Langsung ke konten utama

Let’s Be An Entrepreneur



Oleh: Zahrah 
Mahasiswa  jurusan S1 Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
Saat masih menduduki bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) kita sudah pasti mempunyai cita-cita yang ingin dicapai ketika tumbuh dewasa. Ada yang berkeinginan menjadi dokter, polisi, guru, dosen dan lain sebagainya, karena menurut kita tentunya kita mempunyai passion sesuai dengan cita-cita tersebut. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, hingga kita kuliah dan memilih jurusan yang sesuai dengan cita-cita kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa kuota untuk kita bekerja nantinya dengan menjadi seorang PNS semakin berkurang seiring dengan banyaknya lulusan yang dihasilkan setiap tahun oleh setiap universitas.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa mahasiswa-mahasiswa lulusan sarjana banyak yang memilih menjadi  PNS. Nah, mulai sekarang bukalah pikiran kita untuk tidak hanya menjadi PNS, karena untuk menjadi PNS kita harus melewati begitu banyak tes dan belum tentu akan diterima. Mulai dari sekarang, kita harus membuka pikiran kita serta mengubah mindnset untuk tidak hanya ingin bekerja sebagai PNS, karena kita dapat memilih untuk menjadi seorang entrepreneur. Menjadi seorang entrepreneur itu tidaklah sesulit yang kita bayangkan dan juga tidak mudah untuk dijalankan.
Untuk menjadi entrepreneur kita harus mengenali dan mengetahui potensi yang ada dalam diri kita, sehingga kita tahu bakat dan minat dalam bidang  apa yang akan menjadi fokus kita nantinya untuk digeluti. Untuk sukses di bidang yang kita geluti tidaklah instan karena kesuksesan itu membutuhkan waktu dan diraih melalui proses yang panjang. Ketika menjalankan wirausaha yang merupakan passion kita sering terjadi naik turun, jatuh bangun dan saat itu terjadi jangan mudah menyerah. Entrepreneurship mengajari kita untuk bisa bertahan dalam tekanan menghadapi segala masalah, risiko dan kendala yang mungkin terjadi.
“To be an entrepreneur is not difficult and not easy too. An entrepreneur should have good attitude, patience, high spirit and don’t give up easily. It’s time to change your mindset for your dream and future.”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJĂˆH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  Ăˆ = Ăˆropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...