Langsung ke konten utama

DWP Banda Aceh Gelar Lomba Kreasi Kudapan Sehat



Banda Aceh - Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Banda Aceh menggelar Lomba Kreasi Kudapan Sehat Kegemaran Anak. Ajang yang digelar untuk memperkaya khasanah kuliner di lingkungan DWP Banda Aceh ini berlangsung di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Selasa (13/12/2016).

Ketua DWP Banda Aceh Ny Buraida Bahagia mengatakan dengan pagelaran lomba ini, pihaknya ingin mengembangkan inovasi para istri PNS di lingkungan Pemko Banda Aceh dalam bidang kuliner dan menambah kumpulan resep kudapan sehat yang dapat diberikan kepada keluarganya.

“Kali ini kami berinovasi untuk mengubah makanan dari luar negeri dan meraciknya kembali dengan cita rasa Indonesia. Semoga kita semua semakin termotivasi untuk menyediakan makanan sehat dan disuka anak.”

Ia berharap dengan kegiatan ini, wawasan kuliner para anggota DWP dapat lebih berkembang dalam menciptakan menu sehat di atas meja makan. “Dan yang terpenting, dengan aneka kudapan sehat dan menarik yang kita sediakan dapat mengurangi anak kita untuk jajan di luar rumah yang belum tentu terjamin kualitasnya.”

Istri Sekdako Banda Aceh ini juga berharap kepada para peserta agar hasil kreasi kudapan yang diperlombakan hari ini juga akan dipraktekkan di rumah masing-masing. “Agar anak-anak kita bangga dengan bekal ke sekolah yang kita siapkan untuk mereka. Tujuan akhirnya, cinta dan keharmonisan rumah tangga akan tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya di tempat yang sama, ketua panitia Ny Leni M Nurdin menyebutkan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja DWP Banda Aceh pada tahun ini. “Maksud dan tujuan lomba untuk meningkatkan kemampuan para anggota, dan membekali keterampilan para anggota untuk menunjang kesejahteraan hidup. Pesertanya berjumlah 84 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota DWP Banda Aceh lintas SKPK,” sebutnya. (Jun)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...