Langsung ke konten utama

WIRAUSAHA BURUNG PUYUH DI ACEH



Oleh Ulfa Noviana
Mahasiswi Prodi Perbankan Syariah, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh
           
            Burung puyuh merupakan salah satu unggas yang hidup di daerah tropis di Indonesia. Bagi masyarakat Indonesia sendiri memanfaatkannya sebagai bahan konsumsi, baik  dagingnya ataupun telur yang dihasilkan burung puyuh tersebut. Kebutuhan masyarakat Indonesia dalam permintaan telur puyuh sendiri sungguh sangat besar, namun berbanding terbalik dengan hasil produksinya yang masih minim. Bikan hanya itu, tetapi juga masih kurangnya minat masyarakat Indonesia dalam membuka usaha telur burung puyuh.
            Pada salah satu media cetak pada (21/5/2017), Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Rini Soemarno mengatakan kebutuhan pasar akan telur burung puyuh masih sangat tinggi. Namun pasokan untuk memenuhi kebutuhan pasar itu tidak seimbang dengan stok telur puyuh yang ada,
            Di daerah Aceh sendiri kebutuhan akan telur puyuh semakin meningkat, namun hal ini tidak didukung oleh penawaran yang ditawarkan oleh para wirausahawan dalam membudidayakan  telur puyuh. Hasil produksi akan telur puyuh yang kurang di daerah Aceh, sehingga pemasokannya pun harus meminta bantuan kepada daerah tetangga seperti Medan yang menjadi salah satu pemasok telur puyuh di Aceh 
            Maka dari sebab itu, peluang bisnis dalam berwirausaha telur puyuh di Aceh sungguh sangat besar, karena kurangnya pesaing dan juga didukung oleh permintaan yang cukup besar, jadi tidak perlu khawatir untuk berbisnis telur puyuh apabila akan merugi.
            Dalam memproduksi telur puyuh sendiri, tidaklah susah dan modal yang diperlukan juga tidak begitu besar, namun keuntungan yang didapatkan sungguh sangat menjamin, apalagi bila dilihat  dari besarnya permintaan akan telur puyuh.
Dalam produksinya burung puyuh sendiri selalu menghasilkan hasil produksi, karena setiap harinya burung puyuh menghasilkan satu butir telur puyuh tanpa harus dikawinkan, sehingga tidak perlu yang namanya menuggu waktu yang cukup lama dalam memanen telur puyuh. Kita dapat pula menjualnya setiap hari. Tidak hanya telurnya saja yang dapat dijual, daging, bulu serta kotorannya pun dapat pula menghasilkan keuntungan. Dikatakan demikian, karena burung puyuh yang sudah buruk dalam menghasilkan telur dapat dijual dengan pemanfaattan dagingnya untuk dikonsumsi. Bulunya dapat dijadikan sebagai alat kerajinan tangan seperti kemoceng dan yang terakhir kotoranya dapat dijadikan pupuk anorganic atau sebagai pakan ikan. Jadi dari keseluruhan burung puyuh tersebut mempunyai manfaat yang dapat dijadikan keuntungan.
            Pada kandang burung puyuh tidak perlu memerlukan lahan yang besar. Kandangnya bisa hanya berukuran 2x0,5m dengan lima lantai. Setiap lantai dapat menampung 30-50 burung puyuh. Berarti total secara keseluruhan dari satu kandang adalah dapat menampung sekitar 150 lebih burung puyuh.
            Bagi pemula yang ingin berbisnis telur burung puyuh, sebaiknya bermula dengan kapasitas yang tidak terlalu besar atau berawal dengan modal yang minim. Dengan kata lain, belilah burung puyuh sekitaran 500-2000 burung sesuai modal yang dimiliki. Apabila menginginkan 500 telur puyuh setiap harinya, sebaiknya membeli burung puyuh lebih dari 500 karena tidak semua burung puyuh dapat bertelur setiap hari.
            Untuk lokasi peternakan burung puyuh, sebaiknya jauh dari lokasi yang padat penduduk dan lokasi yang tidak banyak menimbulkan kebisingan, karena hal tersebut dapat menganggu atau membuat burung puyuh menjadi stress, sehingga menganggu hasil produksi burung puyuh. Begitu juga dalam berbisnis telur puyuh, harus selalu menjaga kebersihan kandang, memberikan vitamin dan vaksin untuk menjaga burung puyuh dari penyakit, baik itu wabah flue burung.
            Memiliki jaringan pemasaran untuk memasarkan produksi telur puyuh merupakan hal yang penting, karena itu merupakan salah satu kebutuhan bagi usahawan dalam memperdagang produksi yang di jalankan, karena telur burung puyuh juga hanya dapat bertahan selama dua minggu.
            Mungkin dalam berbinis akan mengalami pasang surut, namun apabila bisnis tersebut tidak dijalani dengan sungguh-sungguh dan tekun akan terjadi kegagalan, karena dalam berbisnis harus mempunyai kesabaran yang penuh.
            Sekian informasi yang saya sampaikan dalam membuka usaha pada budidaya telur puyuh, mungkin dapat berguna bagi pembaca yang ingin membuka usaha mungkin bisnis ini dapat menarik perhatian anda untuk dicoba.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...