Langsung ke konten utama

Aku Punya Mau



Oleh Khairanil Fitri
Guru SMA Negeri 1 Bireun, Aceh

Menulis, salah satu dari empat ketrampilan berbahasa itu, sesunggunya merupakan ketrampilan berbahasa yang sangat menyenangkan. Menulis menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan pikiran, pendapat atau bahkan mereproduksi berbagai macam informasi, pengetahun dan lainnya lewat tulisan. Karena menulis tersebut sebagai kegiatan yang menyenangkan dan membanggakan, sebenarnya banyak sekali orang di dalam masyarakat kita yang ungin menggunakan ketrampilan ini untuk berbagi informasi, pengetahuan dan ilmu pengetahuan.  Namun ketika ingin menulis, banyak hal yang menghambat. Banyak hal yang mengganjal, sehingga sulit mewujudkan tulisan.

Seringkali, ketika punya keinginan untuk menulis rintangan besar yang pertama muncul adalah tidak adanya ide atau gagasan yang akan ditulis. Padahal, ide itu adalah yang harus ada. Bagaimana bisa menulis kalau tidak ada ide? Mengawang-awang  bukan? Oleh sebab itu, kalau ingin menulis, maka hal yang harus lebih dahulu dilakukan adalah menemukan ide apa yang harus ditulis. Setelah menemukan ide, maka ide tersebut menarik untuk ditulis. 

Banyak orang yang kesulitan mencari ide, banyak pula yang mudah. Anehnya, setelah ide ditemukan, ternyata ada hal lain pula yang sering mengganjal. Seringkali, setelah ide itu muncul, kita terkendala lagi dengan kehabisan meteri yang harus digali.  Alhasil, tulisan kita tidak rampung .

Berikut ini adalah pengalaman unik yang penulis pernah hadapi ketika membaca postingan sebuah puisi teman yang ada di grup WA guru-guru bahasa Indonesia. Judul puisi itu adalah “kupinjam Resahmu” karya Mukhlis Puna. Usai membaca puisi tersebut, keajaiban pun terjadi dalam diri penulis. Ya, setelah membaca postingan puisi teman ini , muncul lah kekuatan yang luar biasa dalam diri penulis. Dalam durasi 15 menit, penulis mampu melahirkan puisi yang merupakan balasan puisi sang teman tersebut.   Inilah bait-bait puisi tersebut.:

             Kupinjam Engkau Resahku 
               Karya Khairanil Fitri 

Pada embun yang berhenti mengucur
Pada mentari yang sebentar  lagi mendongak 
Kumulai bertelanjang 
Menebar pesona luka yang menganga

Sambutlah gunung deritaku 
Yang melebihi Krakatau di selat Sunda
Kurelakan dahagaku 
Yang di sepanjang usia 
Tak pernah sirna bagai aliran darah yang terus 
Mengalir di usus yang robek 
Sambut-sambutlah 
Ambil, ambillah 
Gunung deritaku dan bagikan untuk tikus-tikus 
Berdasi yang tak pernah berhenti menagih 
Tambahan finansial 

Padahal baru sebentar melintasi got
Dan emperan yang beraroma janda 
Ditinggal mati suaminya .

Itulah puisi yang menurut penulis sendiri terasa lumanyan bagus.  Puisi ini membuat penulis merasa percaya diri. Walau seringkali, ketika ide itu muncul, kita sering tidak memanfaatkan ide yang sedang ada, lalu cendrung membiarkan ide tersebut hilang melayang entah ke mana. Padahal ide itu tidak selalu  muncul. Oleh sebab itu, ide itu sangat penting dan selayaknya ketika ide itu datang, jangan biarkan ia melayang, tetapi manfaatkanlah sekecil apa pun. Catat atau tulislah ide itu agar tidak hilang. Ingat, taka da ide, maka tidak ada tulisan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...