POTRET 10 tahun lalu.   Berawal dari mimpi untuk membang...

Menulis di Media dan Memetik Hasilnya

Oleh Tabrani Yunis Idealnya, seorang   sarjana, lulusan perguruan tinggi itu mampu atau bisa menulis, bahkan sangat mahir. Dikatakan demikian, karena ketika menyandang status sebagai mahasiswa, sering mendapat tugas menulis dari dosen, seperti menulis makalah atau tugas karya ilmiah. Bahkan sebagain tugas akhir untukm bisa meraih gelar sarjan, seorang calon sarjana harus mampu menulis skripsi. Jadi, seorang calon sarjana akan bisa menjadi sarjana, kalau sudah berhasil menulis skripsi dan mempertanggungjawabkan skripsinya lewat sidang sarjana. Bila lulus, baru sah menjadi sarjana apabila ia mampu dan lulus ujian akhir itu. Hebat bukan? Tentu saja hebat dan bahkan membanggakan, karena lulusn menjadi sarjana. Namun, sayangnya banyak sarjana yang lulus dan meraih gelar sarjana, kemudian menyatakan bahwa mereka tidak bisa menulis. Bila tidak percaya, cobalah ajak mereka yang sudah sarjana tersebut menulis, mengisi ruangb opini di media massa, maka sering sekali kita mendapatka...

Media Cetak,Bernafas Dalam Lumpur atau Mati?

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini semakin pesat dan mendorong semakin cepatnya perubahan dalam berbagai sector kehidupan.  Perubahan dalam berbagai hal semakin tak terbendung dan tak dapat dihindari. Banyak produk teknologi informasi dan komunikasi yang dulu canggih dan terkesan mewah, kini tinggal kenangan. Satu contoh saja adalah pesawat telpon yang dahulu hanya menjadi milik orang-orang (kalangan) tertentu, kini sudah tidak dipakai lagi. Penggantinya lebih canggih, yakni berbagai macam jenis telepon selualar yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, asal ada layanan internet. Semua informasi ada di tangan, semua ruang bisa dijangkau dalam waktu yang sangat cepat. Ruang semakin sempit dalam genggaman globalisasi. Karena, dengan satu klick, semua informasi ada di genggaman kita. Tak dapat dipungkiri bahwa  penyampaian dan penyebaran informasi bisa berjalan dalam hitungan detik dengan cara yang paling mudah dan semakin murah. ...