Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kemiskinan

Mustaqim dan Sekolah Pemimpinnya

  Oleh Satria Dharma Berdomisili di Surabaya Namanya Mustaqim. Ia kepala Baitul Maal Hidayatullah Balikpapan. ( http://www.bmh.or.id/ ). Pagi itu HP-nya berdering. Ia meliriknya dan ia melihat nomor yang tidak ia kenal. Ia tidak segera mengangkatnya. “Mungkin salah nomor.” Pikirnya. HP-nya berdering untuk kedua kalinya. Ia masih belum tergerak untuk mengangkatnya. Tapi ketika HP-nya berdering untuk ketiga kalinya, ia baru sadar bahwa tak mungkin itu salah sambung. Tentunya ini masalah serius kalau ada yang menelponnya sampai tiga kali. Begitu ia angkat HPnya dan mengucapkan salam, di ujung sambungan langsung menyambutnya dengan tangisan. Mustaqim terkejut dan terheran-heran. “Ada apa ini…?!Kok nangis di telpon?” tanyanya dalam hati. Tapi ia membiarkan si penelpon menangis sampai berhenti. Mungkin perasaan sedihnya telah ia pendam selama berhari-hari dan begitu bertemu dengan saluran langsung jebol!. Ketika tangisnya telah selesai ia langsung bertanya,” Ada apa Pak? Apa yang bi...

ACEH DAN POLARISASI KEMISKINAN IDENTITAS, DAERAH SERAMBI MISKIN

         Oleh Syamsuarni Setia Aceh kembali dihebohkan propinsi termiskin di Sumatera oleh BPS (Badan Pusat Statistik). Masih segar dalam ingatan setelah setahun yang lalu juga didaulat sebagai propinsi termiskin dengan pemasangan spanduk bertuliskan "Selamat Datang di Propinsi Termiskin se Sumatera" yang dipasang di sekitar Banda Aceh. Disambut heboh oleh media sosial yang tak kalah hebohnya dan viralnya gambar spanduk tersebut. Ada juga spanduk yang memuat tulisan: "Selamat dan Sukses atas Prestasi Sebagai Provinsi Termiskin”.  Ada timbul dua praduga pada yang memancang spanduk tersebut sebagai upaya menyindir pemerintah Aceh atau menyindir pemerintah pusat. Terlepas dari benar dan tidaknya praduga tersebut, saya berpikir beda bahwa ini kerjaan sebagian anak-anak muda Aceh yang punya daya antisipasi, sehingga meragukan data BPS: "Apakah benar Aceh termiskin?". Data apa yg dipakai untuk meng-ultimatum Aceh termiskin. Sekarang heboh lagi Aceh dikatakan term...

Kebermanfaatan Wakaf Tanpa Batas sebagai Instrumen Menghapuskan Kemiskinan

Banda Aceh - Belakangan angka kemiskinan meningkat. Secara nasional, Badan Pusat Statistik merilis angka kemiskinan di Indonesia naik hampir satu persen pada September 2020 jika dibandingkan dengan September 2019, yaitu mencapai 2,76 juta orang atau 10,19 persen. Demikian juga dengan kemiskinan pada tataran global. Di Asia Pasifik contohnya, Bank Dunia menyebut ada 32 juta orang miskin di kawasan Asia Timur-Pasifik yang gagal keluar dari jurang kemiskinan pada tahun 2020 lalu. Sebab tertekan krisis ekonomi yang muncul sebagai dampak pandemi virus corona atau covid-19. Ketua Dewan Pembina Global Wakaf-ACT Ahyudin menjelaskan, perlu instrumen khusus dalam menyelesaikan kemiskinan ini. “Kami berkeyakinan bahwa bencana kemiskinan lebih dahsyat dari bencana alam, lebih dari sekadar bencana kemanusiaan. Butuh instrumen dan solusi yang bukan sekadar sedekah atau infak biasa. Lagi-lagi, Allah SWT memberitahu kepada kita bahwa instrumen langit, instrumen rabbaniyah, untuk bisa mengatasi bencana...

