Langsung ke konten utama

Bantu Kebutuhan Masyarakat Akibat Pandemi, ACT Aceh Gelar Operasi Pangan Murah

 


Banda Aceh - Potretonline.com, 22/10/21. Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh - MRI bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menginisiasikan program Operasi Pangan Murah di Banda Aceh (21/10/2021). Program ini merupakan program kemanusiaan nasional dalam langkah memenuhi kebutuhan pangan berkualitas dan terjangkau untuk masyarakat prasejahtera dan pekerja harian dalam masa pandemi Covid-19. 


Masyarakat datang dengan membawa kupon yang sudah dibagikan sebelumnya oleh perangkat gampong kepada masyarakat prasejahtera yang pantas untuk mendapatkan paket pangan dengan harga yang terjangkau ini.


Bermitra dengan swalayan lokal, Operasi Pangan Murah kali ini bekerjasama dengan Aceh Meutuah Swalayan di kawasan Lamnyong, Banda Aceh. 


“Bersyukur sekali (ada pangan murah). Kalau beli sendiri, harga beras dan minyak bisa sampai ratusan ribu,” ucap Abu Bakar Rizieq (70), seorang nelayan yang datang ke lokasi operasi pangan murah dengan menggunakan becak barang yang sehari-hari ia gunakan untuk mengangkut ikan.


Abu Bakar Rizieq merupakan seorang nelayan mualaf yang bermukim di Krueng Cut, Aceh Besar. Sehari-hari ia mencari tiram bersama sang istri di sungai. Dengan mengendarai becak barang dan memakai topi petani (caping), beliau antusias mengantri sejak pagi untuk membeli pangan murah yang diselenggarakan oleh ACT di Aceh Meutuah Swalayan untuk keluarganya yang menanti di rumah.


“Sebaik-baiknya sedekah adalah pangan, kali ini membersamai perjuangan masyarakat prasejahtera, ACT mengajak masyarakat Indonesia membantu menyediakan kebutuhan pangan berkualitas dengan harga lebih terjangkau untuk keluarga prasejahtera. Salah satunya dengan Operasi Pangan Murah,” jelas Rikar Maulana, Staf Program ACT Aceh.


Setidaknya sejumlah 250jiwa dari 50KK menjadi penerima manfaat program ini, dan kedepan akan semakin banyak lagi dengan dukungan dari masyarakat.


“Kami mengajak juga menjalin kolaborasi dengan semua pihak yang akan memberikan bantuan dan dikelola sedekahnya, agar bantuan yang sampai ke masyarakat terus terjadi secara masif,” tambahnya.


Harapan terbesar dari program ini adalah dengan menjadi solusi kepada masyarakat prasejahtera dan menjadi spirit kalau sedekah adalah solusi kemiskinan bangsa. Dengan begitu, persoalan kemiskinan bisa dituntaskan dengan sedekah terbaik kita.Karena yang paling penting ialah, paket yang dibawa pulang bukan sekadar berisikan pangan. Akan tetapi, dalam sepaket kebaikan tersebut menyimpan pesan kedermawanan, kepada keluarga dirumah yang menunggu. Memperlihatkan kepedulian yang mengalir di tengah terpaan kondisi ekonomi yang menurun karena dampak pandemi,” tambah Rikar.


Sahabat Dermawan dapat memberikan dukungan dengan sedekah terbaiknya melalui tautan 

aceh.indonesiadermawan.id/OperasiPanganMurah atau dapat melalui rekening atas nama Aksi Cepat Tanggap di Bank Aceh Syariah 01001930009205, BSI 7089 7860 23, atau Bank Muamalat 2410036660. Konfirmasikan donasi melalui pesan pribadi ke Instagram @act_aceh atau WhatsApp ke

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...