Oleh Satria Dharma Berdomisili di Surabaya Namanya Mustaqim. Ia kepala Baitul Maal Hidayatullah Balikpapan. ( http://www.bmh.or.id/ ). Pagi itu HP-nya berdering. Ia meliriknya dan ia melihat nomor yang tidak ia kenal. Ia tidak segera mengangkatnya. “Mungkin salah nomor.” Pikirnya. HP-nya berdering untuk kedua kalinya. Ia masih belum tergerak untuk mengangkatnya. Tapi ketika HP-nya berdering untuk ketiga kalinya, ia baru sadar bahwa tak mungkin itu salah sambung. Tentunya ini masalah serius kalau ada yang menelponnya sampai tiga kali. Begitu ia angkat HPnya dan mengucapkan salam, di ujung sambungan langsung menyambutnya dengan tangisan. Mustaqim terkejut dan terheran-heran. “Ada apa ini…?!Kok nangis di telpon?” tanyanya dalam hati. Tapi ia membiarkan si penelpon menangis sampai berhenti. Mungkin perasaan sedihnya telah ia pendam selama berhari-hari dan begitu bertemu dengan saluran langsung jebol!. Ketika tangisnya telah selesai ia langsung bertanya,” Ada apa Pak? Apa yang bi...
Majalah Perempuan Kritis dan Cerdas