Langsung ke konten utama

DIGITAL MARKETING, KEBIASAAN MILENIAL GAMPONG LENGKONG



Oleh : Rosmala Dewi

Mahasiswa Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Fakultas Syariah,  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Aceh


Di era digital ini, kehidupan kita semakin dipermudah dengan adanya kemajuan teknologi informasi. Seiring dengan perubahan zaman yang bergerak ke arah yang semakin canggih, semakin banyak pula inovasi yang terjadi, yang tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia.

Manusia terus bergerak dalam perkembangan digitalisasi. Saat ini teknologi komunikasi sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam menjalani aktivitas manusia seperti penggunaan komputer, smartphone, televisi dan teknologi lainnya. Hal ini sudah menjadi hal yang biasa kita temui dalam kalangan masyarakat.

Seiring dengan berjalannya waktu, tentu saja akan adanya pergeseran generasi. Perkembangan teknologi informasi ini berdampak pada sebuah generasi, yang pada saat ini sering disebut dengan generasi milenial. Generasi milenial dapat dikatakan sebagai generasi yang lahir pada zaman teknologi yang sudah maju atau generasi yang lahir pada zaman komputer.

Salah satu teknologi informasi dan komunikasi yang menjadi barang wajib di zaman generasi milenial ini adalah smartphone. Yang hampir semua kalangan merasa harus memiliki smartphone yang terhubung dengan internet dan menggunakan aplikasi media sosial. Smartphone menjadi alat yang komunikasi yang sangat penting, karena mudah digunakan dan dapat dibawa kemana-mana.

Generasi milenial merupakan generasi pengguna aktif media sosial. Mereka memiliki berbagai akun media sosial yang popular seperti facebook, instagram, twitter dan sebagainya. Dengan berbagai media tersebut mereka memiliki kesempatan untuk menjadi sukses di dunia maya dengan menjadi entrepreneurship. 

Dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih ini, generasi milenial dapat menyikapi setiap peluang, sehingga dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meminimalisasi angka pengangguran. Kemajuan teknologi informasi ini merupakan sebuah peluang yang luar biasa bagi generasi milenial. 

Banyak sekali keuntungan yang di dapatkan oleh generasi milenial yang menjalankan bisnisnya dengan berbasis online. Mereka dapat menjalankan usaha tanpa harus membangun atau menyewa toko. Mereka bebas menuangkan ide, bakat dan kreativitasnya untuk berkarya dengan hanya bermodalkan smartphone dan modal paket data atau langganan internet. 

Seperti yang dilakukan oleh beberapa milenial yang ada di Gampong Lengkong Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa. Mereka memanfaatkan media sosial yang mereka miliki seperti facebook, instagram, twitter dan termasuk aplikasi chatting whatsapp sebagai sarana bisnis. 

Mereka mempromosikan barangnya dengan menggunakan sistem Pre Order (PO) yang mana barang yang diinginkan tidak bisa didapatkan atau tidak tersedia secara langsung oleh penjual. Sistem PO ini biasanya memerlukan batasan waktu sekitar 1-2 minggu atau bahkan lebih. 

Begitu pula dengan sistem pembayarannya, biasanya pembayaran dilakukan di awal atau hanya berupa DP sesuai dengan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Karena dengan demikian, si penjual akan mendapat perolehan modal dari DP tersebut. 

Kemudian keuntungan yang di dapat dari hasil penjualan tersebut diputar kembali menjadi modal pribadi yang lama kelamaan dapat menyetok barang sedikit demi sedikit. Namun hanya barang-barang tertentu saja. Misal jika dilihat dari segi harganya yang mahal tidak semua orang mau membelinya. Ataupun barang tersebut jarang dibutuhkan oleh konsumen. Maka mereka hanya menyetok barang bagi yang pesan saja. 

Motivasi dari beberapa milenial Gampong Lengkong dalam menjalannya bisnis onlinenya ini diawali dengan coba-coba ingin menambah uang jajan dan karena butuh tambahan uang untuk kuliah. Dan dari coba-coba tersebut lama kelamaan menjadi hobi yang ingin diteruskan. Karena pada masa kuliah mereka kesusahan uang untuk kuliah. Tidak ada uang untuk membuat makalah setiap hari, belum lagi buat jurnal, membeli buku dan sebagainya. Uang yang dikasih dari orang tua tidak cukup untuk semua tugas kampus. Karna banyak adik-adik nya yang masih sekolah juga. Jadi mereka tidak ingin memberatkan beban orang tua. Kalau cari kerja juga susah karna harus seharian kerja di toko. Jadi coba-coba untuk jualan di online, agar tidak mengganggu waktu kuliah. Dari situ lah dapat menghasilkan uang tambahan dan alhamdulillah sampai sekarang sudah banyak orang yang tahu dan menjadi penghasilan yang tak disangka oleh mereka.

Tak hanya itu, keuntungan lainnya, mereka juga dapat menjalankan usahanya kapan saja dan dimana saja tanpa harus ada jadwal tertentu untuk menjalankan usahanya. Mereka dapat melakukannya di rumah maupun di luar rumah. Sebab teknologi informasi mempermudah segala urusan dan pekerjaan, termasuk menciptakan banyak profesi baru yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Kemampuan memanfaatkan teknologi informasi oleh milenial ini dapat menjadi sumber keberhasilan dan kesuksesan dalam peningkatan perekonomian. Sekaligus dapat menjadi bukti keberhasilan anak bangsa dalam memajukan indonesia.

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...