Langsung ke konten utama

Selamatkan Bendera Merah Putih, Seorang Pembina Pramuka Panjat Tiang Bendera


Banyumas- Tidak seberuntung Joni yang mendadak mendunia dan banjir hadiah lantaran memanjat tiang bendera atau seheroik Sukamrat Hakim, guru dari Makasar yang mendadak tenar. Aksi guru di SMK-IT Ma'arif NU 1 Karanglewas ini juga patut diapresiasi.

Bertepatan dengan hari pramuka ke 58, ratusan anggota pramuka penegak di SMK-IT Ma'arif NU 1 Karanglewasmengikuti upacara bendera di halaman madrasah, Rabu (14/8). 

Awalnya upacara berjalan begitu hidmat, para anggota berbaris dengan rapinya saat pemimpin upacara memberikan aba-aba siap. Namun saat pengibaran bendera merah putih, peserta upacara mendadak riuh. Bendera Indonesia tetiba tersendat di tengah tiang bendera dan tidak bisa sampai pucuk. 

Tidak lama berselang, Kak Burhanudin, pembina Pramuka di SMK-IT Ma'arif NU 1 Karanglewas beranjak memanjat tiang bendera tersebut. 

Menurut kesaksian salah satu peserta upacara, Ratih Respati bendera tersebut tidak bisa naik lantaran ada yang nyangkut. Dan akhirnya Kak Burhanudin memberanikan diri memanjat tiang bendera tersebut. 

"Sewaktu upacara peringatan hari pramuka di SMK-IT Ma'arif NU 1 Karanglewas, tetiba bendera tersebut tidak bisa naik, lantaran ada yang menyangkut. Namun tetiba Kak Burhanudin memberanikan diri memanjat tiang tersebut, dan akhirnya upacara kembali berjalan," kata pembina Pramuka di madrasah tersebut.

Berkat aksinya, pengibaran bendera merah putih saat upacara peringatan hari pramuka kembali berlanjut. Ratusan peserta lantas bersuka cita usai upacara. (Fajar Pujianto

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...