Langsung ke konten utama

Walikota Sambut Positif Event Unsyiah Fair 2017



 
Banda Aceh – Walikota Banda Aceh H Aminullah Usman SE Ak menyambut baik wacana even Unsyiah Fair 2017 yang akan digelar November nanti.

Hal ini disampaikan Aminullah saat menerima kedatangan pihak BEM Unsyiah dan Panitia Unsyiah Fair 2017, Senin malam (11/9/2017) di Pendopo Walikota Banda Aceh.

“Kita mendukung ketika adanya even-even besar seperti ini di Banda Aceh. Ini sejalan dengan visi misi kita mendorong tumbuhnya perekonomian rakyat,” ujar Aminullah menyahuti rencana digelarnya even tahunan tersebut.

Menurut Walikota, even berskala besar akan memberi dampak ekonomi bagi warga kota karena akan menarik minat wisatawan dan tamu dari luar untuk datang ke Banda Aceh.

“Ini sangat bagus, karena akan banyak orang yang datang dan membelanjakan uang mereka di Banda Aceh,” ungkap Walikota.

Sementara itu, Ketua panitia Muhammad Husail Aghiri menyampaikan kedatangan pihaknya menemui Walikota untuk meminta dukungan terkait wacana menggelar Unsyiah Fair 2017 tersebut.

“Pak Wali merupakan orang tua kita dan sebagai alumni dari Unsyiah. Kita ingin menyampaikan wacana ini dan berharap dapat dukungan dari pak Wali,” ujarnya.

Kegiatan ini akan melibatkan 5000 orang dan digelar selama seminggu.

“Kita merencanakan even ini akan dibuka oleh Presiden Jokowi,” ungkapnya.

Kata Muhammad Suhail, dengan tema kegiatan Unsyiah Fair 2017 ‘Sinergisitas Unsyiah Untuk Wujudkan Identitas Bangsa’ yang diusung, pihaknya ingin meningkatkan kreatifitas dan skil mahasiswa, baik secara akademis maupun ekstra kurikuler. (mkk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Tak Selamanya Belajar Berbayar

Oleh Ida Fitri Handayani Guru SMA Negeri 4 Banda Aceh, anggota Warung Penulis. Belajar adalah kewajiban bagi semua muslim, baik di sekolah yang terbilang formal, mau pun di luar sekolah, yang non formal. Seperti privat dan bimbingan belajar yang kini makin terstuktur. Hakikat belajar tidak mesti di sekolah. Di Aceh banyak sekali balai edukasi yang bisa dijadikan tempat menimba ilmu. Ada yang berbayar dan tidak sedikit pula yang menganut sistim lillah, alias gratis. Akhir-akhir ini, Allah menghendaki kesempatan bagi saya untuk masuk ke sebuah lembaga, yaitu Yayasan Cahaya Aceh, yang didirikan pada tahun 2017, atas inisiatif putra Aceh, Azwir Nazar. Azwir Nazar adalah mantan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki Koordinator Amerika Serikat tahun 2016-2017. Nah, Sebelum mendirikan yayasan ini, ia sempat kuliah S1 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, S2 di Universitas Indonesia, dan menyelesaikan S3 di Haccetepe University, Ankara-Turki. Setelah menyelesaikan stud...

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...