Langsung ke konten utama

BKPRMI Aceh Distribusikan Qurban Ke Daerah Pelosok



Banda Aceh - Qurban merupakan salah satu ibadah sunah umat muslim dan wujud kepedulian sosial untuk memberi kebermanfaatan bagi orang lain. 

Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) provinsi Aceh memanfaatkan momentum Idul Adha 1440 Hijriah dengan menggelar program BKPRMI Berqurban. 

Ketua Umum DPW BKPRMI, DR Mulia Rahman melalui Humas BKPRMI Aceh, Abdel Shabur menyebutkan terbatasnya hewan qurban di daerah pelosok Aceh menjadi dasar bagi BKPRMI Aceh menyalurkan hewan qurban ke daerah pelosok. 12/8/2019.

Mulia mengatakan, tahun ini BKPRMI menyalurkan 2 ekor lembu dan 1 ekor kambing. Ini merupakan sumbangan dari jajaran pengurus serta pihak lainnya.

"Tentunya ini juga bagian dari program kerja BKPRMI Aceh, guna meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat, karena qurban di beli di gampong sekitar lokasi, membangun kesadaran berqurban bagi masyarakat setempat, untuk mensyiarkan qurban di tahun tahun berikutnya." Sebut Mulia.

Mulia menilai saat ini sapi qurban di wilayah kota Banda Aceh agak membludak, sehingga pihaknya dirasa perlu untuk berbagi ke Kabupaten lain di desa terpencil atau pelosok.

"Alhamdulillah tahun ini BKPRMI menyalurkan qurban di Aceh Barat Daya, Kecamatan Babahrot gampong Ie Mirah, Simpang Trangon, serta di Aceh Besar ada dua titik yaitu, gampong Brandeh, kecamatan Mesjid Raya, dan gampong Lam Carak kecamatan seulimeum Aceh Besar." Pungkasnya.

BKPRMI Aceh dibawah kepemimpinannya menargetkan bahwa tahun 2020 jumlah pequrban lebih ramai.

"Sehingga BKPRMI dapat membantu menyalurkan 23 Ekor Sapi qurban ke setiap kabupaten kota di seluruh Aceh dan implementasi Islam Rahmatan lil `alamin juga dapat dirasakan dengan qurban-qurban disebar ke seluruh kabupaten kota.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...