Langsung ke konten utama

Maguen Food Menawarkan Produk Sehat dan Praktis


Makanan sehat tentu akan sangat dibutuhkan bagi kamu yang ingin tetap hidup sehat. Namun sering kali makanan sehat menyita banyak waktu untuk membuatnya. Oleh sebab itu, Maguen Food hadir untuk memberikan makanan yang sehat dan praktis.

Maguen Food hadir dalam dua produk, yaitu Sambal Jambak dan Maguen jam. Sambal Jambak dibuat dari bahan-bahan segar yng berkualitas, seperti cabai, bawang, dan bahan segar lainnya. Maguen Jam adalah varian selai yang dibuat dari sari buah asli, bahan berkualitas sehingga terjamin keasliannya.

Sambal jambak dan maguen jam tidak menggunakan bahan pengawet makanan kimiawi, seperti borax dan formalin, sehingga sangat aman dikonsumsi oleh siapa saja. Proses pengemasan yang steril demi menjaga dari segala kemungkinan tercampur bakteri yang menyebabkan sambal tidak bertahan lama.

VARIAN SAMBAL JAMBAK

- Sambal Jambak Merah Hijau

- Sambal Jambak Blacaan

- Sambal Jambak asam udeung



VARIAN MAGUEN JAM

- Selai Buah Naga

- Selai Mangga

- Selai Greentea

- Selai caramel



Harga untuk setiap produk mulai dari Rp.23.000

Alamat produksi kami:

Jln. Rel Kereta Api Lama No. 28 Lambaro, Aceh Besar.



Produk kami dapat diperoleh di :

Tradisi Aceh di Peunayong

Brownies Kopi khas Aceh di Peunayong

Lounge SBY di Bandara Sultan Iskandar Muda

Suzuya Mall (segera)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Mimpi Besar Arisqa Rinaldi Terwujud dalam Usaha dan Doanya

Arisqa murid kelas 5 SDN 2 Kandang, Kecamatan Kleut Selatan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada ilmu pengetahuan, yaitu di bidang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Setiap malam, dia selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku-buku tentang sains, melakukan eksperimen sederhana dan bertanya kepada gurunya tentang berbagai fenomena alam yang menarik minatnya. Keinginannya untuk memahami dunia di sekitarnya tidak pernah kandas dan mimpi terbesarnya adalah menjadi juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat Kabupaten Aceh Selatan. Arisqa menyadari bahwa untuk mencapai mimpinya, dia harus bekerja keras dan berlatih dengan tekun.  Dengan dukungan penuh dari orang tuanya yang selalu mengingatkannya di depan pintu gerbang sekolahnya, ayahnya berkata, “Nak teruslah berproses dan jangan lupa hormati gurumu”.    Dengan    bimbingan dari guru-guru di sekolahnya, Arisqa mempersiapkan diri dengan baik. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Arisqa selalu menyempat...

Profesor

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok Jagat maya akademik sedang gaduh karena ibu Megawati memperoleh gelar Guru Besar Tidak Tetap Honoris Causa dari Universitas Hankam.  Beberapa sahabat saya sering jengah bahkan ada yang berang, karena kadangkala saat diundang bicara dalam sebuah perhelatan akademis, ditulislah di depan namanya gelar Prof. Dr.    Setiap saat pula beliau menjelaskan bahwa dirinya hanya S1.  Satu lagi sahabat saya yang bernasib sama dengan yang di atas. Kalau yang ini memang dasar "rodok kusruh" malah dipakai guyon. Prof diplesetkan menjadi Prov alias Provokator, karena memang senangnya memprovokasi orang dengan tulisan-tulisannya , terutama dalam diskusi cara beragama dan literasi.  Sayapun mirip dengan mereka berdua. Namun karena saya di ijazah boleh memakai gelar Insinyur, tidak bisa seperti mereka yang boleh memakai Drs, yang juga kadang diplesetkan kembali menjadi gelar doktor lebih dari 1. Saya pikir mereka yang pernah memperoleh gelar Do...