Langsung ke konten utama

Aksaraku


Oleh Putri Zianby Cintami
Kelas X IPA C, SMA Negeri 1 Bireun, Aceh

Pagi nan cerah, matahari pagi memancarkan sinarnya. Langit biru dengan pancaran sinar yang membuatku sungguh kagum akan ciptaan Allah.
Di ruang kelas, suara berisik terdengar bagai tak henti. Suara berisik itu terdengar hingga guru tiba di depan pintu masuk ruang kelas.

Suara berisik yang mengusik pendengaran itu, ternyata membuat guru ikut terusik. Kala itu, adalah masa-masa yang semakin dekat dengan pelaksanaan ujian nasional. Waktunya tinggal menghitung hari di SMPku.  Momentum yang menjadi catatan bersejarah dan berkesan terkait untaian kata dalam aksara penuh makna. Walau kini aku sudah meninggalkan bangku sekolah SMPku dan berada di sekolah baru, di jenjang SMA.

Menjadi catatan aksaraku. Aku Putri Zianby Cintami, kelahiran Bireuen, 10 Juli 2003 yang merasa beruntung dengan aktivitas menulis. Munculnya ibu guru di tengah berisiknya para siswa di ruang kelas, yang kemudian berubah menjadi hening, bukan karena sang guru ingin memarahi, tetapi mencari siswa yang akan tampil pada sebuah pertunjukan di hari perpisahan.

Mengetahui niat itu, para siswa pun bersorakan, gembira dan penuh rasa girang. Sorakan itu, menyebut namaku. Aku terhentak dan bertanya sendiri, mengapa harus aku. Namun, tiba-tiba terlintas dalam pikiranku bahwa ini adalah sebuah kesempatan baik untuk melatih keberanianku tampil di depan umum.

Maka, kala itu bersama temanku yang punya hobi yang sama, tergerak untuk memikirkan sesuatu untuk berkontribusi. Ya, ingin membaca puisi. Kala itu pula aku melihat ia dengan bangganya memperlihatkan puisinya, hingga membuat semangatku hampir punah. Namun, tak pula berhenti sampai di situ. Aku terpicu untuk menggubah sebuah puisiku yang akan membuat orang baper dengan apa yang aku curahkan.

Aku menulis seuntai puisi. Aku berikan judul “ Bisikan Semilir Angin”.

BISIKAN SEMILIR ANGIN
Oleh : Putri Zianby Cintami

Semilir angin mengusik hening kalbu
Seakan berbisik kini kita kan berpisah
Padahal jiwa terasa berat, dan raga terasa tak sanggup menahan rindu
Namun, apa boleh dikata?
Semua ini kan tetap terjadi

Di kala ku termenung
Memikirkan semua ini, memikirkan kisah kita yang terlalu cepat berlalu
Padahal rasanya baru kemarin ku menginjakkan kaki di tempat ini
Sebegitu cepatkah hari berlalu?

Duhai sahabat..
Perpisahan adalah hal terberat dari sebuah perjalanan
Namun perpisahan juga yang mengajari kita bagaimana cara mengikhlaskan
Tapi tetap saja tinggalkan kenangan tak terlupakan
Lagi lagi, Semilir angin mengusik pikiran kosongku
Sambil membisikkan kata kata perpisahan
Oh angin sudahlah, diri ini tak kuat mendengar kata kata itu
Semakin lama Semilir angin semakin terdengar dengan jelas
Seakan itu kode bahwa diri ini harus menerima segalanya
Baiklah, meski terasa berat namun aku akan mencoba
Pada perpisahan ini, untuk membuang semua bagian sedih dan hanya menyisakan bagian yang indah saja..
Karna pada sejatinya, semilir mengajari kita menerima sebuah perpisahan dengan pertemuan yang hangat pada esok hari..

Usai menuliskan puisi itu, aku merasa lega. Maka, puisi itu pun kuperlihatkan pada teman-temanku. Aku semakin termitivasi, karena mendapat respon dari teman-teman yang membacanya.
“ Wah,bagus kata-katanya,bikin baper. Kata-katanya masuk bangat” ujar teman-teman.

Semua ini membakar semangatku untuk terus berkarya. Aku benar-benar jatuh cinta pada menulis. Kini aku semakin sering mencurahkan isi hati lewat aksara, puisiku. Apa pun perasaan yang kurasa, akan kucurahkan lewat puisi. Alhamdulillah. Sudah puluhan puisi yang aku gubah. Aku bangga dan suka melanjutkan kisah aksaraku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...