Langsung ke konten utama

BIREUEN DAN ESENSI DUTA WISATA


Oleh Mulkan Kautsar
Berdomisili di Pante Pisang, Kec. Peusangan, Kab. Bireuen, Aceh


Selain dikenal sebagai Kota Juang, Segitiga emas dan Tanoh Jeumpa, Kabupaten Bireuen juga terkenal dengan kekayaan kuliner yang menjadi buruan para penikmat makanan. Tersebar dari Samalanga sampai Gandapura, berbagai kuliner yang memanjakan lidah dapat dengan mudah untuk ditemui. Sebut saja seperti Sate Matang, Nagasari, Bakso gatok Kutablang, Rujak Cot Buket ataupun Keripik aneka rasa dari Kota Bireuen. Tidak hanya itu saja, Kabupaten Bireuen juga memiliki Pulot Ijo Cot Batee Geulungku, Mie Pangsit Bireuen, Bada on Mancang, Kanji Samalanga, Rujak Batee Iliek, Mie Kocok Geurugok, Bingkang Kuala sampai Pliek U Jangka.

Duta Wisata Bireuen 2018 sebagai agen promosi pariwisata mempromosikan kekayaan kuliner Kabupaten Bireuen ini pada pemilihan Duta Wisata Provinsi Aceh yang telah berlangsung pada Oktober lalu. Tahun ini Duta Wisata Bireuen mengusung tema "Bireuen the Epitome of Incredible Taste, Tapeuturi Bireuen Peusyuhu Peunajoh dari Tanoh Jeumpa.

Kabupaten Bireuen sebenarnya kaya akan potensi wisata alam, budaya, kuliner, religi dan sejarah yang tersebar di 17 Kecamatan. Namun Duta Wisata Bireuen 2018 memilih untuk mempromosikan kuliner untuk mengklaim Kabupaten Bireuen sebagai Surga Kuliner di Provinsi Aceh. Apalagi selama ini Kabupaten lain di Aceh lebih menonjolkan wisata alam dan sejarah, jadi Bireuen memilih untuk menjadi berbeda dengan membawa kuliner. Tidak hanya itu saja, Duta Wisata Bireuen juga membawa Pliek U Jangka yang dikombinasikan dengan buah-buahan lokal sebagai tester. 
Pada tahun 2018 Pemilihan Duta Wisata Aceh mengusung tema "Aceh Hebat Melalui Peran dan Aksi Nyata Duta Wisata", dengan tema ini Duta Wisata Bireuen sudah melakukan beberapa kegiatan dalam bidang wisata dan sosial seperti ikut serta dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-7, memeriahkan Malam Puisi bersama Fikar W. Eda, pengenalan seni Ratoh bruek di TK Izzatul Ummah Peusangan, Pengenalan kenampakan alam dan budaya Kabupaten Bireuen di SD Sukma Bangsa, Aksi galang dana untuk Lombok dan Palu, serta ikut dalam upacara pengibaran bendera merah putih raksasa di Cot Panglima bersama komunitas lainnya di Kabupaten Bireuen. 

Tidak hanya itu saja, Duta Wisata Bireuen juga aktif dalam promosi di media sosial dan media massa. Melalui program "One Week Discover Bireuen" duta wisata memperkenalkan potensi wisata daerah setiap minggunya dengan tema yang berbeda setiap bulan. Sebagai conton pada pelaksanaan bulan pertama mengambil tema Kuliner, kemudian dilanjutkan dengan Pantai dan Air terjun sampai pada tema seni tari di bulan desember ini. Promosi ini dilakukan dengan memanfaatkan jejaring sosial seperti Instagram, Facebook Twitter serta blog. Duta Wisata Bireuen juga memiliki Fanspage VISIT Bireuen 2018 di Facebook dan akun Discover Bireuen di Steemit. Promosi selanjutnya melalui artikel di media massa yang bisa dibaca oleh banyak orang. 

            Pemilihan Duta Wisata tingkat Provinsi memang teah berlalu, namun tugas dan tanggung jawab sebagai duta wisata daerah akan terus berjalan sampai pemilihan duta wisata baru pada tahun 2019 nanti. Walau demikian, ada sebuah motto di duta wisata yang berlaku yaitu “setahun menjabat, menginspirasi selamanya”. Melalui berbagai kegiatan yang telah dilakukan, harapannya agar bisa memberikan dampak positif bagi promosi pariwisata di Kabupaten Bireuen agar bisa bangun menjadi destinasi wisata populer di Aceh, bahkan internasional. Selain itu hal ini juga untuk mengubah stigma di dalam masyarakat bahwa pemilihan duta wisata bukan hanya sebagai ajang untuk menghamburkan uang atau hanya menjadi pagar bagus-pagar ayu saja tetapi duta wisata juga punya nilai manfaat melalui aksi nyata.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...