Langsung ke konten utama

Patah Kaki, Tak Surutkan Langkah Durar Umami Harumkan Banda Aceh



Idi Rayeuk, Aceh Timur - Kafilah MTQ Kota Banda Aceh, Durar Umami baru saja keluar dari salah satu Rumah Sakit di Banda Aceh. Kakinya masih dibalut perban karena patah akibat sebuah kecelakaan yang dialaminya di Banda Aceh pada hari Rabu (15/11/2017) lalu.

Namun, remaja ini tetap bersikukuh berangkat ke Idi Rayeuk untuk tampil membela kafilah Banda Aceh di cabang Syarhil Qur'an Putra pada MTQ ke XXXIII tingkat Provinsi tahun 2017.

"Saya tidak akan menyerah, tekat Saya ingin mengukir prestasi disini (MTQ) untuk mengharumkan nama Banda Aceh," ujar remaja yang saat ini masih duduk di kelas III MTsN Model Banda Aceh. 

Remaja ini akan tampil di cabang Syarhil Qur'an Putra sebagai Tilawah. Dua rekan Durar lainnya adalah Awla Rajul sebagai Pensyarah dan Muhammad Ridha sebagai Saritilawah. 

Bukan hanya Durar Umami, kedua orang tuanya juga ikut mendukung dan mensupport anaknya. Sang Ayah, Azhari mengantarakan langsung anaknya ke Idi. Difasilitasi DSI Kota, mereka berangkat dari Banda Aceh sehari setelah rombongan kafilah dilepas Sekda di Balaikota. 

"Rencananya kami berangkat Selasa, karena Umami baru tampil pada hari Rabu nanti. Tapi karena harus menghadiri verifikasi data, makanya harus datang lebih cepat. Kalau tidak bisa dianggap gugur," ujar Ayahanda Durrar Umami saat tiba di Idi Sabtu lalu. 

Kondisi Durar Umami memang terlihat parah karena mengalami patah kaki. Namun Umami dipastikan tampil dengan menggunakan kursi roda. Selamat berjuang Durar Umami, semoga menjadi yang terbaik di MTQ ke XXXIII Provinsi Aceh. (mkk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...