Langsung ke konten utama

SMA Negeri 1 Blangkejeren Bawa Pulang 3 Gelar Juara



Dari kiri. Darmawati, S. Pd Wakasek Kesiswaan, Indah Cahaya Mentari, Kepala SMAN 1 Blangkejeren Aguswati Gulo, M. Pd., Ridho Algifari, dan Hendra Syahputra, S. Pd. Photo diabadikan usai mengikuti lomba Duta Sadar Hukum pada tanggal 27 September 2018 lalu.

Amalia Ruzikna dan Julpandi (tengah) siswa dan siswi yang berhasil meraih juara I pada lomba Duta Pelajar Kamtibmas yang diselenggarakan pada tanggal 1 Oktober 2018 lalu.

Dalam kurun waktu sekitar 2 bulan SMAN 1 Blangkejeren telah meraih prestasi. Dalam 4 kali perlombaan yang digelar oleh Dinas Pendidikan Aceh melalui Pusat Pembinaan Mutu Guru (PPMG) Gayo Lues, SMA Negeri 1 Blangkejeren berhasil sabet 3 juara.

Pertama lomba Duta Sadar Hukum yang diselenggarakan oleh PPMG bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Gayo Lues pada tanggal 27 September 2018 SMA Negeri 1 Blangkejeren meraih juara I. Kedua, pada perlombaan Duta Kamtibmas yang diselenggarakan oleh PPMG bekerjasama dengan Polres Gayo Lues pada tanggal 1 Oktober 2018 SMA Negeri 1 Blangkejeren juga meraih juara I, dan ketiga pada lomba Kawah Kepemimpinan yang digelar PPMG bekerjasama dengan Pramuka Kwarda Aceh tanggal 13 Oktober 2018  kembali meraih juara I.



Para pemenang lomba Kawah Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh PPMG Gayo Lues bekerjasama dengan Pramuka Kwarda Aceh pada tanggal 13 Oktober 2018. SMA Negeri 1 Blangkejeren itu, berhasil meraih juara I.

Kepala SMA Negeri 1 Blangkejeren Aguswati Gulo. M.Pd melalui Wakil Kesiswaan Darmawati, S. Pd mengatakan, bagi para pemenang ini nantinya akan melanjutkan perlombaan di tingkat Provinsi Aceh. Beliau berharap salah satu dari mereka menorehkan prestasi untuk Gayo Lues, Negeri Seribu Bukit yang menggema seribu hafidz juga menjadi motivasi bagi siswa yang lain, bukan saja disekolah ini akan tetapi  bagi sekolah lain di Gayo Lues.

"Semoga ketiga juara ini tetap semangat untuk melanjutkan perlombaan di tingkat Provinsi untuk membawa gelar juara. Karena anak-anak kita ini bukan saja membawa nama sekolah, akan tetapi juga membawa nama Kabupaten Gayo Lues," kata Darmawati, Sabtu (13/10/18).

Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak atas prestasi yang telah diraih oleh  siswa-siswi ini, terutama kepada guru-guru pembina, pendamping, komite dan semua pihak yang telah mendukung siswa-sisawi ini sehingga bisa meraih prestasi.  AR

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...