Langsung ke konten utama

Ajak Edukasi Siswa, Teater Nol Pentaskan Kohler "Matinya Jenderal Di Tanah Rencong”


Darussalam- Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Nol Unsyiah mengajak sekolah-sekolah di Aceh, Banda Aceh dan Aceh Besar khusunya untuk ikut mengedukasi para siswa melalui pementasan tunggal teater berjudul Kohler “Matinya Jenderal di Tanah Rencong” yang akan dipentaskan pada Jumat, 25 November 2016 mendatang di Taman Budaya, Banda Aceh. 

“Kita ingin memberikan edukasi teater bagi siswa karena melihat masih minimnya pendidikan teater baik dalam pembelajaran maupun ekstrakulikuler. Mereka dapat melihat langsung bagaimana pementasan teater dan diskusi bersama penulis naskah, sutradara, dan aktor.” Ujar pimpinan produksi. Pihak panitia telah menjadwalkan waktu pementasan teater khusus untuk siswa yaitu pukul 16.30 s.d. selesai di Taman Budaya dengan harga tiket Rp5.000,00 saja. 

Lina Sundana selaku pimpinan produksi menambahkan, “Panitia telah mengurus surat rekomendasi dari dinas pendidikan untuk bekerja sama dengan seluruh sekolah di Aceh agar pihak sekolah ikut mendukung mengedukasi Teater bagi para siswa. Tidak hanya seni Teater, pementasan ini juga berkaitan dengan sejarah Aceh.” 



Menurut Zahra Nurul Liza selaku penulis naskah, “Dibandingkan dengan naskah dan pementasan sebelumnya yang mengangkat fiksi dan kritik sosial, naskah dan pementasan kali ini akan lebih banyak mengangkat nilai sejarah Aceh. Itulah yang akan membedakan pementasan kali ini dengan pementasan sebelumnya.” Bagi Anda yang ingin menonton pementasan berjudul Kohler “Matinya Jenderal di Tanah Rencong” bisa dapatkan tiket di UKM Teater Nol di Gelanggang Mahasiswa Unsyiah, BBC Lamnyong, dan A Plus CLC Prada. []

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...