Langsung ke konten utama

Kerajinan Jepara itu Menakjubkan



Oleh Tabrani Yunis


Tanpa terasa, sudah  hampir genap 7 (tujuh) tahun, melakukan bisnis penjualan barang-barang souvenir kerajinan Jepara. Ya,  sejak Oktober 2014 , kala pertama sekali membuka POTRET Gallery yang berada  di kawasan jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya Banda Aceh. Kurun waktu tujuh tahun, bukan waktu yang pendek, tetapi sudah lumayan lama dan hingga kini masih tetap menjual souvenir-souvenir Jepara seperti jam dinding kaligrafi ukuran besar dan kecil, tatakan air mineral dalam berbagai motif dan model, vas bunga, kotak tisu, tempat sendok dan garpu, cermin, tempat buah, kaligrafi, tempat Al-Quran, miniatur pesawat, poci, nampan dan lain-lain. Pokoknya cukup banyak yang dijual di POTRET Gallery tersebut. Bahkan ada pula sofa tunggal dan kursi malas.



Nah, selama hampir genap tujuh tahun tersebut, sebenarnya selama itu pula hati terasa puas dan nyaman melihat hasil karya, hasil kerajinan dari tangan-tangan kreatif para pengrajin souvenir Jepara tersebut. Apa gerangan yang menakjubkan dari hasil kerja ulet orang-orang Jepara tersebut? Mereka adalah orang-orang tau pengrajin yang sancta kreatif dan innovative, ulet dan terus menerus istiqamah dengan aktivists membuat dan memproduksi kerajinan Jepara dalam berbagai bentuk yang cukup cantik, menarik, indah dan merupakan hasil karya seni yang hebat.  Pantas saja, sangat banyak pembeli yang berbelanja produk kerajinan Jepara di POTRET Gallery sejak tahun 2014. Apalagi kala menghadapi lebaran, baik hari raya Idul Fitri, maupun hari Raya Idul Adha, pasti banyak sekali konsumen yang membeli souvenir kerajinan Jepara tersebut.



Selain untuk kepentingan di saat hari raya, souvenir Jepara juga banyak digunakan untuk kado ke acara pesta pernikahan. Memberikan kado yang berisi barang-barang souvenir kerajinan Jepara tersebut, mengubah pola pemberian kado yang klasik, yakni pecah belah yang banyak menumpuk di rumah kedua mempelai, karena pecah belah yang begitu banyak, tidak akan terpakai, sehingga bukan mustahil ada banyak orang mental kembali hadiah-hadiah yang dibawa tamu tersebut. Sayang bukan? Oleh sebab itu, kalas nanti ke pesta untuk memenuhi undang pesta, jangan lagi membeli pecah belah, tetapi beralihlah ke souvenir kerajinan Jepara. Untuk kota Banda Aceh, silakan ke POTRET gallery di jalan Prof. Ali Hasyimi, Pango Raya, Banda Aceh. Berbelanja di POTRET Gallery itu banyak untungnya bagi para pelanggan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Tak Selamanya Belajar Berbayar

Oleh Ida Fitri Handayani Guru SMA Negeri 4 Banda Aceh, anggota Warung Penulis. Belajar adalah kewajiban bagi semua muslim, baik di sekolah yang terbilang formal, mau pun di luar sekolah, yang non formal. Seperti privat dan bimbingan belajar yang kini makin terstuktur. Hakikat belajar tidak mesti di sekolah. Di Aceh banyak sekali balai edukasi yang bisa dijadikan tempat menimba ilmu. Ada yang berbayar dan tidak sedikit pula yang menganut sistim lillah, alias gratis. Akhir-akhir ini, Allah menghendaki kesempatan bagi saya untuk masuk ke sebuah lembaga, yaitu Yayasan Cahaya Aceh, yang didirikan pada tahun 2017, atas inisiatif putra Aceh, Azwir Nazar. Azwir Nazar adalah mantan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki Koordinator Amerika Serikat tahun 2016-2017. Nah, Sebelum mendirikan yayasan ini, ia sempat kuliah S1 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, S2 di Universitas Indonesia, dan menyelesaikan S3 di Haccetepe University, Ankara-Turki. Setelah menyelesaikan stud...

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...