Langsung ke konten utama

Datangi BPPD Aceh, Ini Yang disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kota

 
 
Banda Aceh – Sekretaris Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh, Zahrol Fajri S Ag MH bersama sejumlah pejabat jajaran Dinas yang dipimpinnya melakukan kunjungan ke kantor Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh. Zahrol dan rombongan disambut langsung Kepala BPPD Aceh, Bustami Usman SH MSi diruang kerjanya, Selasa (24/1/2017).

Kata Zahrol Fajri, kedatangan pihaknya ke BPPD dalam rangka melakukan sharing informasi sekaligus meminta masukan terhadap penataan kelembagaan Dayah di Kota Banda Aceh.

“Sebagai Institusi baru, Saya pikir kita perlu melakukan komunikasi dan meminta masukan dari BPPD Aceh yang notabene sudah lama terbentuk dan telah menjalankan banyak program dalam pembinaan dan pendidikan Dayah di Aceh,” ujar Zahrol.

Sementara itu, Bustami Usman memaparkan tentang program kerja Badan Pembinaan Pendidikan Dayah Aceh, serta berbagai kebijakan Gubernur Aceh terkait pembinaan dan bantuan operasional Dayah se-Aceh. Terkait dengan bantuan untuk Dayah, Bustami Usman menyampaikan menetapkan standarisasi Dayah sangat penting sebagai dasar pijakan dalam memberikan bantuan terhadap lembaga pendidikan Agama tersebut.

Sebagaimana diketahui, dalam rangka penataan kelembagaan organisasi perangkat daerah sesuai PP No.18 Tahun 2016, Pemerintah Kota Banda Aceh membentuk Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh. Keberadaan Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh sebagai institusi baru dalam rangka memaksimalkan peran dan fungsi terhadap pembinaan Dayah, Balai Pengajian, TPA dan Majelis Taklim dilingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh sesuai Peraturan Walikota Nomor 61 Tahun 2016 tentang Susunan, Kedudukan, tugas, Fungsi, Kewenangan dan Tata Kerja Dinas Pendikan Dayah Kota Banda Aceh.

Pada tanggal 31 Desember 2016, Plt Walikota Banda Aceh Ir Hasanuddin Ishak MSi, melantik Zahrol Fajri, S Ag MH sebagai Sekretaris sekaligus merangkap sebagai Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Kota Banda Aceh. (mkk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kehendak-Nya

Oleh Sitti Zahara Tarmizi Siswi SMA Negeri 1 Ule Glee, Pidie Jaya Tetesan embun menyerbu bumi Memaksa sang awan menangis Butiran-butiran bening menari Senyuman mentari menghilang  Langit gelap Perlahan-lahan menutupi bumi Suara sang katak mulai terdengar Mereka terisak Genangan air menghanyutkannya Mereka tenggelam Tak dapat diselamatkan Semua terdiam Tak ada bisikan Itulah kehendak-Nya

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...