Langsung ke konten utama

Kesejahteraan Lansia di Aceh Semakin Meningkat



Banda Aceh – Pemerintah Aceh dinilai sangat konsen dalam meningkatkan kesejahteraan lanjut usia (Lansia), baik dari segi kesehatan maupun kesejahteraan sosial. Hal itu terlihat dari angka harapan hidup lansia di Provinsi Aceh yang sudah mencapai usia 69,7 tahun dari angka harapan hidup lansia yang ditetapkan UU Nomor 13 Tahun 1998 tentang Usia Lanjut Usia, yaitu 60 tahun ke atas.

“Hampir 70 tahun. Dengan angka tersebut berarti angka kesejahteraan lansia semakin meningkat, ini tentu saja dipengaruhi oleh faktor makanan dan sebagainya,” ujar Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Devi Riansyah, usai mengikuti Hari Lanjut Usia Nasional (HULN) 2018 dengan tema “Lansia Sejahtera, Masyarakat Bahagia” yang digelar di area Banda Aceh Car Free Day, Minggu (16/9/2018)pagi.

Kegiatan yangdiselenggarakan oleh Dinas Sosial Aceh bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Aceh itu diikuti oleh 500 lebih lansia yang berasal dari Puskesmas santun lansia di setiap kecamatan di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, Panti Jompo Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang milik Dinas Sosial Aceh, dan masyarakat umum. 

Menurut Devi, peringatan HLUN 2018 tersebut untuk mewujudkan kesejahteraan lansia, dan untuk menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh akan terus meningkatkan kesejahteraan hidup lansia, tentunya melalui sektor pembangunan sosial dan pembangunan kesehatan. 

“Dengan acara ini kita juga ingin mengajak semua orang untuk mempersiapkan hari tua yang lebih baik, dan mengajak untuk memperhatikan bapak-ibu kita yang sudah lansia, karena kita nanti pada saatnya jika panjang umur kita juga akan memasuki usia lansia,”katanya.

Devi mengungkapkan, upaya Pemerintah Aceh untuk meningkatkan kesejahteraan untuk lansia dapat dilihat dari indikator pelayanan kesehatan, akses sibilitas, walaupun belum sempurna. Namun, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kota Banda Aceh serta hampir di semua pemerintah kabupaten/kota di Aceh terus meningkatkan layanan kesejahteraan lansia.

“Memang ini perlu kerja keras, tapi kalau melihat hari ini Kota Banda Aceh sudah sangat layak lansia dan layak disabilitas,” katanya.

Devi menyebutkan, fasilitas ramah lansia yang diberikan pemerintah untuk mendapatkan pelayanan publik saat ini semakin bagus, jalan-jalan sudah dibuat landai, di rumah sakit juga juga sudah ada jalan untuk lansia dan disabilitas, ini menunjukkan bahwa upaya untuk layak lansia itu terus ditingkatkan.

Sementara itu, Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk menghotmati lansia, karena perintah untuk hormat kepada lansia adalah perintah dalam agama Islam.

“Dalam Islam, usia lansia harus kita hormati dan harus mendapat tempat istimewa, Kita harus menghormati orang tua,” ujar Nova Iriansyah dalam sambutannya.

Nova Iriansyah juga mengajak semua pihak agar dapat meningkatkan layanan bagi para lansia agar mereka dapat hidup bahagia dan dapat melaksakan ibadah dengan berkualitas. Karena itu, katanya, bersamaan dengan momentum peringatan HLUN, Nova mengajak semua pihak untuk memberi perhatian lebih kepada lansia. 
“Mari kita ciptakan lingkungan yang ramah bagi Lansia. Jangan abaikan peran serta pandangan Lansia dalam setiap pengambilan kebijakan atau keputusan di daerah ini,” katanya.
Di penghujung kegiatan tersebut, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, dan Kepala Dinas Kesehatan, Hanif, juga menyerahkan bingkisan kepada sejumlah lansia yang hadir. Selain itu,  Aminullah juga menyerahkan piagam penghargaan kepada Dinas Sosial Aceh dan Dinas Kesehatan Aceh yang telah menjadi sponsor Banda Aceh Car Free Day minggu ini. 

Panti Regional Upaya Pemerintah Meningkatkan Kesejahteraan Lansia

Pemerintah Aceh melalu Dinas Sosial Aceh berencana untuk membangun panti jompo di seluruh Aceh yang disebut sebagai panti regional, untuk meningkatkan kesejahteraan lansia terutama yang terlantar.

“Selama ini kan mereka banyak menempati panti jompo milik masyarakat. Panti regional ini kita ingin meningkatkan fasilitasnya, kesejahteraannya, kesehatannya, ibadahnya, dan makannya,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Aceh, Devi Riansyah.

Enam panti regional yang akan dibangun tersebut direncanakan di Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireun, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Aceh Barat Daya, dan Kabupaten Gayo Lues. 

Dengan pemerintah mencanangkan pembangunan panti regional di enam kabupaten/kota nantinya, menandakan bahwa Pemerintah Aceh sangat konsen dalam mengurus lansia agar sejahtera dan nyaman, sebab para lansia juga sudah pernah bekerja untuk pemerintah Aceh.

“Maka dengan adanya panti regional ini kita harapkan agar lansia nantinya tidak lagi terlantar, apalagi pantinya nanti bertaraf nasioanl,” punkas Devi. 

Kegiatan yang dimulai dengan senam sehat itu turut dihadiri oleh Asisten III Pemerintah Aceh, Kamaruddin Andalah, Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr Hanif, Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman, Wakil Walikota Banda Aceh, Zainal Arifin, dan Ketua DPR Kota Banda Aceh, Arif Fadhilah.[Irwan/rilis]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...