Langsung ke konten utama

Kapal Terakhir





Oleh Tabrani Yunis

 

Nak, 

Lihatlah kapal itu segera berangkat

Bergegaslah mencari tempat

Periksalah tiket kita apakah masih terawat

Jangan sampai kita kalah cepat

Selagi kapal masih merapat

 

Nak

Cepatlah lihat kapal itu masih merapat

Mungkin kita akan terlambat

Orang-orang terus mendapat tempat

Mungkin kita tak bisa berangkat

Tak ada kekuatan yang mengangkat

Seperti orang- orang yang banyak beribadat

 

Nak,

Lihatlah lebih dekat

Ternyata kapal itu tidak membawa orang yang tidak pernah salat

Tudak untuk orang-orang yang melupakan syahadat

Apalagi bagi orang-orang murtad

 

Nak,

Kapal itu hanya untuk orang- orang yang ingat akhirat

Bukan untuk penjahat

Bukan untuk pecari harta dengan bejat

Apalagi untuk  koruptor yang tidak pernah bertobat

 

Nak,

 Inilah kapal terakhir yang membawa kita ke akhirat

Tapi kita sudah terlambat

Mungkin tidak ada lagi pintu tobat

Ya Allah, bukalah pintu tobat

Walau sudah terlambat

 


Nak, 

Mungkin ini adalah kapal terakhir kita

Sudah tak berarti semua bekal untuk dibawa

Sia-sia semua harta

Karena di sana kita tidak bisa menyewa istana

Nak,

Lihatlah kapal itu segera berangkat

Untuk kita sudah tidak ada tempat

Tak berlaku tiket yang kita copet

Kareba itu kapal terakhir berangkat

Nak, 

Sudah siapkah kita ikut menjadi penumpang

Barangkali semua tempat sudah sarat

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Mimpi Besar Arisqa Rinaldi Terwujud dalam Usaha dan Doanya

Arisqa murid kelas 5 SDN 2 Kandang, Kecamatan Kleut Selatan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi pada ilmu pengetahuan, yaitu di bidang IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Setiap malam, dia selalu meluangkan waktunya untuk membaca buku-buku tentang sains, melakukan eksperimen sederhana dan bertanya kepada gurunya tentang berbagai fenomena alam yang menarik minatnya. Keinginannya untuk memahami dunia di sekitarnya tidak pernah kandas dan mimpi terbesarnya adalah menjadi juara dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di tingkat Kabupaten Aceh Selatan. Arisqa menyadari bahwa untuk mencapai mimpinya, dia harus bekerja keras dan berlatih dengan tekun.  Dengan dukungan penuh dari orang tuanya yang selalu mengingatkannya di depan pintu gerbang sekolahnya, ayahnya berkata, “Nak teruslah berproses dan jangan lupa hormati gurumu”.    Dengan    bimbingan dari guru-guru di sekolahnya, Arisqa mempersiapkan diri dengan baik. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Arisqa selalu menyempat...

Media Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental

Oleh Ida Rayyani, Mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Saat ini kita hidup di era media sosial. Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Masing-masing individu dipastikan memiliki akun pribadi di Facebook, Twitter, Path, Youtube, Soundclouds, dan lain-lain. Media sosial juga memudah pengguna memperoleh informasi dengan cepat, sebagai media promosi dalam bisnis, dan memudahkan dalam berkomunikasi   (mendekat yang jauh). Memang, berinteraksi di jejaring sosial menjadi hiburan tersendiri bagi kita di tengah rutinitas yang padat. Selain memiliki banyak manfaat media sosial juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan mental pengguna. menurut WHO kesehatan mental merupakan status kesejahteraan dimana setiap orang dapat menyadari secara sadar terkait kemampuan dirinya, kemudian dapat mengatasi berbag...