Langsung ke konten utama

Warga Harus Tetap Waspada Kebakaran Selama Ramadhan



Banda Aceh,07/05/19 - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman meminta warga Banda Aceh tetap meningkatkan kewaspadaan kebakaran selama Ramadhan 2019 ini guna mengurangi risiko bencana.

Permintaan ini disampaikan Wali Kota saat melakukan pengecekan kesiapan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh di Jl Soekarno-Hatta, Geuceu Meunara Banda Aceh, Senin (6/5/2019).

Usai menanyakan kesiapan armada dan petugas kepada Kepala DPKP Kota, M Nurdin, Wali Kota kemudian mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kebakaran.

Katanya, selama Ramadhan aktifitas memasak di rumah-rumah warga terjadi  peningkatan, terutama jelang sahur dan berbuka puasa. 

“Kadang kebakaran terjadi akibat lupa mematikan kompor. Pastikan kompor telah dimatikan usai memasak dan saat meninggakan rumah. Listrik juga salah satu penyebab kebakaran, matikan alat elektronik yang tidak perlu,” Aminullah mengingatkan.

Kata Wali Kota, kalau terjadi kebakaran langkah pertama segera menghubungi petugas pemadam kebakaran di nomor 0651-113. 

“Segera telpon petugas pemadam di nomor 0651-113. Petugas di lima titik lokasi yang tersebar di Banda Aceh siaga 24 jam,” kata Aminullah.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh, Nurdin menyatakan petugas selalu siaga 24 jam melayani warga kota. Meski kasus kebakaran dari 2017 ke 2018 menurun, namun dirinya tetap meminta petugas siaga penuh dan siap melakukan evakuasi saat bencana kebakaran terjadi.

“Memang kasus kebakaran menurun, dari 27 kasus kebakaran tahun 2017 turun menjadi 17 kasus di tahun 2018. Namun kita tetap siaga sesuai permintaan Pak Wali,” ungkap M Nurdin. (mkk)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...