Langsung ke konten utama

Postingan

Gampong Merduati Lakukan Pelatihan Pembinaan Lembaga Kemasyarakat Adat Perkawinan

Banda Aceh - potretonline.com, 25/02/21 Gampong (Desa) Meurduati menyelenggarakan Pelatihan Pembinaan Lembaga Kemasyarakatan Adat Perkawinan Aceh pada Senin (22/03/2021) di Kantor Keuchik Merduati Kecamatan Kuta Raja. Pelatihan tersebut diisi oleh Majelis Adat Aceh (MAA) Kota Banda Aceh melalui Bidang Pembinaan Benda Pusaka/Khazanah Adat. Keuchik Gampong Merduati, Muchtar mengatakan pelatihan tersebut diikuti oleh 16 peserta terdiri dari tokoh-tokoh gampong tersebut. "Ini pesertanya kita pilih tokoh masyarakat yang sudah kita jadikan satu tim, mulai dari unsur tuha peut, unsur PKK, unsur ule jurong, dan imum gampong, yang hadir ini memang tokoh-tokoh tertentu agar masalah adat ini disebarkan lewat kegiatan kemasyarakatan ainnya," kata Muchtar. Muchtar mengatakan, pelatihan pembinaan lembaga kemasyarakatan adat perkawinan tersebut merupakan kegiatan yang harus diprioritaskan karena menyangkut kegiatan kerja hidup dan mati. "Di Merduati adatnya macam-macam, nanti mas...

Berkah Menang TTS, Bayar Uang Kuliah

Oleh Tabrani Yunis Anda pasti tahu TTS bukan? Ya, paling kurang anda pernah melihatnya di media cetak seperti surat kabar, majalah, tabloid dan bahkan di media elektronik dan lainnya.Bisa jadi, atau mungkin anda adalah salah satu penggemar berat TTS dan sudah sangat lihai mengisinya. Ya, TTS yang merupakan singkatan dari Teka Teki Silang itu adalah sejenis permainan olah raga otak atau juga disebut dengan permainan untuk mengasah otak yang sudah sejak dari dahulu dimainkan atau dilakukan oleh banyak orang di dunia, termasuk di Indonesia. Bagi penulis sendiri, sebagai orang Indonesia mengenal TTS itu ketika ketika masih duduk di bangku SMP di Manggeng ( dulu Aceh Selatan), Aceh Barat Daya pada tahun 1976. Masih segar dalam ingatan bahwa kala itu sering membaca majalah Intisari di rumah tetangga yang juga saudara. Majalah Intisari sudah menyediakan halaman khusus TTS. Maka pada waktu itu, pertama kali belajar mengisinya, namun tidak mampu menjawab semua soal atau pertanyaan, karena tergo...

Reporter JIJI Press Perwakilan Jepang: Implementasi Program Bank Sampah WCP Sangat Baik

Banda Aceh - Potretonline.com, 24/02/21. Seorang wartawan JIJI Pres perwakilan Jepang di Jakarta Yasuyoshi SAKAKIBARA menyebutkan Implementasi Program Bank Sampah berbasis Waste Collecting Point (WCP) di Kota Banda Aceh sudah sangat baik. “Sangat baik (hasilnya). Setiap tahunnya depo-depo Bank Sampah WCP itu terus bertambah dan berkembang. Hingga kini sudah ada 31 titik depo WCP dari 15 Gampong di Kota Banda Aceh. Hal ini menandakan adanya perkembangan yang signifikan dari program ini,” ungkap Yasuyoshi dalam kunjungannya sekaligus melakukan dokumentasi perkembangan program kerja sama antara Kota Banda Aceh dengan kota Higashimatsushima pada Senin (22/2/2021). Selain memantau perkembangan depo-depo Bank Sampah WCP, Tim CoMu project juga mempelajari perkembangan aliran ekonomi dari rentetan program yang berjalan. Hingga berita ini diturunkan, para tamu asing tersebut telah mengunjungi 4 lokasi depo yang ada di Desa Alue Deah Teungoh. Agenda kunjungan ini dilakukan langsung ke Desa Alue ...

