Langsung ke konten utama

FUAS dan FAMe VIRTUAL, "BEDAH BEASISWA DI DALAM DAN LUAR NEGERI."




Aceh Selatan - Forum Ukhuwah Aceh Selatan (FUAS) bekerja sama dengan Forum Aceh Menulis (FAMe) menggelar program Virtual atau Seminar Bedah Beasiswa Online yang bertajuk, "See The World by Winning The Scholarship. "Grab Your Dreams, Get Your Future."

Seminar bedah beasiswa yang menghadirkan para penerima beasiswa, baik di dalam maupun luar negeri ini juga dimintakan kesediaanya sebagai pemateri untuk membedah terkait pengalaman, wawasan, persiapan, minat, tekad, tips, trik, dan motivasi untuk mendapatkan beasiswa yang memang menjadi primadona bagi banyak mahasiswa di perguruan tinggi.

Kepada seluruh peserta dan hadirin yang ingin bergabung di seminar bedah beasiswa FUAS dan FAMe ini dapat bergabung via Google Meet, https://meet.google.com/rsq-dfeo-kbz pada Selasa siang, (16 Juni 2020), pada pukul 13.50 WIB.

Koordinator Forum Aceh Menulis, Riri Isthafa Najmi mengatakan program bedah beasiswa yang dilaksanakan oleh FUAS dan FAMe ini mendapatkan antusias dan semangat yang luar biasa dari peserta melalui chat dan japri di WA, FB, dan IG.

"Melalui seminar ini, kita ingin memberikan informasi sebanyak-banyaknya kepada para peserta dan saling bertukar kabar terkini mengenai cara kuliah dengan mendapatkan beasiswa, baik di dalam maupun di luar negeri melalui informasi yang diberikan oleh lima pemateri yang sudah kita mintakan kesediannya," ujar Rifan.

"Kita juga mengharapkan, output dan feedback dari program bedah beasiswa virtual ini adalah kita mengenal jalur dan sistem beasiswa yang ingin ditempuh, persyaratannya apa saja, persiapannya bagaimana, dan apa saja trik dan tips agar kita lulus dan mendapatkan nilai yang bagus untuk kelulusannya," harap Rifan.

Rifan juga mengharapkan, target yang dihasilkan dapat maksimal yaitu dengan sistem mentoring, juga diharapkan mampu membimbing para peserta hingga nantinya bisa melamar beasiswa dalam menempuh pendidikan di luar daerah dan luar negeri yang menjadi tujuan dan harapan para peserta.

Masih kata Rifan, seraya mengatakan tujuan seminar ini untuk mengembangkan dan membuka wawasan dan cakrawala dunia pendidikan untuk para peserta dalam memahami jalur dan siklus beasiswa dalam memahami watak ekosistem pendidikan yang ada di Indonesia.

Senada dengan Rifan, Ketum Umum FUAS Muhammad Ridho Ag menyampaikan hal senada. Program bedah beasiswa Ini bertujuan membuka cakrawala berfikir dan memotivasi generasi milenial para mahasiswa Aceh agar mau memicu semangat untuk melanjutkan pendidikan yang berbasis beasiswa yang bisa kita akses dan dapatkan di sekitar kita.

Ridho menambahkan, setiap acara Diskusi Online (Disko) yang virtual ini diselenggarakan oleh FUAS dan FAMe ini sejatinya bersifat terbuka umum. 

"Melalui program dan seminar ini, kita berikhtiar dan mengupayakan untuk mengorbitkan seluruh SDM para pemuda Aceh, khususnya Aceh Selatan," tegas Ridho.

Ridho menambahkan, pertemuan ini merupakan episode ke 7 dalam diskusi virtual yang pernah dilaksanakan oleh FUAS. Insyaallah akan ada episode berikutnya.

