Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Potret Remaja

SANG PAHLAWAN

Oleh : Reviona Reyhan Syavira Pelajar Kelas: IX-1 SMP Negeri 1 Darul Imarah, Aceh Besar   Tumpah segala amarahmu Terpampang wajah garangmu Tiada yang engkau takuti Tegap kekar kakimu menampak bumi   Walau hanya sebilah bambu Yang ada di lenganmu Tanpa pelindung di tubuhmu Namun tiada besi yang tak kau patahkan   Tiada batu yang tak kau remukan Terbakar semua geloramu Raungmu getarkan jagat Tak perduli sobek-sobekkan di ragamu   Tapi semangat mu mangkin menggairah Bagai auman macan lapar Kau lihatkan taring tajammu Semua takhluk di hadapanmu Banyaknya bangkar terbakar   Meski hanya pahatan namamu yang abadi terukir Tapi semangatmu menjalar bak bara Di sekujur ragamu Kini kuambil bambumu ku ikat merah putihmu   Kan kutanam ke dasar bumi Dan berteriaklah bersamaku Wahai pejuangku Raungkan lagi sumpahmu Ini Indonesia kami tanah moyang kami

Guru

  Oleh: Siti Nur Izzati Pelajar Kelas: IX-1 SMP Negeri 1 Darul Imarah, Aceh Besar   Wahai guruku Kaulah yang mendidikku Kaulah yang membekaliku ilmu Dengan tulus dan sabar Betapa besar jasamu   Senyummu memberikan semangat Untuk masa depan kami nantinya Kau yang membantuku Untuk menggapai cita-citaku   Setitik peluhmu Menandakan sebuah perjuangan Yang sangat besar untuk murid-muridnya   Terima kasih guru Perjuanganmu sangat berarti bagiku Tanpamu aku tak akan tau tentang dunia ini Akan selalu kupanjakan doa untukmu   Terima kasih guru……

PANDEMI

Oleh: Attaya Nada Pelajar Kelas:IX-1 SMP Negeri 1 Darul Imarah, Aceh Besar   Kesekolah setiap pagi hari Bertemu teman riang sekali Belajar dan bersenda gurau setiap hari Bertemu guru yang menyenangkan hati   Akan tetapi, datang pandemi Sekolah pun menjadi sepi Senda gurau bersama teman tiada lagi   Corona, lekaslah engkau pergi Sudah banyak kematian di negri ini Mengiris-iris hati ibu pertiwi   Ya tuhan Semoga virus ini cepat berlalu Agar kami bisa menuntut ilmu Berjumpa dengan teman dan para guru

Asal Mula Mukim Cot Saluran

Oleh: Amira Uzlifatul Jannah Siswi Kelas VIII SMP Fajar Hidayah   Pada zaman dahulu, di sebuah desa kecil di pinggiran kota kerajaan, hiduplah beberapa Puak keluarga dengan damai. Semuanya aman tenteram tanpa ada yang mengganggu. Sehari-hari, penduduk desa menggarap sawah atau menggembala ternak. Hari itu, penduduk desa berembuk untuk memperbaiki balai desa. Disepakatilah untuk diadakan gotong royong. Semua orang berbondong-bondong datang dengan alat-alat di tangan. Ada yang membawa cangkul, linggis, parang dan ibu-ibu membawa minuman serta cemilan. Suasana saat itu riuh rendah. Beberapa orang bekerja sambil berdendang. Beberapa lainnya saling bergurau. Ketika hari menjelang siang, seorang lelaki tua yang tinggal di kebun dekat persawahan sibuk mencangkuli bebatuan di tempat yang akan digunakan untuk peletakan batu pondasi. Ketika ia berusaha mencungkil batu yang tancapannya paling dalam, sedikit air terciprat ke wajahnya. “Hah, apa ini?” gumamnya. Lelaki yang kerap disapa Yah Bit ...

