Langsung ke konten utama

SABANG MENJADI PILOTPROJECT SISTEM APLIKASI MALNUTRISI TERINTRGRASI



Sabang, Potretonline.com /31 Januari 2019. Permasalahan dan Penanggulangan malnutrisi juga merupakan peningkatan Kesehatan ibu dan anak. Permasalahan ini tentunya memerlukan upaya yang harusnya bersifat inovatif ,ekstensifikasi dan intensifikasi pelayanan, disesuaikan dengan kondisi dan situasi daerah baik skala Nasional hingga sampai ketingkat gampong, prioritas masalah kesehatan ini tentunya merupakan tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah dan masyarakat itu sendiri yang merupakan orang orang yang melihat dan memahami permsalahan di sekitarnya .
Sementara itu sabang sendiri termasuk Kota yang sangat majemuk secara social membuat masalah ini menjadi penting untuk meningkatkan permasalahan Mal Nutrisi pada anak dan Ibu hamil di 18 Desa di 2 Kecamatan Di Sabang.sehubungan dengan permasalahan Malnutrisi dan stunting pada anak merupakan persoalan krusial dan harus segera ditangani, setiap 1 dari 4 balita di Kota Sabang mengalami stunting. Fakta ini berdasarkan data aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat pada tahun 2018 yang menyebutkan sebanyak 540 dari 2.037 balita di Kota Sabang mengalami malnutrisi dan stunting, atau sebesar 26,5%. Untuk penanganan malnutrisi dan stunting sekaligus menuju kota Sabang sejahtera, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk bantuan tunai anak yang universal (universal cash grants/USG)dilakukanmelalui transfer dana tanpa syarat kepada seluruh keluarga di Kota Sabang yang memiliki anak usia 0-6 tahun. Pelaksanaan program ini akan diiringi dengan penguatan pemahaman dan pendampingan kepada keluarga dan masyarakat agar bantuan tunai tepat guna dan memenuhi kebutuhan esensial anak. 
Melalui Kegiatan pelatihan penggunaan Aplikasi ini yang dilaksanakan di Aula Akper Dinkes yang berlangsung dari tgl 30 Januari hingga 1 Februari 2019, kedepannya Aplikasi Secara Online melalui perangkan telepon seluler yang diisi oleh Bidan Desa dan Kader Posyandu secara berjenjang dan berkelanjutan dan nantinya akan memudahkan pihak pihak pengambil keputusan dan Kebijakan untuk menyelesaikan Permasalahan Mal Nutrisi sesusai dengan Program Aceh Sehat yang akan menyelesaikan Permasalahan Stunting di tahun 2020. Dan Aplikasi ini juga diharapkan para pengguna (User) Memahami situasi dan kondisi Daerah untuk perbaikan metode pelaporan dan penampilan data secara mudah dan platform data online terkait penanggulangan malnutrisi dan peningkatan Kesehatan ibu dan anak dan terkoneksi dengan berbagai program sejenis yang dillakukan Unicef Di aceh

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sabang dr .Titi Yuniarti.MKT mengharapkan kepada para peserta Training Ini untuk bisa menggunakan Aplikasi ini dengan baik sehingga memudahkan Dinas Kesehatan dan Pihak Pihak Terkait lainnya mampu melihat sejauh mana Mal Nutrisi Di Kota Sabang dan memudahkan pihak lainnya untuk menyelesaikan permasalahan Mal Nutrisi termasuk Stunting yang saat ini juga sudah cukup tinggi.dr Titi juga mengucapkan terima kasih kepada Unicef dan Flower Aceh yang cukup serius dan merasa bahwa sabang menjadi Perhatian dan Kepala Dinas Juga mengingatkan  kepada Kader Posyandu ,Bidan Desa,tenaga puskesmas untuk mempersiapkan data yang baik dan benar guna memudahkan menggunakan aplikasi ini yang tentunya bisa memudahkan para pengguna Juga.
Kegiatan ini juga didukung Oleh UNICEF sebagai Badan Dunia yang Fokus terhadap anak termasuk salah satunya adalah mendukung Provinsi Aceh untuk bebas Stunting, Melalui Unicef Perwakilan Aceh dan bersama Mitra Pelaksananya Flower Aceh merasa Kegiatan uji coba pelaporan dan sistem data online real time terintegrasi ke berbagai sistem yang sudah ada dan Workshop ini dilakukan bagi tenaga puskesmas, polindes atau poskesdes, dan kader untuk memaparkan model pelaporan data online terkait malnutrisi dan kesehatan ibu dan anak,dan tentunya akan dilanjutkan dengan ujicoba langsung di lapangan dengan mengambil sampel salah satu Posyandu di masing-masing wilayah kerja Puskesmas, untuk dapat langsung berinteraksi dengan kader dan bidan desa.


Staff Flower Aceh

Rhyan Abdilla
Ph. 08126918272

Narahubung:
1.    Riswati, Direktur eksekutif Flower Aceh- Ph 08116821800

2.    Diana, Distric Facilitator Flower Aceh -085260898441

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...