Langsung ke konten utama

Ayo Nulis Tentang Ramadan Sejuta Cita dan Cerita



Hari ini hari ke sembilan berpuasa, khususnya yang memulai puasa pada tanggal 6 April 2019. Bisa jadi ada yang hari ini, baru haru ke delapan, karena memulainya telat satu hari atas alasan dan pertimbangan di luar keputusan pemerintah. Ya, pokoknya besok sudah 10 hari. Begitu cepat berjalannya waktu. Nah, selama hampir 10 hari berpuasa, apa saja aktivitas anda? Apakah anda memilih tidur-tiduran atawa bermalas-malasan? Seharusnya di bulan Ramadan sebagai bulan Tarbiyah, kita bisa memperbanyak aktivitas pembelajaran. Betapa banyak pelajaran yang ada dan bisa kita petik di tengah masyarakat kita di bulan puasa ini. Sayang kalau tidak kita jadikan sebagai momentum untuk melakukan kebaikan.

Banyak cara untuk melakukan kebaikan. Kita bisa saling berbagi. Ya, bukan hanya berbagi rezeki dalam bentuk finansial, tetapi juga berbagi ilmu, lewat kegiatan ceramah atai diskusi. Akan lebih berkesan kalau kita gunakan waktu luang di bulan Puasa ini dengan melakukan aktivas membaca dan menulis. Bisa menulis apa saja, kapan saja dan dimana saja.

Kalau anda sudah menulis, jangan malu, jangan takut untuk mengirimkan ke majalah POTRET atau www.potretonline.com. Silakan kirim tulisan-tulisan  anda dalam berbagi bentuk. Bisa puisi, cerpen, opini, feature, cerita perjalanan dan lain-lain. Ayo donk. Menulis sekitar Ramadan juga sangat boleh.

Hmm, ditunggu ya kiriman tulisannya

Selamat berpuasa

Salam

Redaksi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...