Langsung ke konten utama

12 Tips Penting untuk Tingkatkan Kualitas Diri






Iqbal Perdana
Staf di Center for Community Development and Education

Sebuah pepatah kuno mengatakan, “kalau kamu tidak tahu apa tujuan hidupmu, orang lain akan menentukannya untukmu.” Kamu tidak perlu memutuskannya detik ini juga, tapi kamu bisa mulai membuat rencana dan jelajahi pilihan yang ada. Cobalah gagasan-gagasan berikut ini. Ada sebagian yang bisa langsung kamu kerjakan, yang lain, mungkin kamu harus menunggu hingga kamu lebih dewasa. Masukkan gagasan-gagasan ini ke dalam daftar “tugas” masa depanmu.
1.     Tetaplah menuntut Ilmu.
Kadang-kadang orang merasa berat, tapi jangan menyerah. Carilah bantuan dari guru, pembimbing, atau penasihat. Masa depanmu akan terasa amat terbatas kalau kamu tidak lulus sekolah atau kuliah.

2.     Berkonsultasilah dengan guru atau pembimbingmu.
Mereka adalah sumber yang bagus untuk mengetahui arah mana yang akan kau tempuh dalam hidupmu. Mereka bisa memberimu informasi berharga tentang program akademik, program magang, beasiswa dan petunjuk mengenai pekerjaan.

3.     Berfikirlah terbuka.
Cobalah hal-hal baru. Selami kehidupan. Jelajahi kehidupan sejauh mungkin. Temukan bakatmu. Pelajai keterampilan baru. Jadilah relawan. Bersikaplah ingin tahu, dan tentukan cita-cita yang menjulang tinggi.

4.     Baca, baca, baca.
Buku membuka dunia pengetahuan. Bacalah biografi orang-orang yang kamu kagumi, dan autobiografi orang-orang yang bisa memberimu semangat. Bacalah buku yang membuat mu tertarik, bahkan jika buku-buku tersebut tampaknya tidak terkait langsung dengan masa depanmu. Kamu mungkin akan merasa takju. Bacalah majalah dan koran. Jangan sampai ketinggalan berita dan informasi terkini.

5.     Jelajahi internet.
Internet adalah sebuah semesta elektronik yang penuh dengan timbunan informasi yang belum ada ketika orang tuamu memikirkan tentang karier mereka. Internet adalah cara yang cepat dan asyik untuk mempelajari topik apa saja yang terlintas dalam pikiranmu.

6.     Dapatkan pengalaman nyata.
Satu-satunya cara memastikan apa yang kamu sukai dan keahlian yang kamu miliki adalah dengan turun kedunia nyata dan mencoba-coba. Bergabunglah dengan sebuah komunitas dan bersikaplah aktif di kemasyarakatan. Kepercayaan dirimu akan berkembang, ketrampilan interpersonalmu akan terasah.

7.     Jadilah relawan.
Tawarkan waktu dan laynanmu kepada mereka yang membutuhkan. Menjadi tenaga sukarela baik untuk meningkatkan semangat.

8.     Carilah seorang pembimbing.
Pembimbing adalah seorang yang bisa menawarkan bimbingan kepadamu dalam beberapa atau semua segi kehidupanmu.

9.     Bangun jaringan.
Membangun jaingan adalah berbicara dengan orang yang bisa menunjukkan arah yang benar dalam meniti karier. Keterampilan ini amat berguna. Katakan kepada siapa saja yang terpikir olehmu bahwa kamu ingin mempelajari topik tertentu. Mereka mungkin tahu seseorang dan sebelum kamu menyadarinya, kamu sudah memulai jaringan koneksimu sendiri.

10.  Cailah sebuah program magang (internship).
Program magang memberimu pengalaman langsung dalam lingkungan kerja nyata. Kamu jadi bisa berhubungan dengan orang yang bisa menjadi pembimbing, rujukan, atau calon atasanmu. Sebagian program magang menawarkan gaji kecil yang kadang-kadang disebut uang saku. Tapi kebanyakan program magang tidk memberimu upah apa-apa.

11.  Jadilah pegawai magang (apprentice).
Program ini mirip sekali dengan program internship. Perbedaan utamanya adalah seoang pegawai mgang biasanya menerima bayaran untuk mempelajari suatu pekerjaan atau keterampilan dengan cara membantu pekerja.

12.  Cari kerja paruh waktu.
Kalau kamu belum terlalu tua untuk bekerja secara resmi, kamu bisa melakukan kerja yang tidak resmi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...