Langsung ke konten utama

SEMANGAT PESERTA MUSABAQAH HIFZIL QURAN DI ANJUNGAN ACEH - TMII JAKARTA


Jakarta,  Potretonline.com. 04/08/19. Badan Penghubung Pemerintah Aceh,melalui subbid Promosi dan Pameran  menggelar MUSABAQAH HIFZIL QURAN untuk usia 9 -14,  bertempat di Anjungan Aceh Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta mulai pukul 09 Wib hingga selesai,  Ahad, (4 /8/2019 )

Kegiatan promosi seni budaya Aceh yang religius islami ini  dihadiri oleh Manager program Budaya dan Koordinator Anjungan Daerah ibu Dra.Ir. Ertis Yulia Manikam dari Manajemen TMII, dihadiri oleh 14 anggota DPRD propinsi Sumatera Selatan yang mengkhususkan diri hadir sesuai undangan yang mereka terima, serta para tamu delagasi dari parlemen bangladesh yang mengunjungi TMII.  Tepat pukul 9.00 WIB acara dimulai dengan Devile para  peserta Tahfiz yang berjumlah 70 peserta .

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh  yang  diwakili oleh Kasubbid Promosi dan Pameran/ Kepala Anjungan Pemerintah Aceh -TMII Jakarta, Ir .Cut Putri Alyanur MM, didampingi oleh manajemen TMII membuka acara MTQ ini dengan memukul rebana diiringi lantunan Talaal Badru oleh majelis taklim  baitussakinah,.

Dalam sambutannya Kepala Badan  Penghubung  menyampaikan ucapan terimakasih dan harapan  kepada para lasykar pejuang Islam dan pedang rasulllah ini agar terus menyematkan semangat menjadi obor Islam di kehidupannya,  dalam membangun karakter generasi muda yang berwatak,  guna  menggapai insan akhlalkul Karimah .
Juga ucapan terimakasih kepada TMII yang selalu sinergi dengan  memberi atensi dan apresiasi untuk semua kegiatan yang digagas oleh Anjungan Pemerintah  Aceh.

HIFZIL Qur'an  Tahun 2019 , diikuti  oleh 71 peserta utusan dengan rincian, utusan rumah Tahfiz 12 orang, SD 34 orang , Rumah Alquran 16 orang , Madrasah ibtidaiyah 7 orang dan utusan perorangan 2 orang.

Dengan  tema "Cahaya Alquran wujudkan anak anak generasi penerus Islam yang berakhlak mulia dan beradab." Para peserta  MUSABAQAH  yang berprestasi akan meraih hadiah  berupa Trophy tetap Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh, uang tunai dengan  total sejumlah Rp 10.000.000,untuk  6 pemenang dan trophy,  sertifikat  masing masing dari Kepala  Badan Penghubung Aceh dan Dirut TMIi. Jakarta sedangkan untuk seluruh peserta yang berpartisipasi dan belum memperoleh prestasi  juga diberi apresiasi berupa hadiah uang tunai dan penyemangat  sejumlah Rp.100.000,

 Dewan hakim  yang bertugas menyimak dan menilai adalah para hafiz. Kaliber internasional  yang sudah dikenal kiprahnya di ajang  MUSABAQAH,  sebagai Qariah, Qari dan dewan hakim,  seperti  ustazah Ida dari Bayt Alquran, ustad Naif Adnan dari Kemenag dan ustad Qadarasmadi Bilal terkenal Mesjid Istiqlal.

Acara musabaqah berlangsung dramatis ketika pada penampilan peserta no undian 31 tiba tiba seluruh listrik di TMII mati, seluruh peserta, panitia serta dewan hakim terdiam.
Ternyata informasi yang di dapat adalah aliran listrik padam menyeluruh di Jakarta, Banten sampai Cirebon .

Musabaqah tetap berlanjut dengan tanpa mikropon, dan listrik yang  tidak menyala.
Gelaran karpet merah  di atas panggung pertunjukan HIFZIL Anjungan Aceh  menjadi saksi betapa para pedang rasulllah itu tak gentar dan tetap semangat, dalam segala keterbatasan fasilitas.

Para dewan hakim rela  duduk di karpet merah mendekati para hafiz yang sedang melantunkan hafalannya.hingga penampilan peserta usai., dan ketika dewan hakim mengumumkan 6( enam )  peserta yang terbaik , AYESA FARAH ALFATUNNISA meraih predikat hafizah terbaik di peringkat 1, Fildza Khairiyan di peringkat 2, Sitti Hajar Salwa di peringkat 3, Muttaza alaina di peringkat harapan 1, Gema Rasya Kaka di harapan 2 dan Zahwa Anggraini di pemenang harapan  3..

Terimakasih para pedang Rasulllah , kita jumpa lagi dalam syiar Islam bagimu generasi muda bangsa di tahun 2020 ..insya Allah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...