Menulis di Media dan Memetik Hasilnya

Oleh Tabrani Yunis Idealnya, seorang   sarjana, lulusan perguruan tinggi itu mampu atau bisa menulis, bahkan sangat mahir. Dikatakan demikian, karena ketika menyandang status sebagai mahasiswa, sering mendapat tugas menulis dari dosen, seperti menulis makalah atau tugas karya ilmiah. Bahkan sebagain tugas akhir untukm bisa meraih gelar sarjan, seorang calon sarjana harus mampu menulis skripsi. Jadi, seorang calon sarjana akan bisa menjadi sarjana, kalau sudah berhasil menulis skripsi dan mempertanggungjawabkan skripsinya lewat sidang sarjana. Bila lulus, baru sah menjadi sarjana apabila ia mampu dan lulus ujian akhir itu. Hebat bukan? Tentu saja hebat dan bahkan membanggakan, karena lulusn menjadi sarjana. Namun, sayangnya banyak sarjana yang lulus dan meraih gelar sarjana, kemudian menyatakan bahwa mereka tidak bisa menulis. Bila tidak percaya, cobalah ajak mereka yang sudah sarjana tersebut menulis, mengisi ruangb opini di media massa, maka sering sekali kita mendapatka...

Jabodetabek Terendam Banjir Akibat Hujan Intensitas Tinggi dan Luapan Air Kali, ACT Bergerak

  Banda Aceh –  Sejumlah titik di Jabodetabek terendam banjir sebab hujan yang mengguyur sejak Jumat (19/2) malam lalu hingga Sabtu (20/2) pagi ini. Selain hujan, warga menyebut banjir terjadi akibat luapan air dari beberapa Kali di sekeliling tempat kejadian. Tercatat 26 titik di Jakarta tergenang banjir, seperti di wilayah Jakarta Selatan sebanyak 840 warga mesti mengungsi.  Banjir setinggi 100-230 sentimeter juga melanda kawasan Kemang Selatan, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Warga setempat menyebut banjir kali ini merupakan luapan air bah terbesar dan menandingi rekor ketinggian banjir pada Januari 2020 lalu. Sebanyak tiga pintu air di Jakarta memasuki status siaga 1 atau awas meliputi pintu air Angke Hulu, Karet, dan Sunter Hulu. Kemudian, satu pintu air berstatus siaga 2 yaitu pintu air Manggarai.  Lalu empat pintu air dengan status siaga 3 di antaranya Pesanggrahan, Pasar Ikan, PA Marina, dan Cipinang Hulu. Sedangkan lima pintu a...

Realitas Itu Bukan Kondisional Sebagai Obat

Oleh Fajar Alumnus Pendidikan Sejarah, FKIP, USK Banda Aceh Roky baru bilang kitab suci fiksi keluarga Fir'aun pada kepanasan. Kita tunggu keluarga Balaam dan Qarun. Apakah mereka mengambil bagian juga dalam kesempatan hidup yang tidak sebesar sayap nyamuk, bahkan miris jika otak tidak digunakan kenapa Namrud mati dengan seekor nyamuk. Mereka yang tidak tahu apa yang terjadi di masa lalu, maka sama sulitnya untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan (hukum silogisme). Sesulit dan se-samar apapun yang terjadi hari ini adalah :"harapan" untuk mempersiapkan akan hari esok. Lantas apa yang disandiwarakan oleh realita itu sebagian manusia hanya terpaku pada hal-hal yang tidak tercerahkan. Ketika terbangun, hidup di dunia yang keliru. Ketidakmampuan akan dirinya untuk menyingkapi realita perubahan (semiotik), percaya bahwa orang lain bisa mengatasinya. Hal-hal yang seperti ini adalah kebiasaan yang buruk di antara yang terburuk, ini tidak layak untuk dikatakan agama (...

Jalan Hidup Nan Sulit Memaksaku Mengajar

  Oleh Tabrani Yunis   Perjalanan hidup untuk mengubah nasib, keluar dari belenggu kemiskinan ternyata memang tidak mudah. Apalagi bila surah terperosok terlalu dalam di jurang kemiskinan itu. Tentu sangat sulit untuk bangkit dan semakin sulit bila tidak ada kemauan  atau tekat untuk keluar dari jurang itu. Oleh sebab itu,  setiap orang miskin harus berupaya untuk keluar dari belenggu kemiskinan itu. Kita tidak mungkin berharap orang lain yang mengeluarkan kita dari belenggu tersebut. Mengapa demikian? Sebenarnya, Allah tidak akan mengubah nasib  seseorang atau suatu kaum, kecuali orang atau kaum itu sendiri yang mengubahnya. Caranya? Sebagai manusia, kita diharuskan belajar. Kita harus mendapatkan  pendidikan. Hal ini jugular yang saya alami.  Terus terang, hati saya sangat gembira tatkala sudah mendapat bekal ijasah SPG dan kemampuan bahasa Inggris dan  lulus  atau diterima di Program Diploma 2 Universitas Syiah Kuala. Anehnya, kegembiraan ...