Langsung ke konten utama

Sosialisasi Pelayanan Internal Kampus




Rabu, 28 Maret 2018 Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa (KESMA) Badan Eksekutif Mahasiswa Unsyiah melaksanakan acara Sosialisasi Pelayanan Internal Kampus yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Acara yang dihadiri oleh 150 orang peserta ini mengangkat tema “Pentingnya Kesehatan Untuk Generasi Berprestasi”. Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan kata sambutan dari Rinaldi Romar selaku ketua pelaksana dan pembukaan acara dibuka oleh Drs. Muhammad Nasir Ibrahim selaku Kepala Biro Kemahasiswaan.“Sosialisasi ini sangat bagus untuk mahasiswa Unsyiah, karena jika ada keluhan atau ketidak puasan mahasiswa kita dapat mengetahui melalui SPIK ini dan prosedur apa saja yang harus kita lakukan sebagai mahasiswa jika terjadi kecelakaan” ujar Drs. Muhammad Nasir Ibrahim

Acara ini terdiri dari dua sesi, yaitu sesi formal dan sesi talk show. Dimana pada sesi talk show diisi oleh bapak Dr. Dian Adi Syahputra, SpBA selaku Direktur Rumah Sakit Prince Nayef yang memaparkan tentang perkembangan pelayanan Rumah Sakit untuk Mahasiswa Unsyiah. Beliau menjelaskan bahwa RS Prince Nayef Unsyiah adalah rumah sakit milik Unsyiah sebagai pusat layanan kesehatan mahasiswa Unsyiah selama mereka menyelesaikan studinya diperguruan tinggi negeri dan menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disepakati. Bukan hanya di RSPN tetapi disemua rumah sakit kita harus pahami prosedurnya” ucapnya.
Pemateri kedua dihadiri oleh bapak Hamdani, AKS selaku Kepala Asuransi Bumiputera Muda yang memaparkan tentang asuransi kecelakaan untuk mahasiswa Unsyiah. Beliau menjelaskan “Asuransi Kecelakaan Diri Syariah MAHASISWA adalah asuransi yang ditujukan untuk memberikan perlindungan kepada Mahasiswa, khususnya dari risiko-risiko kecelakaan diri dan meninggal dunia biasa dengan kontribusi asuransi yang sangat terjangkau”. Pada kesempatan kali ini  SPIK juga menghadirkan Rival Perwira selaku Ketua Bidang Kesejahteraan Mahasiswa Unsyiah untuk menuntaskan masalah-masalah atau keluhan mahasiswa kepada RS Prince Nayef dan Asuransi Kecelakaan untuk mahasiswa Unsyiah, dimana "KESMA sendiri merupakan garda terdepan dalam memecahkan masalah yang terjadi pada mahasiswa" pungkasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...