Hanya Asa

Oleh Azhari Jannah Pelajar MTsN 1 Aceh Tamiang Setiap tetesan air hujan mengandung kerinduan Lantas, terik mentari yang kan tenggelam membawa langkah berpijak diiringi tangisan. Malam berlalu ditemani waktu embun pagi muasal kehidupan.   Sepi sudah, Bahagiaku dulu sebelum kau datang Perjalanan berujung senyuman Sebuah cerita yang tak ingin kulupakan; Salam tangan berbalut rindu Ingin selalu di sini dan tak ingin pergi.   Luas kisahku, banyak bintang yang kutunjuk Meski secercah harapan yang cerah dan sekarang kunikmati dengan kesedihan Tiada lagi tulisan yang menari di atas kertas hanya membisu di dalam buku.   Corona, Bentukmu kecil tak kasat mata Garang menerjang makan korban jadi wabah Pandemi ini semakin liar saja   Yang Maha berkehendak lintas benua Virus serta maut merajalela Do’a nan ikhtiar dibungkus usaha dan upaya Kini, kupasrah kepada Tuhan!   Tualang Cut, 08 November 2021

Perjuangan Yang Tak Terlupakan .

Oleh Alya Almira As Shifa   Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 Pada saat itulah indonesia sangat berbahagia dengan banyak rintangan yang telah dihadapi para pejuang tetap semangat untuk memperoleh kemerdekaan...   Sungguh pada hari itulah  kita terbebas dari penjajahan yang begitu panjang  dengan demikian kita harus menghargai para pahlawan sebagai anak bangsa kita patut berterima kasih  kepada para pahlawan berkat merekalah kita terbebas dari kekejaman para penjajah aku salut pada mereka  aku berharap agar bangsa indonesia selalu sejahtera  aku berdoa  semoga bangsa indonesia cepat pulih dari covid-19 *Penulis merupakan peserta kelas menulis Sigupai Mambaco dan duduk di kelas VIII MTsN 1 Aceh Barat Daya

KALA REMAJA BERMAIN GAME

    Oleh:Aksa Zabarnusy Azhar Siswa Kelas III SMP Darul Quran Aceh (DQA), Aceh Besar   Apa yang anda pikirkan saat anda pertama kali mendengar kata bermain game? Pasti anda langsung menafsirkan bahwa bermain game itu adalah sesuatu yang melalaikan. Akan tetapi bagi sebagian orang bermain game ini justru menjadi sumber pencarian nafkahnya. Contohnya para gamer profesional yang sering terpampang di youtube. Dari pandangan mereka pasti berkebalikan dengan pendapat anda tadi. Jadi sebenarnya bermain game itu adalah sesuatu yang baik atau justru menjadi suatu perbuatan yang melalaikan? Jawabannya adalah “tergantung” Mengapa tergantung? Karena dalam bermain game itu ada yang namanya batas bermain. Kalau sudah melewati batas, maka itu menjadikan kita lalai dan lupa waktu yang tentu membuat kita berpikir bahwa bermain game itu tidak bagus. Namun, kalau dimainkan dalam batas waktu tertentu, itu dapat menjadi sarana untuk menghibur diri dari stres setelah bekerja atau sekadar menye...

MENGHAFAL AL-QURAN

                              Oleh:Aksa Zabarnusy Azhar Siswa Kelas III SMP Darul Quran Aceh (DQA) Aceh Besar   Awalnya  saya sangat tidak bisa untuk menghafal al quran. Mendengar kata menghafal saja saya dulu sudah merasa sakit perut, tidak tahu mengapa. Akan tetapi setelah saya masuk ke ponpes (pondok pesantren) yang berbasis al quran, pelan pelan saya sudah mulai bisa menghafal dan lama- lama menghafal itu menjadi bagian dari aktifitas saya. Setiap sore saat saya sedang tidak melakukan apa - apa alias gabut, saya langsung tergerak untuk menghafal al quran.  Mungkin itu efek dari enaknya menghafal setelah melakukannya sekali,pasti kita ingin mencoba untuk menghafal lagi dan lagi. Saat kita menghafal itu, kita seperti sedang berada dalam dunia sendiri yang di dalam dunia itu kita merasa tenang, damai, sentosa. Yang mana pada saat itu kita merasa seperti Allah sedang mengawasi kita secara langsung...