"Untuk seminar yang sangat bermanfaat dan bersyafaat ini, FUAS dan FAMe juga akan mengagendakan bedah beasiswa melalui jalur dan jaringan Timur Tengah. Kita juga akan mengundang jaringan dan rekan-rekan kita yang berada di Timur Tengah pada episode berikutnya," target Ridho.

Sementara Ketua Departemen Pelatihan, Pendidikan, dan Pembedayaan Sumber Daya Manusia FUAS Fachrul Malis mengatakan, Bedah beasiswa ini sudah lama kita persiapkan dengan tujuan agar santri, mahasiswa dan pemuda Aceh, khususnya Aceh Selatan mendapatkan informasi tips dan trik lolos beasiswa dan memperoleh pendidikan lanjutan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang akan diberikan oleh para pemateri," kata Arul.

"Kita sangat yakin dan berharap agar seminar virtual ini akan mempermudah tahap dan akses para peserta untuk memperoleh beasiswa dan mampu meningkatkan daya saing dan minat juang para santri, mahasiswa, dan pemuda Aceh Selatan untuk terus mengenyam pendidikan yang lebih tinggi tanpa rasa takut akan kekurangan biaya," tutur Arul.

FUAS dan FAMe VIRTUAL, "BEDAH BEASISWA DI DALAM DAN LUAR NEGERI."

🏣Google Meet: https://meet.google.com/rsq-dfeo-kbz

Selasa siang, (16 Juni 2020).
Pukul: 13.50 WIB.

Fachrul Malis
(Moderator Dan Kadep Pelatihan, Pendidikan, dan Pengembangan SDM FUAS).

Munji Asshiddiqi
(Awardee LPDP, Queensland University).

Riki Muhamanda
(Delegasi Beasiswa Summer Course Eropa).

Suci Hidayati
(Theology of Islam, Erciyes University, Turkiye).

Erma Suryani
(Awardee LPDP 2015, Universitas Gajah Mada).

Khaluka Ahsana Fitri
(Awardee LPDP, Universitas Pendidikan Indonesia).

085277711106 (Rifan FAMe).
081215951732 (M. Ridho Ag).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Mimpi Besar Arisqa Rinaldi Terwujud dalam Usaha dan Doanya

Arisqa murid kelas 5 SDN 2 Kandang, Kecamatan Kleut Selatan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada ilmu pengetahuan, yaitu di bidang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Setiap malam, dia selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku-buku tentang sains, melakukan eksperimen sederhana dan bertanya kepada gurunya tentang berbagai fenomena alam yang menarik minatnya. Keinginannya untuk memahami dunia di sekitarnya tidak pernah kandas dan mimpi terbesarnya adalah menjadi juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat Kabupaten Aceh Selatan. Arisqa menyadari bahwa untuk mencapai mimpinya, dia harus bekerja keras dan berlatih dengan tekun.  Dengan dukungan penuh dari orang tuanya yang selalu mengingatkannya di depan pintu gerbang sekolahnya, ayahnya berkata, “Nak teruslah berproses dan jangan lupa hormati gurumu”.    Dengan    bimbingan dari guru-guru di sekolahnya, Arisqa mempersiapkan diri dengan baik. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Arisqa selalu menyempat...

Media Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Oleh Ida Rayyani, Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Saat ini kita hidup di era media sosial. Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Masing-masing individu dipastikan memiliki akun pribadi di Facebook, Twitter, Path, Youtube, Soundclouds, dan lain-lain. Media sosial juga memudah pengguna memperoleh informasi dengan cepat, sebagai media promosi dalam bisnis, dan memudahkan dalam berkomunikasi   (mendekat yang jauh). Memang, berinteraksi di jejaring sosial menjadi hiburan tersendiri bagi kita di tengah rutinitas yang padat. Selain memiliki banyak manfaat media sosial juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental pengguna. menurut WHO kesehatan mental merupakan status kesejahteraan dimana setiap orang dapat menyadari secara sadar terkait kemampuan dirinya, kemudian dapat mengatasi berbag...