Langsung ke konten utama

Merajut Asa Melalui Pendidikan Non Formal

Dok. POTRET

Oleh: Dony Purnomo, S.Pd 
Tutor PKBM Dharma Sastra Wonogiri Jawa Tengah

Pendidikan adalah bagian penting dalam proses kehidupan manusia. Hanya saja kadang berbagai kendala sering dihadapi mulai dari kesempatan, hingga masalah ekonomi sebagian orang tak dapat mengenyam pendidikan formal. Kadang mereka hanya menempuh SD, kemudian lanjut bekerja karena masalah ekonomi. Adapula yang lebih beruntung dapat mengenyam pendidikan hingga SMP, namun karena masalah ekonomi mereka tak dapat melanjutkan ke SMA formal dan harus bekerja mencari penghidupan.
Seiring berjalannya waktu, mereka baru sadar jika pendidikan adalah bagian penting dalam perjalanan hidup, karena dalam tuntutan dunia kerja maupun kemasyarakatan ada yang mensyaratkan pendidikan minimal SMA sederajat. Baru sebagian diantara mereka menyadari tuntutan zaman itu harus dipenuhi demi eksistensi diri di masyarakat dan dunia kerja.
Kejar paket merupakan salah satu pilihan yang mereka ambil demi menyambung pendidikan dan menyambung hidup. Kebanyakan dari mereka telah bekerja dan yang memungkinkan untuk ditempuh adalah memalui kejar paket baik paket A, kejar paket B maupun kejar paket C. Pilihan ini dijadikan keputusan karena system belajar yang flkesibel dan bisa dilakukan di sela-sela kegiatan bekerja.
Proses pembelajaran yang dilakukan di kejar paket biasanya sistem belajar berbasis modul dan tatap muka. Pembelajrn berbasis modul dilakukan untuk menunjang waktu pembelajaran yang tidak sepadat di sekolah formal. Praktiknya, mereka dibagikan modul untuk dipelajari di rumah dan saat jam pembelajaran tatap muka barulah guru menjelaskan atau lanjut dilakukan evaluasi dari materi modul yang telah dibagikan kepada warga belajar.
Di era teknologi yang sudah berkembang seperti saat ini ada pula yang sudah menerapkan blended learning berbasis aplikasi. Misalnya pembelajaran blended learning berbatuan aplikasi whatsapp yang dimiliki oleh warga belajar. Tutor dan warga belajar saling berinteraksi dan belajar bersama melalui aplikasi whatsapp dan ketika pertemuan tatap muka tinggal melakukan penajaman materi pembelajaran yang dipelajari melalui aplikasi.
Kini dukungan pemerintah dalam penyelenggaraan kejar paket juga semakin nyata dan baik. Kini banyak PKBM yang telah memperoleh BOP dari pemerintah pusat untuk menunjang proses dan kebutuhan dalam pembelajaran, sehingga dana dalam penyelenggaran PKBM tak perlu lagi memungut dari warga belajar sehingga bagi warga belajar yang kurang mampu dapat terwadahi oleh program kegiatan kejar paket.
Dengan berbagai kemudahan dalam proses belajar ini semoga memberikan motivasi kepada warga belajar untuk terus menggapai asanya dalam menempuh proses pendidikan. Meskipun melalui pendidikan non formal semoga dapat memberikan secercah harapan bagi mereka yang tak dapat mengenyam pndidikan formal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...