Langsung ke konten utama

EMPAT HAL YANG DAPAT MENGERASKAN HATI


 

Oleh Hendra Gunawan, MA

Dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Padang Sidimpuan, Sumatera Utara

 

Salah satu ciri seorang Muslim sejati adalah memiliki hati yang lembut yaitu hati yang mudah menerima hidayah atau kebenaran dari Allah SWT sebagaimana digambarkan Allah SWT dalam al-Qur’an pada surah az-Zumar ayat 22. “Maka apakah orang-orang yang dibukakan oleh Allah hatinya untuk (menerima) agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Rabb-nya”. Berbeda dengan orang-orang yang memiliki hati yang keras sebagaimana tercantum dalam al-Qur’an pada surah al-Baqarah ayat 74 yang berbunyi sebagai berikut :

ثُمَّ قَسَتۡ قُلُوبُكُم مِّنۢ بَعۡدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَٱلۡحِجَارَةِ أَوۡ أَشَدُّ قَسۡوَةٗۚ ...

Artinya:

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi..”. {Qs. al-Baqarah/2:74}

 

Para ulama menafsirkan hati yang keras ini, adalah hati yang keras dari menerima kebenaran dari Allah SWT, selalu merasa beratmenjalankan ibadah, dan selalu berprilaku dengan prilaku yang tidak baik(prilaku yang dilarang Allah SWT). Bahkan menurut sebagian ulama, salah satu tanda bahwa hati seseorang insan manusia mulai mengeras adalah ketika disebutkan nama Allah SWT dan dibacakan ayat-ayat al-Qur’an tidak lagi gemetar hatinya. Seolah-olah tidak ada rasa takut dan harapnya kepada Allah SWT. Kenapa ini terjadi (hati bisa mengeras)? Dalam beberapa literatur para ulama menyebutkan bahwa paling tidak ada 4 hal yang dapat mengeras hati seseorang yang antara lain sebagai berikut :

 

1. Bicara Berlebihan

Banyak bicara, apalagi yang dibicarakan tersebut tidak bermanfaat akan dapat mengeraskan hati seseorang, karena memang orang-orang yang sering berbicara banyak tanpa manfaat ujung-ujungnya akan menjadi qibah (menggunjing) orang.

Suatu fakta yang tidak dapat dibantahkan, bahwa terkadang sering kita nongkrong dengan teman yang 5 minit pertama memang bercerita tentang fakta, tetapi 30 menit ke depannya lagi, sudah mulai menceritakan tentang aib seseorang. Apalagi menjelek-jelekkannya, sehingga tertawa terbahak-bahak(berlebihan). Sebagaimana terdapat dalam sebuah riwayat disebutkan 

أقِلَّ الضَّحِك ، فَإن كَثْرَة الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ

Artinya:

“Sedikitkanlah tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati”. {Shahih adabul mufrad : 252}

 

Maka Rasulullah SAW sangat menganjurkan umat Islam supaya senantiasa menjaga lisannya dengan berbicara secukupnya, bahkan begitu pentingnya menjaga lisan ini dari berbicara yang tidak bermanfaat. Rasulullah SAW pernah menegaskan dalam sebuah riwayat sebagai berikut :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

Artinya:

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari kiamat, hendaklah dia berkata benar atau diam”. {HR. Bukhari}

 

2.  Makan Makanan yang Haram

 

Menurut para ulama, bahwa salah satu yang dapat mengeraskan hati seseorang insan manusia adalah memakan makanan yang haram, terutama makanan yang diperoleh dari mencuri, korupsi, menipu dan lain sebagainya. Maka suatu mimpi apabila kita menginginkan anak-anak yang shaleh atau salehah, bila perut mereka kita suguhkan makanan-makanan yang diperoleh dari cara-cara yang salah (dilarang Allah SWT). Sudah satu hal yang tidak dapat dibantahkan, bahwa orang-orang yang tumbuh dan dibesarkan dari yang haram, maka akan senantiasa berada dalam kubangan dosa(maksiat kepada Allah SWT).

 

3.  Maksiat Atau Melanggar Larangan Allah SWT

 

Setiap kemaksiatan yang dilakukan seseorang, sesungguhnya secara langsung dan tidak langsung dapat mengeraskan hati seseorang dari meyakini Allah SWT, sebagaimana ditegaskan Allah SWT dalam al-Qur’an pada surah al-Muthaffifin ayat 14 yang berbunyi sebagai berikut :

 كَلَّاۖ بَلۡۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ١٤ 

Artinya:

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka”. {QS. Al-Muthaffifin/ 83: 14}

 

Makna ayat ini, telah dijelaskan Rasulullah SAW bahwa seorang hamba apabila melakukan suatu kesalahan(berbuat maksiat), maka dititikkan dalam hatinya sebuah titik hitam dan apabila ia kembali berbuat maksiat lagi, maka bertambah titik hitam tersebut, hingga menutupi hatinya(menjadi keras) sehingga tidak mau menerima petunjuk-petunjuk dari Allah SWT.

 

4.  Bersahabat dengan Orang yang Berhati Keras

5.   

Sebagai makhluk sosial, pergaulan adalah merupakan suatu keharusan sebagai wujud dari hablumminannas (hubungan sesama insan manusia), namun dalam Islam kita dijarkan tentang memilih teman. Kita dianjurkan supaya memilih sahabat yang baik atau barhati lembut. Sebaliknya, ajaran Islam menganjurkan supaya menjaga diri dari bersahabat dengan orang-orang yang berhati keras, sebab lambat laun akan mengeraskan hati kita pula.

 

Maka tidak heran, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kualitas keimanan seseorang dapat dilihat dari dengan siapa dia berteman. Apabila ia berteman dengan orang-orang jahat, maka mengindikasikan dia orang jahat. Namun sebaliknya, apabila teman-temannya adalah orang-orang yang shaleh atau shalehah, maka mengindikasikan dia adalah orang yang shaleh atau shalehah.

Sebab dari dulu sampai sekarang, jarang sekali orang baik-baik akrab dengan penjahat untuk mencuri. Begitu juga orang jahat akrab dengan orang alim untuk beribadah. Keduanya sangat bertolak belakang, sekalipun banyak orang jahat berteman dengan orang alim lalu menjadi alim, namun tidak sedikit pula orang-orang alim yang teman dengan orang jahat yang kemundian nimbrungjadi penjahat pula. Seseorang yang sudah terbiasa bergaul dengan para koruptor, biasanya akan terpengaruh untuk ikut-ikutan melakukan korupsi, karena memang tidak sedikit para pelaku kriminal yang mengaku ketika diintrogasi karena terpengaruh atau dipengaruhi seseorang.

 

Penutup

Marilah kita bersama-sama mencegah 4 hal yang dapat mengeraskan hati ini, dengan mengurangi pembicaraan yang tidak berguna dengan memperbanyak zikir, menghindari makanan-makanan yang diproleh dari cara-cara yang haram(yang dilarang Allah SWT), menjaga diri dari segala larangan-larangan Allah SWT, serta pandai mencari teman dengan memperbanyak bergaul dengan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...