Langsung ke konten utama

ANDAI AKU BISA MEMILIH



Oleh  Dr. H. Roeslan Abdul Gani, M. Pd 
Mantan Kadisdik Pidie Jaya


Awalnya aku seperti anak anak yang lain pikirku, 
Di rumah dan di sekolah, aku dan beberapa teman ku lainnya baru merasakan adanya sedikit perbedaan dengan orang lain
Bahkan ada di antara kami tidak menyadari adanya perbedaan tersebut. 
Bahkan ada teman saya yang berpikir (mungkin) mereka yang tidak sama seperti kami lah yang kekurangan. 
Namun di balik semua itu, 
Karena aku, anda dan kita semua yang terlahir adalah bibit unggul yang telah mengalahkan ribuan bahkan jutaan saudara kita sendiri di rahim ibunda kita masing masing. 
Jadi walaupun kami seperti ini dan anda seperti itu, berbeda kata orang. 
Seiring perjalanan waktu, aku menyadari kita memang berbeda. 
tentu aku dan ibunda tidak akan memilih terlahir dan hidup seperti ini. 
Sekali lagi kami bersyukur pada sang Khaliq, kami telah diberi kesempatan seperti ini bersekolah, bermain, padahal tidak sedikit teman kami yang lain tidak bisa bersekolah,
Dan mereka tak bisa dan tidak mungkin marah, karena mereka tahu kami tidak mengerti tentang marah. 
Terima kasih para guru kami,


tumbuh sebagai anak yang normal, 
Lambat laun, berganti hari ke tahun aku pun tumbuh seperti ini,
Kami pikir, mereka seperti kami dan kami pun seperti mereka. 
patut kami syukuri Allah SWT yang telah memilih dan memberi kami hak untuk hidup.
Awalnya adalah sama, sama sama bibit unggul yang telah menang untuk dilahirkan. 
Tetapi meski terlahir seperti ini, ini bukanlah pilihan kami dan ibunda, suratan takdir udah pasti. 
Andai kami bisa memilih, 
Aku dan teman ku juga ingin terlahir dan hidup seperti teman temanku di luar sana, hidup normal kata orang. 
walaupun mereka hidup normal. 
Terima kasih ibu dan ayahnda serta guru yang telah menuntun, membimbing, mengajari kami semua seperti ini dengan penuh sabar. 
Kadang wajah mereka penuh peluh, namun mereka tetap tersenyum. 
Kami yakin mereka sangat ikhlas bersama kami. 
semoga abdimu dibalas oleh Allah SWT, 
doa kami agar anda selalu dan selamanya, dimanapun dan kapanpun tetap bahagia...semoga kita menjadi husnul khatimah....amin.

Puisi ini saya persembahkan untuk anak-anak inklusif, orang tua, dan para guru....
by Dr. H. Roeslan Abdul Gani, M. Pd (mantan Kadisdik Pidie Jaya)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...