Langsung ke konten utama

Pulang ke Kampung Nenek



Oleh Nisa Ulkhaira
Kelas IX SMP Negeri 1 Bandar Baru, Pidie Jaya

Pada libur sekolah, saya dan keluarga pergi ke kampung nenek di Langsa. Setiap saya pulang ke Langsa, saya sangat senang karena saya bisa bertemu dengan nenek, kakek dan abang saya.  Saya sangat senang mempunyai keluarga yang begitu peduli dan sayang kepada saya. Pokoknya, setiap saya pulang ke sana, kakek dan nenek saya selalu mencium saya karena mereka kangen kepada saya.

Saya sangat senang bisa pulang ke Langsa, karena saya sering pergi main ke danau bersama nenek mencari ikan, dan saya lalu berenang bersama dengan kakak saya di dalam danau. Nenek saya sedang mencari ikan, malah kita enak berenang saja. Saya merasa senang sekali karena saya bisa bermain bersama keluarga saya. Kakak saya selalu menyayangi saya meskipun saya bandel. Setelah habis mandi di danau, saya dan nenek  pulang ke rumah. Setiba di rumah, langsung mandi dan ganti baju. Karena terasa capek sehabis berenang, saya  langsung tidur.

Di sini, setiap malam saya  keluar bermain bersama dengan teman-teman kakak saya. Saya sangat senang bermain malam. Saya pulang malam pukul 21.00 WIB  dan langsung tidur dengan puas. Paginya, saya  bangun juga pukul 09.00  karena capek bermain pada malam harinya.

Keesokan harinya saya pergi bermain dengan keluarga saya ke Kolam VITRA TIRTA RAYA yang ada di kota Langsa. Saya sangat senang karena bisa bermain permainan sepuasnya dan mandi kolam yang begitu luas dan enak. Setelah capek mandi, kami beristirahat sambil makan mi bersama keluarga saya.  Setelah makan, kami mandi lagi bermain sepuasnya.

Setelah pukl 16.00, kami segera pulang ke rumah karena sudah habis waktu bermain. Sesampai di rumah, saya langsung beristirahat dengan keluarga sambil makan kue. Saya sangat senang sekali bisa main bersama keluarga saya. Saya juga bahagia karena mempunyai keluarga yang begitu harmonis.

Magrib pun mulai datang, matahari pun mulai terbenam kami segera masuk dan salat. Sehabis salat kami semua makan bersama keluarga. Kami sangat gembira melihat keluarga yang rukun. Setiap malam kami selalu tertawa, gembira dan bahagia. Itulah yang membuat saya senang berlibur ke rumah nenek di Kota Langsa. Ya,  inilah kegembiraan saya yang saya temukan di rumah nenek di Langsa. saya sangat gembira bisa menulis kesan-kesan yang dapat saya ceritakan.

Setelah libur sekolah saya segera pulang ke kampung ibu saya yang ada di Teupin Raya, karena saya mau masuk sekolah. Inilah kesan yang dapat saya sampaikan dan saya temukan di kampung nenek saya. I LOVE YOU KELUARGA TERCINTA

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...