Langsung ke konten utama

Sabyan Gambus Siap Hibur Warga Kota

Dok.Seleb-Tempo.co


Banda Aceh -  Malam ini, grup musik Sabyan Gambus siap tampil di Lapangan Blang Padang untuk menghibur warga Kota Banda Aceh dengan tembang-tembang religinya.

Kepastian itu disampaikan Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman usai memimpin rapat evaluasi persiapan konser untuk memeriahkan resepsi HUT Banda Aceh ke-814 tersebut, Senin (17/6/2019) di balai kota.

Dijadwalkan, Nissa Sabyan dan kawan-kawan akan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda nanti malam dan menginap di Hermes Palace Hotel. "Besok siang kita juga akan gelar jamuan makan siang bersama Sabyan di pendopo," katanya.

Pada puncak acara nanti, Sabyan akan tampil sekira jam 21.30 WIB selama satu jam. Sebelumnya ada penampilan penyanyi Aceh Rialdoni. "Teristimewa, kita juga akan me-launching lagu Kota Gemilang plus penutupan Festival Mie Aceh," kata wali kota.

Mengingat acara diprediksi bakal dihadiri oleh puluhan ribu pengunjung, ia pun mengimbau masyarakat agar dapat menjaga ketertiban dan keamanan demi kenyamanan bersama. "Ini acara kita, oleh kita, dan untuk kita. Mari kita jaga bersama demi suksesnya acara," imbaunya.

Ia menambahkan, antara penonton pria dan wanita juga akan dipisahkan dengan pagar pembatas. "Pintu akses ke lokasi konser juga akan kita pisahkan agar lebih tertib. Di-backup kepolisian, kita juga akan memberlakukan sistem buka-tutup arus lalulintas di seputaran Blang Padang," katanya. (Jun












Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...