Langsung ke konten utama

Anwar Mizan dan Cut Kamila Mewakili Bireuen ke Pemilihatn Putera dan Puteri Pariwisata Nusantara


Anwar Mizan dan Cut Riska Kamila, Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 akan segera mewakili Kabupaten Bireuen dalam Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara Provinsi Aceh2019 pada tanggal 08-11 September mendatang di Kota Banda Aceh. Pada tahun ini, pemilihan Putra Putri PariwisataNusantara Provinsi Aceh akan mengusung tema ”Peran Millenial Aceh Menuju Era Industri Pariwisata 4.0”. Oleh karenanya, sebelum memulai karantina Anwar dan Cut sudah mempersiapkan diri dari segi mental, ketenangan dan ilmu (keagamaan, kepariwisataan, dan kebudayaan).
Dalam pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara Provinsi Aceh 2019 kali ini, Anwar dan Cut juga siap untuk memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Bireuen. Menurut Anwar, banyak potensi dari Kabupaten Bireuen yang harus dikunjungi baik wisata sejarah yang sangat kental kedaerahannya, ada juga wisata kuliner yang sangat memanjakan lidah antara lain Sate Geurugok yang sudah masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia(API) 2019. 
Selanjutnya Bakso Gatok Kutablang yang lezat melekat dan ada juga Rujak Manis Kutablang yang sudah ada sejak tahun 1974 dengan kualitas rasa tinggi yang masih bertahan sampai dengan sekarang. Kemudian ada wisata arung jeram untuk menguji adrenalin di Krueng Peusangan dari KM 35 Pante Peusangan sampai dengan Sarah Sirong. Tidak lupa pula wisata alam yang sangat unik dan eksotis yaitu Air Terjun Piramida di Gampong Alue Barat Kecamatan Samalanga. Tak ada kata bosan, untuk para pecinta backpacker bisa bermalam dalam tenda di Gle Glok Kecamatan Juli yang menawarkan sisi ketenangan menikmati indahnya malam di Kota Bireuen dari ketinggian. 
“Ditemani api unggun dan cahaya bintang dipastikan anda akan rindu kembali ke tempat ini” Ujar Anwar. Dari segi budaya, dengan bangga Kabupaten Bireuen mempersembahkan atraksi budaya Rabbani wahed yg sangat atraktif dan telah mendapatkan penghargaan warisan budaya tak benda pada tahun 2015.
Anwar Mizan dan Cut Riska Kamila akan membawakan busana adat daerah yang merepresentasikan kekayaan budaya di Tanoh Jeumpa. Duta Wisata Kabupaten Bireuen 2019 ini juga akan mempresentasikan potensi wisata yang ada di Bireuen berikut dengan penampilan bakat yang akan memuat unsur budaya dan sejarah didalamnya. Terhadap pariwisata Kabupaten Bireuen kedepannya, Anwar berharap agar pemerintah, masyarakat, duta wisata, pedagang, pemuda dan pengunjung untuk lebih saling berperan aktif agar pariwisata di Kabupaten Bireuen kedepannya lebih maju dan kreatif. Ayo Dukung Duta Wisata Kabupaten Bireuen dalam Pemilihan Putra Putri Pariwisata Nusantara Provinsi Aceh 2019.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...