Langsung ke konten utama

Latsar CPNS Formasi Tahun 2019 Gol III Angkatan II Ditutup



Banda Aceh -Potretonline.27/11/21.  Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banda Aceh, Arie Maula Kafka, S.Sos atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh resmi menutup kegiatan Pendidikan Dasar (Latsar) CPNS Golongan III Formasi Umum Tahun 2019 Angkatan II, Jumat (26/11/2021).

Penutupan kegiatan tersebut ikut dihadiri oleh Sekretaris BKPSDM Kota Banda Aceh, Muliadi, SH, MH, Kasubbid Diklat dan Sertifikasi, Fitri Widyawati, S.STP, M.Si beserta panitia latsar.

Pada kesempatan tersebut, Arie berpesan kepada seluruh peserta yang baru saja menyelesaikan latsar agar menjadi agen perubahan pada instansi kerjanya masing masing.

“Saya mengajak seluruh peserta latsar kali ini untuk menjadi agen perubahan pada instansi kerjanya masing-masing, mulailah dengan hal-hal kecil namun bisa berdampak pada perubahan positif bagi Kota Banda Aceh,” pesan Arie.

Ia juga memberikan motivasi kepada peserta untuk menajadi PNS yang tangguh serta tidak sombong setelah mereka mendapatkan SK 100% nantinya.

“Kegiatan latsar yang baru saja selesai diikuti ini merupakan salah satu tahapan menjadi PNS seutuhnya, namun setelah nanti mendapatkan SK 100% jangan pernah menjadi pribadi yang sombong namun jadilah PNS yang tangguh serta hormatilah kedua orang tua kita, jangan pernah lupa bahwa disetiap kesuksesan kita ada doa dan restu dari kedua ibu bapak kita dirumah,” ucapnya lagi.

Pada akhir sambutannya, Arie tidak lupa mengajak seluruh peserta untuk terus mendukung visi dan misi Wali Kota Banda Aceh.

“Sebagaimana arahan langsung dari Wali Kota Banda Aceh kepada saya beberapa waktu yang lalu ketika saya melaporkan kegiatan penutupan ini, Wali Kota kita Aminullah Usman, mengingatkan agar kita semua yang sudah memilih Pemko Banda Aceh sebagai tempat berkarir dan berkarya sebagai PNS untuk tetap mendukung seluruh kebijakan serta visi dan misi Wali Kota dalam mewujudkan Banda Aceh sebagai Kota Gemilang dalam bingkai Syariah,” pungkasnya.

Latsar CPNS Golongan III Formasi Umum Tahun 2019 Angkatan ke II dilingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh TA 2021 ini di ikuti 40 peserta yang terdiri dari formasi tenaga kesehatan, penata laporan keuangan, analis jabatan dan guru.

Mereka berasal dari 4 OPD di Lingkungan Pemko Banda Aceh yaitu BKPSDM 2 (dua) orang, RSUD Meuraxa 1 (satu) orang, UPTD Puskesmas 3 (tiga) orang dan guru SD 34 (tiga puluh empat) orang.(Hus/Hz)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

Tak Selamanya Belajar Berbayar

Oleh Ida Fitri Handayani Guru SMA Negeri 4 Banda Aceh, anggota Warung Penulis. Belajar adalah kewajiban bagi semua muslim, baik di sekolah yang terbilang formal, mau pun di luar sekolah, yang non formal. Seperti privat dan bimbingan belajar yang kini makin terstuktur. Hakikat belajar tidak mesti di sekolah. Di Aceh banyak sekali balai edukasi yang bisa dijadikan tempat menimba ilmu. Ada yang berbayar dan tidak sedikit pula yang menganut sistim lillah, alias gratis. Akhir-akhir ini, Allah menghendaki kesempatan bagi saya untuk masuk ke sebuah lembaga, yaitu Yayasan Cahaya Aceh, yang didirikan pada tahun 2017, atas inisiatif putra Aceh, Azwir Nazar. Azwir Nazar adalah mantan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki Koordinator Amerika Serikat tahun 2016-2017. Nah, Sebelum mendirikan yayasan ini, ia sempat kuliah S1 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, S2 di Universitas Indonesia, dan menyelesaikan S3 di Haccetepe University, Ankara-Turki. Setelah menyelesaikan stud...

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...