Langsung ke konten utama

Asa Menjadi Guru

                   
Foto ketika di SD Bivak

Oleh Iskandar Is
Kepala SD Negeri 2 Krueng Simpo, Juli, Bireun, Aceh.


(Catatan Seorang Guru)
Bagian Kedua

Saat itu juga tergugahlah hati untuk kelak aku menjadi seorang guru, tak pernah merasa bosan menjalani kehidupan masa sekolah. Setiap hari belajar dan terus belajar dengan penuh semangat.
Alhamdulillah di sekolah dasar, aku selalu mendapat peringkat tiga besar. Itu berkat aku selalu rajin belajar.


Masa Sekolah Menengah Pertama

Mulai tahun 1986, kami berdua dengan adik datang masa berpisah sekolah. Adikku tetap menghabiskan sekolah dasar, sedangkan aku sudah tiba untuk melanjutkan ke sekolah menengah pertama. Sekarang aku sudah duduk di bangku SMP Negeri Juli. Disini pun aku semakin giat lagi untuk belajar, juga aku tidak lepas dari peringkat tiga besar.

Tidak lama kemudian di SMP pun belajar sangat menyenangkan. Disini pun semua gurunya tidak kalah menarik. Mulai dari kelas 1 naik ke kelas II, terus naik kelas III, sehingga pikiran dan hasrat hati terus bertambah kuat untuk aku menjadi seorang guru yang professional. Begitulah setiap hari berganti hari.

Melanjutkan ke Jenjang yang lebih tinggi

Pada tahun 1986, selesailah sudah studiku di tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama). Mulailah aku melanjutkan ke sekolah jenjang yang lebih tinggi, yaitu pilihan hatiku bersama orang tuaku. Itulah idolaku, kegemaranku, kesukaanku sekolah pendidikan Guru. Tiga tahun kujalani pendidikan di tingkat menengah, juga nilai yang kudapatkan tidak pernah rendah. Selalu hasil tetap memuaskan. Aku dapat sepuluh besar. Di SPG aku mendapat jurusan IPA matematika.

Keinginan hati pun semakin menggejolak untuk menjadi seorang guru. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun pikiranku terus kujalani. Pahit getirnya usaha seorang keluarga dari petani untuk menjalani sekolah pendidikan Guru juga jangan ditanya bagaimana hasilnya atau berapa setiap panen yang didapatkan. Begitulah keluh kesah selalu yang didapatkan oleh orang tuaku. Kami berdua dengan adik, memelihara ayam untuk dapat membantu keperluan sekolah kami, ketika orang tua kurang hasil panennya.

Lulus Studi


Tepat sekali, tahun 1989 luluslah sudah stud ku di pendidikan Guru.
Dengan izin Allah pada waktu itu juga jodohpun bersua di dalam kehidupanku. Singkat cerita pada tahun 1990 aku terus berumah tangga, Alhamdulillah dalam waktu 10 tahun kujalani pernikahanku dengan keindahan juga keharmonisan dengan beribu rintangan dalam rumah tangga kami . Dengan penuh syukur serta ridha Allah kami dikaruniai anak, dua laki-laki juga dua perempuan. Itulah titipan Allah dengan rasa syukur juga bercampur bahagia dan tidak lepas dengan rasa tanggung jawab mendidik mereka kuberi ia ilmu pengetahuan yang mendalam sehingga anak-anak tersebut sedikit demi sedikit tumbuh besar dengan perlahannya waktu mereka pun harus berhasil demi menggapai semua yang mereka impikan serta apa yang mereka cita-citakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...