Covid-19 Picu Ancaman Kemiskinan dan Krisis Pangan, ACT Aceh Hadirkan Layanan Zakat Careline

Banda Aceh – Potretonline-12/05/20. Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh meluncurkan program layanan zakat careline demi mencegah ancaman kemiskinan terhadap 55 juta penduduk Indonesia dan krisis pangan akibat covid-19. Peluncuran program dilaksanakan serentak di seluruh cabang ACT, Banda Aceh, Selasa (12/5). Head of Marketing ACT Aceh Lisdayanti menuturkan, pandemi covid-19 telah melemahkan hampir seluruh sendi perekonomian Indonesia, menyebabkan jutaan orang terancam kehilangan sumber pendapatannya.          “ Krisis pangan semakin menghantui kehidupan saudara sebangsa. Indonesia sangat tergantung dengan impor bahan pangan. Pandemi covid-19 dapat menyebabkan kelangkaan bahan pangan karena lockdown yang diberlakukan negara lain dan kebijakan PSBB di Indonesia,” terangnya. Ia menjelaskan, program l ayanan zakat careline hadir untuk memberikan kemudahan bagi para muzakki membayar zakat, infak dan lainnya secara online selama masa pandemi covid-...

BELAJAR BAHASA INGGRIS GRATIS BAGI ANAK MISKIN

Belajar bahasa Inggris gratis di lapangan terbuka Sigli | Pendidikan merupakan modal terpenting dalam kehidupan. Karena itu, setiap manusia berhak dan perlu mendapat pendidikan, terutama sejak dini. Sebagian dari mereka yang beruntung, memang bisa mengenyam pendidikan di sekolah-sekolah yang bonafide. Tak cukup di sana, mereka juga dapat mengambil kelas tambahan, tentunya dengan biaya ekstra pula. Inilah yang sering tak mampu dilakukan banyak orang tua lainnya. Di Pidie, misalnya, banyak anak yang hanya mengandalkan ilmu yang didapat di sekolah. Kondisi ini, disadari benar oleh Lukman. Di bawah Komunitas Lhok Kaju English Center (LEC), Lukman menggagas gerakan sosial: mengajar anak-anak yatim & miskin untuk belajar bahasa inggris & ilmu Agama. Itu dilakukannya secara cuma-cuma alias gratis. Lukman menggelar kelas alam itu di Halaman rumahnya. Atau di areal lapang dengan modal terpal plastik, di tambah sebuah papan tulis. Meski serba kekurangan, tap...

Pemkab Pidie Jalankan Upaya Percepatan Pencapaian SDG's

PIDIE- Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud, ST menyampaikan komitmen pemerintah Pidie dalam menjalankan berbagai upaya untuk percepatan pencapaian target Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goal (SDGs). “Pemerintah Pidie berkomitmen menjalankan berbagai upaya strategis untuk percepatan pencapaian TPB/SDGs di Pidie. Kami berharap semua pihak dapat memperkuat kerja sama dan menjalankan berbagai upaya dengan seoptimal mungkin, sebab 17 tujuan yang termuat dalam TPB/SDGs tersebut merepresententasikan harapan seluruh elemen masyarakat. Semua orang ingin hidup dengan baik, terpenuhi kebutuhan dasarnya, bebas dari kemiskinan dan kelaparan, mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas, bisa memanfaatkan air bersih, berkurangnya kesenjangan serta dapat menikmati hidup dengan iklim sosial dan ekonomi yang nyaman dan berkeadilan”. Komitmen ini disampaikan di hadapan peserta pada saat membuka acara konsultasi publik SDGs pemangku kepen...

Ironi Kemiskinan Literasi Perempuan

Oleh Tabrani Yunis   Di negeri kita Indonesia ini, banyak sekali kondisi kehidupan masyarakat kita yang terasa masih sangat miris. Berbagai cerita pilu masih menyelimuti bangsa ini. Padahal, dilihat dari perjalanan usia negeri ini , bangsa Indonesia sudah menikmati kemerdekaan mendekati angka 100 tahun atau satu abad. Ya, sudah 72 tahun. Ibarat umur manusia, sudah lansia, namun banyak sekali cerita kehidupan bangsa yang tidak sejahtera. Misalnya saja masalah kemiskinan yang masih tinggi, membelenggu bangsa ini. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2017, dibanding September 2016. Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2017 sebanyak 27,77 juta orang. Sementara, per September 2016 sejumlah 27,67 juta orang. Menurut Kepala BPS Suhariyanto, jumlah peningkatan penduduk miskin itu sebanyak 0,01 juta orang. Hal ini disampaikan Suhariyanto saat membahas mengenai profil kemiskinan ...