Langsung ke konten utama

Illiza: Kekerasan Terhadap Perempuan Merupakan Kejahatan yang Harus Diperangi



Banda Aceh - Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melepas iringan-iringan peserta Fun Bike dalam rangka memperingati Hari Perempuan Sedunia, Minggu (12/3/2017) di Lapangan Blang Padang. Puluhan peserta ikut serta dalam kegiatan ini dengan membawa sejumlah poster yang bertuliskan seruan kepedulian bagi kaum perempuan.

Kegiatan yang digagas oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan sejumlah komunitas peduli perempuan ini merupakan salah satu rangkaian dari peringatan Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada 8 Maret lalu.

Kepada wartawan usai pelepasan di garis start, Illiza menyampaikan harapannya agar perempuan Aceh terus bisa eksis dalam ranah publik hingga politik, sehingga gerakan pengarusutamaan gender terus dapat berkesinambungan di tengah-tengah masyarakat.

“Kemudian yang tak kalah penting yakni tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan yang masih terjadi harus kita lawan bersama-sama dengan melibatkan semua pihak mulai dari masyarakat, komunitas, dan juga pemerintah,” katanya.

Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap perempuan merupakan kejahatan yang harus diperangi. “Pemerintah benar-benar memberikan perhatian serius atas hal ini agar ke depan tidak terulang lagi, mengingat kaum perempuan sangat rawan terhadap tindak kekerasan baik secara fisik maupun psikis.”

“Saya akan terus berupaya semaksimal mungkin dan memberikan dukungan penuh untuk mewujudkan perempuan Aceh yang lebih kuat, lebih bersemangat dalam perjuangan di segala bidang tanpa ada diskriminasi,” katanya lagi. (Jun)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Tak Selamanya Belajar Berbayar

Oleh Ida Fitri Handayani Guru SMA Negeri 4 Banda Aceh, anggota Warung Penulis. Belajar adalah kewajiban bagi semua muslim, baik di sekolah yang terbilang formal, mau pun di luar sekolah, yang non formal. Seperti privat dan bimbingan belajar yang kini makin terstuktur. Hakikat belajar tidak mesti di sekolah. Di Aceh banyak sekali balai edukasi yang bisa dijadikan tempat menimba ilmu. Ada yang berbayar dan tidak sedikit pula yang menganut sistim lillah, alias gratis. Akhir-akhir ini, Allah menghendaki kesempatan bagi saya untuk masuk ke sebuah lembaga, yaitu Yayasan Cahaya Aceh, yang didirikan pada tahun 2017, atas inisiatif putra Aceh, Azwir Nazar. Azwir Nazar adalah mantan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki Koordinator Amerika Serikat tahun 2016-2017. Nah, Sebelum mendirikan yayasan ini, ia sempat kuliah S1 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, S2 di Universitas Indonesia, dan menyelesaikan S3 di Haccetepe University, Ankara-Turki. Setelah menyelesaikan stud...

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...