PERAN ORANG TUA DAN GURU BK DALAM MEMBENTUK GENERASI BANGSA

Oleh : Oleh Riza Azwar Mahasiswa Jurusan Bimbingan dan  Konseling Fakultas Tarbiah dan Keguruan, UIN Ar- Raniry, Banda Aceh Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Begitulah yang sering kita dengar di tengah masyarakat kita. Sedangkan Instansi bidang pendidikan merupakan sebuah proses kedua setelah orang tua, bagi generasi bangsa untuk membawa perubahan bagi Bangsa dan Negara. Sebagaimana yang kita ketahui dan kita lihat bersama bahwa para pemuda pemudi bangsa kita saat ini sedang mengalami krisis moral, kenapa itu terjadi ? Hal ini terjadi disebabkan oleh beberapa factor penyebab yang membuat anak muda jadi krisis moral : Pertama pengawasan/didikan orang tua terhadap anaknya kurang. Sebenarnya orang tua itu adalah madrasah pertama bagi anak,kenapa dikatakan demikian ? Bukankah madrasah pertama bagi anak itu sekolah ? Jawabannya tentu bukan. Lingkungan yang pertama dikenal oleh anak adalah keluarga.Kedua yaitu lingkungan tempat ia tinggal. Pe...

Peluang Masih Besar, Siapkan Diri Dengan Matang

Oleh Ratna Mahasiswi Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah, UIN Ar- Raniry, Darussalam, Banda Aceh Orang yang awam masih menganggap bahwa bimbingan dan konseling itu, identik dengan polisi sekolah. Ada pula yang melihatnya sebagai pihak atau guru yang hanya mengurusi anak yang nakal saja. Anggapan ini yang kemudian muncul di benak para orang tua, terutama orang tua yang tidak mempunyai latar belakang pendidik (Guru) bahwa profesi Bimbingan dan Konseling profesi yang tidak mempunyai masa depan. Ini jelas keliru.  Bagi masyarakat yang mengerti akan eksistensi BK tersebut, maka anggapan semacam itu tidak pernah muncul. Bagi orang tua yang mengerti akan berkata bahwa  Bimbingan dan Konseling adalah sahabat siswa, pembela dan pendukung siswa.  Menurut Prof. Dr. Prayitno, M.Sc.Ed, Guru besar Bimbingan dan Konseling dari Universitas Padang, bahwa Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan yang diberikan oleh tenaga ahli ...

Siapkah Indonesia Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0?

dok. Pribadi Oleh Fara Fajrina  Mahasiswi Jurusan Tata Busana, FKIP, Universitas Syiah Kuala ( Unsyiah) Banda Aceh Bagi sebagian orang, era revolusi Industri 4.0 tentu sudah tidak asing lagi, namun tidak menutup kemungkinan bahwa masih banyak pula orang yang masih belum paham, bahkan mendengar istilah tersebut pun jarang. Mak,  bila kita telusuri lebih jauh, sebenarnya Revolusi Industri tersebut muncul awalnya dipicu oleh terjadinya revolusi Industri di seluruh dunia. Revolusi yang kini  kita hadapi bahkan sudah menjadi era revolusi industri ke empat. Pertanyaannya, mengapa pula dikatakan sebuah revolusi?  Tentu ada latar belakangnya. Paling kurang, kita tahu bahwa hal ini dikarenakan perubahan yang terjadi memberikan efek besar terhadap tata cara kehidupan, bahkan ekosistem dunia.  Menurut catatan sejarah, revolusi industri pertama berlangsung pada periode 1750-1850, yang ditandai dengan penemuan mesin pembuat kapas menjadi benang...
Oleh Izzatul Jannah Mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah,  Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-raniry, Darussalam, Banda Aceh Reading day, dua kata yang membuat penulis teringat pada masa bersekolah di SMA Sukma Bangsa, Pidie, Aceh. Dua kata tersebut, sudah melekat dalam ingatan dan pikiran para siswa dan para guru di SMA Sukma Bangsa, Pidie, Aceh tersebut. Melekat di ingatan atau memory setiap siswa, karena reading day merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh sekolah ini untuk meningkatkan minat membaca para siswa. Tentu  saja kegiatan membaca itu, bukan hanya untuk membangun dan meningkatkan minat membaca, tetapi sekali gus membudayakan kegiatan membaca di kalangan para siswa di sekolah itu, sehingga membaca bukan hanya di kala suka, tetapi juga menjadi kebutuhan setiap orang, kapan saja dan dalam keadaan apa pun. Buktinya, apa yang dilakukan dalam kegiatan  “Reading Day” itu, adalah suatu kegiatan membaca apa saja, baik itu b...