Langsung ke konten utama

Sedihku Dalam Dosa



Ketika awan menutupi alam
Gelap pun menyerang
Dingin pun mengundang
Hujan pun akan datang

Sunyi pun hadir di kegelapan
Jarum jam pun berjalan
Jantung pun berdetak
Mulut ku membungkam

Ketika cinta sudah terlantar
Maaf pun dibelakangkan
Rindu pun kini terpagar
Hati pun mulai berkicau

Susah pun ikut hadir
Lamunan pun telah tiba
Air mata mulai menetes
Tisu mulai membasah

Ingin memutar kan waktu
Tapi terpagar begitu saja
Apa yang dilakukan
Apa yang harus ku usahakan





Aku terpuruk dalam kesedihan
Dimana aku mulai berjatuh
Apa yang kulakukan
Bangun ....bangun.....
Dan terus aku bangun.....

Bagaimana bisa aku telah lemah
Aku telah terjatuh di dalam cinta yang haram....
Aku menangis tersedu-sedu....

Dimana aku menyembunyikan semua
Tapi hatiku tak bisa menahan
Langkah mengiringku
Kiblat menjadi arahan ku
Doa menjadi tenaga ku





Ya Allah Engkau lah Maha pengampun
Dimana hamba-Mu telah berdosa
Telah melanggar akan larangan-Mu

Air mata mulai membasah
Ingusan pun ikut berhamburan
Maaf,,,maaf,,,maaf,,, yang bisa kuucapkan.

Jam mulai berjalan
Dingin sudah mendatang
Suara genteng mulai ribut
Hujan pun semakin lebat



Aku di ambang kesedihan
Di mana tubuhku ini mulai kedinginan
Zikir pun mulai terbaca
Jari pun mulai bergerak

Air mata mulai terhenti
Hati pun mulai bertasbih
Lamunan mulai menghilang
Lemah kembali kuat

Hati kecil mulai berkata
Kesalahan bukan untuk diteladani
Haram bukan untuk diminati
Benci bukan pula untuk dituruti

Aku malu,,,malu dan terus malu
Maaf ku pada mu Yaa Rabbi...Aku khilaf ...Aku melanggar perintah-Mu
Aku malu Yaa Rabbi.



Nama: Akmal Reungkan
Berdomisili di Kota  Bireuen, Aceh

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...