Langsung ke konten utama

Tirai Indonesia

Dok: lontar.id

Oleh : Nsyah

Ilusi terlarut dalam narasi
Emosi terlarut dalam ambisi
Ambisi tak lagi tercipta dalam solusi
Untuk mencapai kedamaian yang serasi

Pesta politik akan segera dimulai
Para calon terus mencari amunisi

Dengan masa sebagai peluru
Untuk melumpuhkan lawan
Dengan uang sebagai senjata
Untuk menjatuhkan lawan

Mengalang buana mencari populasi
Mengarak masa untuk berpolitik 
Yang dinamakan politik "KORBAN"
Politik ( Kampanye Orasi Bencana )

Berpihak dengan yang penting
Saling terbuka dengan pilihan masing-masing
Tak ada lagi kata netral 
Dalam pemilihan kali ini

Penulis & jurnalis juga ikut berkolaborasi
Dengan melayangkan tulisan & kabar Hoax
Untuk menjatuhkan pesaing-pesaing 
Demi kepentingan pribadi

Medsos sebagai kunci para politisi
Yang mana yang lebih tajam
Dalam mengasah Taji

Kata KPU dengan debat bisa sebagai solusi
Memecahkan berbagai macam masalah tentang Indonesia ini
Hingga 2 kali debat tak terlihat solusi 
Melainkan saling sindir satu sama lain

Kali ini KPU menjadwalkan kembali debat ke 3
Apa itu akan memberi solusi ?
Ataupun saling sindir kembali ?
Di layar kamera televisi nasional nanti

Lambada Lhok, Aceh Besar, Kamis 21 Februari 2019, Pukul 10:43 Wib

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Profesor

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok Jagat maya akademik sedang gaduh karena ibu Megawati memperoleh gelar Guru Besar Tidak Tetap Honoris Causa dari Universitas Hankam.  Beberapa sahabat saya sering jengah bahkan ada yang berang, karena kadangkala saat diundang bicara dalam sebuah perhelatan akademis, ditulislah di depan namanya gelar Prof. Dr.    Setiap saat pula beliau menjelaskan bahwa dirinya hanya S1.  Satu lagi sahabat saya yang bernasib sama dengan yang di atas. Kalau yang ini memang dasar "rodok kusruh" malah dipakai guyon. Prof diplesetkan menjadi Prov alias Provokator, karena memang senangnya memprovokasi orang dengan tulisan-tulisannya , terutama dalam diskusi cara beragama dan literasi.  Sayapun mirip dengan mereka berdua. Namun karena saya di ijazah boleh memakai gelar Insinyur, tidak bisa seperti mereka yang boleh memakai Drs, yang juga kadang diplesetkan kembali menjadi gelar doktor lebih dari 1. Saya pikir mereka yang pernah memperoleh gelar Do...

Media Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Oleh Ida Rayyani, Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Saat ini kita hidup di era media sosial. Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Masing-masing individu dipastikan memiliki akun pribadi di Facebook, Twitter, Path, Youtube, Soundclouds, dan lain-lain. Media sosial juga memudah pengguna memperoleh informasi dengan cepat, sebagai media promosi dalam bisnis, dan memudahkan dalam berkomunikasi   (mendekat yang jauh). Memang, berinteraksi di jejaring sosial menjadi hiburan tersendiri bagi kita di tengah rutinitas yang padat. Selain memiliki banyak manfaat media sosial juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental pengguna. menurut WHO kesehatan mental merupakan status kesejahteraan dimana setiap orang dapat menyadari secara sadar terkait kemampuan dirinya, kemudian dapat mengatasi berbag...