Langsung ke konten utama

BLK Banda Aceh Melatih Narapidana Lapas Lhoknga



Lhoknga- Sebanyak 32 narapidana Lapas Kelas III Lhoknga mendapatkan pelatihan ketrampilan dari Balai Latihan Kerja (BLK) Banda Aceh. Kegiatan pembukaan pelatihan tersebut dilakukan di Aula Lapas Kelas III Lhoknga yang dihadiri oleh Ka. Lapas Lhoknga, Kasi Penyelengara Latihan BLK dan Para Instruktur dari BLK pada hari Selasa/10-09/19.

Kepala Seksi Penyelenggara Latihan, Mukhtar, ST dalam sambutannya mengatakan Balai Latihan Kerja memberikan kegiatan pelatihan kepada narapidana di Lapas ini karena sudah menjadi tugas dari BLK. Jadi BLK memberikan kesempatan kepada warga negara bukan hanya masyarakat di luar, namun juga warga masyarakat yang sedang menjalani masa pidana di Lapas. Ini merupakan bukti bahwa pemerintah sangat memperhatikan warga negaranya dalam memberikan ketrampilan, sehingga diharapkan akan bisa merubah kualitas hidup seseorang setelah dibekali dengan ilmu dan ketrampilan yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat.

Oleh sebab itu, "dalam pelatihan yang akan dilaksanakan ini, gunakanlah dengan sebaik-baiknya dalam belajar untuk menimba ilmu dan ketrampilan dari instruktur BLK, Karena kesempatan seperti ini jarang dijumpai, bersyukurlah kalian bisa diberi kesempatan untuk menimba ilmu agar memiliki ketrampilan yang nantinya diakui masyarakat luar, karena setelah selesai pelatihan akan mendapatkan sertifikat yang sangat perlu dipergunakan untuk mencari pekerjaan di luar ketika bebas," jelas Mukhtar.

Dalam kesempatan yang sama, Kalapas Lhoknga Priyo Tri Laksono menyampaikan ucapan terima kasih kepada BLK Banda Aceh telah berperan serta secara aktif terhadap program pembinaan kemandirian dengan memberikan pelatihan dan ketrampilan bagi narapidana di dalam Lapas. Kerjasama ini harusnya selalu berkesinambungan karena dinamika narapidana di dalam Lapas mestinya juga berubah, ada yang masuk dan ada yang keluar, sehingga dengan dilakukan pelatihan secara terus-menerus diharapkan akan membantu proses pembinaan di dalam Lapas itu sendiri.

Priyo juga menjelaskan pada tahun 2019, kegiatan pelatihan semacam ini sudah kedua kalinya dilakukan, yang mana sebelumnya awal tahun yaitu bulan Maret juga dilaksanakan pelatihan Service AC.

"Untuk kali ini ada 2 pelatihan yang dilakukan dengan waktu bersamaan, yaitu Pelatihan Service Kendaraan Bermotor dan Service Perbaikan Handphone yang masing masing peserta sebanyak 16 orang, sehingga total yang ikut 32 orang narapidana yang waktunya kurang lebih selama 35 hari kerja. Dengan diberikan ketrampilan kepada narapidana ini diharapkan bisa mengisi kegiatan positif selama di dalam lapas sehingga akan memberikan ketrampilan bagi mereka yang akan berguna setelah mereka bebas nantinya," ungkap Priyo.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...