Langsung ke konten utama

Pandangan Pertama

foto dok. Glitzmedia.co

Oleh : Nsyah
Telah kususuri jalan itu
Yang penuh dengan pepohonan
Lalu kutemui fotocopy itu
Untuk menyelesaikan tugasku
Tiba-tiba muncul sesosok wanita 
Melirik ke belakang tepat di pandanganku
Dia tersenyum 
Seperti mengenal
Wajahnya yang begitu imut 
Tubuhnya yang tinggi
Kulitnya yang putih
Tak lepas dari pandanganku
Tak luput dari ingatanku
Aku bertanya siapakah wanita itu
Hatiku gelisah bertanya-tanya
Lalu selang berapa menit kemudian
Dia menolehku lagi dan pergi
Aku tak tahu mau apa
Seperti orang salah tingkah 
Kuselesaikan tugasku
Kulupakan wanita itu sejenak 
Hingga akhirnya selesai 
Lalu kususuri lagi jalan itu menuju kampusku
Dengan aspal yang berlubang 
Hingga tiba tepat di Fakultasku
Kuparkirkan kendaraanku 
Lalu aku beranjak masuk ke jurusanku
Dengan melangkahi tiap-tiap bait anak tangga yang ada
Hingga sampai ke lantai dua
Bertemu dengan teman temanku
Kududuk di depan laboratorium jurusanku
Dengan menggenggam satu buku ditangan
Tak selang waktu satu menit 
Tiba-tiba wanita itu muncul 
Berjalan di depan hadapan pandanganku
Lalu dia menoleh kepadaku
Sambil tersenyum malu
Aku mulai bingung ternyata kami di fakultas yang sama
Aku mulai merasa ingin tahu siapa wanita itu
Lalu aku mencoba mencari informasi tentangnya
Hingga aku temui informasi melalui medsos
Yang kutahu namanya Zuhra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Mimpi Besar Arisqa Rinaldi Terwujud dalam Usaha dan Doanya

Arisqa murid kelas 5 SDN 2 Kandang, Kecamatan Kleut Selatan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada ilmu pengetahuan, yaitu di bidang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Setiap malam, dia selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku-buku tentang sains, melakukan eksperimen sederhana dan bertanya kepada gurunya tentang berbagai fenomena alam yang menarik minatnya. Keinginannya untuk memahami dunia di sekitarnya tidak pernah kandas dan mimpi terbesarnya adalah menjadi juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat Kabupaten Aceh Selatan. Arisqa menyadari bahwa untuk mencapai mimpinya, dia harus bekerja keras dan berlatih dengan tekun.  Dengan dukungan penuh dari orang tuanya yang selalu mengingatkannya di depan pintu gerbang sekolahnya, ayahnya berkata, “Nak teruslah berproses dan jangan lupa hormati gurumu”.    Dengan    bimbingan dari guru-guru di sekolahnya, Arisqa mempersiapkan diri dengan baik. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Arisqa selalu menyempat...

Profesor

Oleh Ahmad Rizali Berdomisili di Depok Jagat maya akademik sedang gaduh karena ibu Megawati memperoleh gelar Guru Besar Tidak Tetap Honoris Causa dari Universitas Hankam.  Beberapa sahabat saya sering jengah bahkan ada yang berang, karena kadangkala saat diundang bicara dalam sebuah perhelatan akademis, ditulislah di depan namanya gelar Prof. Dr.    Setiap saat pula beliau menjelaskan bahwa dirinya hanya S1.  Satu lagi sahabat saya yang bernasib sama dengan yang di atas. Kalau yang ini memang dasar "rodok kusruh" malah dipakai guyon. Prof diplesetkan menjadi Prov alias Provokator, karena memang senangnya memprovokasi orang dengan tulisan-tulisannya , terutama dalam diskusi cara beragama dan literasi.  Sayapun mirip dengan mereka berdua. Namun karena saya di ijazah boleh memakai gelar Insinyur, tidak bisa seperti mereka yang boleh memakai Drs, yang juga kadang diplesetkan kembali menjadi gelar doktor lebih dari 1. Saya pikir mereka yang pernah memperoleh gelar Do...