Langsung ke konten utama

Lomba Menulis

Hi Sahabat Nulis,
Menyambut tahun baru 2017, kami ngadain #lombaNULIS dengan tema “Mau Ngapain Sih di 2017?”
Lomba menulis ini terbuka untuk umum, dengan ketentuan sebagai berikut;
• Periode lomba mulai 9 Januari hingga 16 Februari 2017.
• Tulisan yang diikutsertakan dalam lomba adalah yang telah diunggah di www.nulis.co.id.
• Bagi peserta yang belum memiliki akun, bisa mendaftar di www.nulis.co.id.
• Sub tema tulisan bebas, bisa mengenai karir, wisata, kuliner, gaya hidup, atau apapun yang menjadi passion kamu.
• Peserta harus mencantumkan hashtag #lombaNULIS di akhir tulisan yang dikirimkannya.
• Artikel yang dikirimkan minimal memuat 200 kata.
• Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 artikel.
• Tulisan yang diikutsertakan dalam lomba tidak mengandung unsur pornografi, SARA atau mendeskreditkan pihak tertentu.
• Pemenang 1 akan mendapatkan hadiah sebesar Rp 3.000.000, pemenang 2 sebesar Rp 2.000.000 dan pemenang 3 sebesar Rp 1.000.000.
• Pemenang akan diumumkan pada tanggal 23 Februari 2017, berbarengan dengan acara “Blogger Gathering 2017”, yang diselenggarakan oleh nulis.co.id.
• Untuk tulisan yang dikirim sesudah tanggal 16 Februari, pihak nulis.co.id tetap akan memberi revenue sharing, yang nilainya ditentukan berdasarkan kualitas tulisan.
• Dewan Juri memiliki metode tersendiri dalam menilai setiap tulisan yang masuk. Keputusan Dewan Juri adalah tetap dan tidak dapat diganggu gugat.
• Lomba ini tertutup bagi karyawan nulis.co.id.
Ayo, segeralah menulis, unggah tulisan kamu, dan raih impianmu di dunia penulisan bersama kami.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kehendak-Nya

Oleh Sitti Zahara Tarmizi Siswi SMA Negeri 1 Ule Glee, Pidie Jaya Tetesan embun menyerbu bumi Memaksa sang awan menangis Butiran-butiran bening menari Senyuman mentari menghilang  Langit gelap Perlahan-lahan menutupi bumi Suara sang katak mulai terdengar Mereka terisak Genangan air menghanyutkannya Mereka tenggelam Tak dapat diselamatkan Semua terdiam Tak ada bisikan Itulah kehendak-Nya

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...