Langsung ke konten utama

Kiki’s Kitchen



Oleh Zahra Zulchayra
Mahasiswi Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar-Raniry, Darussalam, Banda Aceh

Dari dulu hingga sekarang, kuliner selalu tak lekang oleh waktu. Begitu juga dengan usaha kuliner tak pernah hilang eksistensinya di kalangan masyarakat. Di Indonesia sendiri selalu kita jumpai usaha-usaha kuliner dan tentunya juga banyak yang berminat. Usaha kuliner tak pernah absen pada usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa sangat suka membeli makanan. Begitu juga dengan  yang menjual, di jaman sekarang ini yang membuka usaha kuliner tak pandang usia, mulai dari remaja hingga dewasa sangat suka membuka usaha ini. Di jaman sekarang ini sering kita lihat inovasi-inovasi kuliner, mulai dari kuliner tradisional, modern, western hingga kuliner kekinian sering kita jumpai. Semua itu tergantung selera konsumen.

Membahas tentang usaha kuliner, penulis tertarik membahas kuliner yang tak kalah lezatnya dan memiliki banyak menu yang ditawarkan, yaitu KIKI’S KITCHEN. Usaha yang didirikan pada tahun 2016 oleh seorang ibu rumah tangga yang bernama Riski Amalia yang akrab dipanggil Kiki dan memasak memilki arti sendiri bagi Kiki,yang berlokasi di Lam Ara ini.
Dulu usaha ini bernama Kiki’s Brownies, dan di awal membuka usaha ini, ternyata disambut baik oleh konsumen dikarenakan harga yang terjangkau serta rasa yang lezat, membuat kuliner ini mendapat perhatian khusus oleh konsumen. Awalnya usaha ini hanya menjual berbagai macam bolu, brownies dan aneka kue lainnya yang cocok untuk merayakan ulang tahun, maupun acara penting lainnya. Seiring berjalannya usaha, konsumen banyak meminta makanan lainnya seperti kue kering, dan bahkan makanan seperti cathering sering diminta. Maka dari itu, nama Kiki’s Brownies diubah menjadi Kiki’s Kitchen, dimana akan banyak produk yang dilahirkan dari dapur Kiki.

Bisnis makananan memiliki pontensi sendiri, dimana selalu menjanjikan. Bisnis makanan melalui orderan tidak menggangu kesibukannya sebagai seorang Ibu. Untuk memulai usaha ini tidaklah mudah, dimana kekurangan modal merupakan permasalahan yang sangat rumit kala itu. Tetapi dengan tekat yang kuat Kiki memulai usahanya dengan modal seadanya. Dimana karena system penjualan menggunakan sistem orderan, membuat ia langsung menerima orderan dan melanjutkan hingga sekarang ini. 
Selain itu untuk memulai usaha, yang harus dilakukan adalah memisahkan uang pribadi dengan modal, mempersiapkan tempat dan mempersiapkan peralatan.

Adapun langkah awal yang dilakukan untuk menarik orderan ialah memberikan harga  promosi, harga promosi sangat berpengaruh dalam memulai usahanya. Harga promosi ini sangat menarik perhatian konsumeen yang hanya ingin menyicip saja dan tidak ingin mengeluarkan dana terlalu besar dan itu merupakan kesempatan untuk membuat pelanggap tetap yang terpesona dengan rasanya. Adapun langkah selanjutnya adalah memberikan bonus pada pembelian tertentu. Strategi ini berguna untuk membuat pelanggan bertahan. Satu hal lain yang sangat penting dalam sebuah bisnis adalah konsisten.

Dilihat dari perkembangan usaha yang sangat baik, ternyata ada masalah yang harus dihadapi ketika memulai usaha yaitu keterbatasan dana, peralatan yang tidak memadai serta persaingan yang banyak. Seperti yang kita ketahui bahwa usaha kue sudah sangat banyak. Tetapi setiap masalah akan selalu ada solusinya, untuk menghadapi masalah itu hal yang dilakukan ialah membuat proposal. 

Alhamdulillah usaha ini membuahkan hasil yang baik dimana, mendapatkan bantuan peralatan, sehingga hanya perlu menyiapkan modal serta tempat usaha. Alhamdulillah pula usaha hingga sekarang masih terus berkembang.

Setiap usaha memiliki kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman yang berbeda, hal ini bisa kita identifikasi dengan analisis SWOT. Setiap usaha harus memperkirakan analisis ini, tujuannya untuk mempertahankan eksistensi usaha itu sendiri. Adapun kekuatan dari usaha ini adalah harga yang bisa disesuaikan konsumen, dalam memesan kue konsumen langsung bisa memesan kue dengan harga yang mereka sanggup, dekorasi cake yang kekininan dan bisa di pesan sesuai selera, banyak variasi, tidak mmenggunakan pengawet seta halal.
Setiap usaha pasti ada kelemahan dan kelemahan  dari usaha ini sendiri yaitu makanan yang tidak tahan lama, sehingga tidak bisa dikirim dalam jarak yang sangat jauh karena makanan akan basi saat proses pengiriman, dan kelemahan lain dari usaha ini yaitu tempat yang kurang strategis serta tidak adanya jasa antar pesanan.  Kondisi ini membuat konsumen kewalahan dalam mengambil pesanan.
Selain kekuatan dan kelemahan, usaha ini memiliki peluang serta ancaman. Adapun peluangnya yaitu bisnis yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman, peluang akan terus bertambahnya konsumen, serta yang paling penting adalah peluang pemindahan tempat, dimana akan pindah tempat yang lebih strategis dan terjangkau serta akan adanya jasa mengiriman pesanan. Dengan banyaknya peluang usaha ini tidak bisa  terhindar dari ancaman-ancaman seperti banyaknya perssaing dalam bisnis yang serupa. Tetapi ancaman ini tidak akan membuat tekat dalam berbisnis menjadi turun. Bahkan ini menjadi motivasi dalam terus berusaha. Tak lupa pula untuk selalu bersyukur kepada Allah serta kerabat yang selalu mendukung lancarnya usaha ini. Begitulah ucap Kiki saat di tanyai tentang usaha Kiki’s Kitchen ini. Usaha ini berlokasikan di Lam Ara, dan jika penasaran akan usaha ini bisa saja langsung datang ke tempat usaha atau melihat di laman Instagram @Kiki’sKitchen di situ tertera nomor yang bisa dihubungi jika ingin bertanya-tanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...