Langsung ke konten utama

MEMBINA ANAK DENGAN PENUH KASIH SAYANG


Oleh: Muallifah
Mahasiswa STAIN Pamekasan

Anak merupakan anugerah terindah yang Tuhan berikan kepada 2 orang insan yang sudah berkeluarga, kehadirannya akan membuat dunia mereka berwarna, membuat dunia semakin terarah, namun tahukah anda? Anak juga merupakan ladang syurga bagi kita kelak, karena ketika seseorang meninggal semua amalannnya terputus kecuali 3 perkara dan salah satunya adalah anak yang soleh.

Hal ini juga sesuai dengan hadits shahih yang berbunyi “setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, hanya karena orang tuanyalah anak tersebut menjadi majusi, nasrani dsb.” Anak yang dilahirkan seperti kertas putih yang tidak ada coretan apapun di dalamnya, teori ini mengaca kepada teori tabularasa yang dikemukakanh oleh John Locke, sehingga tugas orang tualah yang harus berperan aktif serta melaksanakan tanggung jawab untuk mendidik seorang anak. Orang tua merupakan madrasah pertama (madrasatul ula) bagi seorang anak, terutama sosok ibu. Ia pemegang kendali utama bagi kemajuan dan perkembangan seorang anak. “dibalik anak yang hebat, pasti ada ibu hebat di belakangnya” ungkapan ini sangat tepat sekali dengan fakta yang ada. Banyak tokoh-tokoh penting dan berpengaruh terhadap dunia yang dilahirkan dari ibu hebat, seperti Nabi Muhammad SAW sosok hebat, di belakangnya ada ibu Aminah yang begitu hebat. Nabi Isa menjadi sosok yang hebat, karena ada ibu Maryam di belakangnya. Kedua sosok ini bisa kita jadikan cerminan betapa pentingnya peran seorang ibu terhadap seorang anak.

Namun fakta yang terjadi sekarang banyak kasus kekerasan yang dialami seorang anak, lebih parahnya lagi pelakunya tidak lain adalah orang tuanya sendiri. kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan? Ini berarti kurangnya kesadaran orang tua tentang betapa pentingnya peran dirinya sebagai sekolah pertama bagi sang buah hati dan hal ini jelas akan berpengaruh buruk bagi perkembangan psikologi seorang anak, padahal tugas orang tua adalah mendidik, membimbing seorang anak untuk menjadi npribadi yang memiliki karakter seutuhnya. Orang tua harus bisa menjadi teladan bagi seorang anak, orang tua yang baik bukan hanyab mengajarkan tentang kebaikan kepada seorang anak, melainkan bagaimana dirinya bisa menjadi contoh bagi seorang anak. Karena menjadikan dirinya contoh lebih berpengaruh dari pada mengajarkannya dengan lisan. Selain itu, dalam mendidik seorang anak harus denganb penuh kasih sayang, artinya tegas namun bukan berarti kasar terhadap seorang anak serta mengedepankan hukuman (punishman) terhadap anak, karena bagaimanapun seorang anak masih memiliki sikap labil akan dirinya. Apabila orang tua mengedepankan punishman dalam mendidik, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang keras, namun dalam hal ini bukan mendidik anak dengan cara yang manja kemudian nantinya ia tumbuh menjadi anak manja tetapi lebih kepada bagaimana mendidik seorang anak dengan penuh kasih sayang, penuh kelembutan dan penuh tanggung jawab. seorang anak diibaratkan seperti bibit tanaman yang akan ditanam, sedangkan orang tua adalah ladangnya. Apabila ladang tersebut subur, tanahnya bagus maka bibit yang akan ditanamkan pada ladang tersebut akan tumbuh menjadi tanaman yang kokoh bagus. Sama halnya dengan anak, apabila orang tuanya mendidik, membimbing, mengarahkan anak kepada hal kebaikan, mengajarkan akhlak yang begitu baik. Maka ia akan tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, bermoral dan berbudi luhur.

Note: Setiap naskah lomba yang dimuat pada portal www.potretonline.com sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Setiap artikel lomba tidak melalui proses editing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...