Langsung ke konten utama

Lebih Dekat dengan Majalah Anak Cerdas





Oleh : Isra Yaumnisa
Mahasiswi Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Unsyiah, Banda Aceh

Perkembangan teknologi membawa banyak perubahan pada berbagai kalangan, tak terkecuali pada anak. Zaman dahulu anak disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat seperti membaca, bermain permainan tradisional dan bersosialisasi di luar rumah. Namun hal tersebut sudah sangat jarang kita temui.

Saat ini anak disibukkan dengan kehadiran gadget dengan berbagai kemudahan. Salah satunya kemudahan untuk bermain berbagai macam game di gadget. Kehadiran gadget membawa dampak buruk bagi anak. Menurut sebuah penelitian mengatakan gadget dapat menimbulkan radiasi yang berbahaya pada anak. Tidak hanya itu, gadget dapat membuat anak kecanduan hingga melalaikan. Lalai untuk belajar, lalai membaca, dan bahkan lalai untuk makan.

Kehadiran majalah anak dapat menjadi solusi, karena majalah tidak hanya sebagai media hiburan, juga bisa menjadi media edukatif bagi anak. Salah satu majalah yang bisa menjadi pilihan bunda-bunda di rumah yaitu Majalah Anak Cerdas.

Majalah Anak Cerdas ini sudah hadir sejak 2013 dan menjadi satu-satunya majalah anak di Pulau Sumatera, dengan tagline media edukatif dan inspiratif. Majalah ini dilengkapi dengan berbagai macam cerita anak yang menarik. Cerita anak ini dapat menumbuhkan minat baca pada anak. Tidak hanya itu Majalah Anak Cerdas juga dilengkapi dengan pengetahuan penting seperti seputar binatang, tempat-tempat terindah di dunia yang baik untuk diketahui oleh anak.

Majalah Anak Cerdas ini juga dilengkapi dengan puisi-puisi, dan latihan-latihan yang baik untuk anak. seperti latihan mewarnai, menyusun puzzle, dan lain-lain. Bahkan Majalah Anak Cerdas juga memberikan kesempatan kepada anak bunda untuk menulis dan jika itu bagus akan diterbitkan di majalah. Jadi selain sebagai bahan bacaan Majalah Anak Cerdas ini bisa melatih anak bunda dirumah untuk menjadi penulis dimasa depan.

Majalah Anak Cerdas mulai diterbitkan sejak 2013, dan menjadi satu-satunya Majalah Anak di Pulau Sumatera. Majalah Anak Cerdas ini terdiri dari 44 halaman yang terbit rutin setiap bulan. Majalah ini disajikan cukup menarik, tiap halamannya diisi dengan berbagai cerita, puisi dan gambar. Majalah Anak Cerdas ini membuka peluang bagi pembacanya untuk menulis dan berkarya, maka dari itu hampir semua cerita di majalah ini dikirim oleh pembacanya. Majalah ini juga terdapat berita seputar anak, seperti kegiatan mengunjungi sekolah terpilih, kegiatan membagi-bagikan 1000 sepeda kepada anak yatim, dan kegiatan menarik lainnya.

Majalah ini cukup memenuhi syarat sebagai majalah anak yang sesuai dengan taglinenya Media Edukatif dan inspiratif yang tidak hanya mengedukasi anak melalui cerita untuk hiburan semata, namun juga ada latihan seperti latihan mewarnai, menyusun puzzle, pengetahuan umum, dan pengetahuan agama Islam.

Namun sedikit kekurangan dari majalah ini, penyajian cerita perlu dikemas lebih menarik lagi, baik itu dalam ide cerita maupun ilustrasinya. Kekurangan lainnya dari Majalah Anak Cerdas ini mengenai iklan yang dimuat. Ada beberapa iklan yang tidak relevan (tidak berhubungan) dengan dunia anak. dan latihan-latihan untuk anak perlu disajikan lebih beragam, tidak hanya terbatas pada latihan mewarnai saja, dan lain-lain.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...