Langsung ke konten utama

RAKERNAS FOKAD DI MALANG JATIM



Malang, 11/09/2019. Potretonline.com. FORUM KOMUNIKASI ANJUNGAN DAERAH (FOKAD)
INDONESIA, adalah sebuah wadah berhimpun dan merupakan organisasi yang anggotanya adalah para ASN (PNS dan Non PNS daerah Propinsi ) Pengelola Anjungan Daerah se Indonesia yang bermarkas di TMII Jakarta.

Sejak tanggal 8-10 September 2019, sejumlah 27 Perwakilan Kepala Anjungan Daerah dari 34 Propinsi,seluruh Indonesia melaksanakan kegiatan yang bernama Rapat Kerja Nasional, pertama sejak FOKAD di dirikan tahun 1990 di Jakarta. 

Bertempat di sebuah balai desa sederhana, desa wisata teladan tingkat Nasional yang bernama Gubugklakah,Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Jawa Timur, Rakernas dengan tema "KESERASIAN DALAM KEBHINEKAAN" terangkai dalam ritme yang apik, tertib dan lancar.sejak dimulai oleh para Kepala Anjungan sebagai peserta Rakernas, yang memperkenalkan diri di forum pada sesi perkenalan delegasi peserta, kepada pejabat Pemerintah Kabupaten Malang. 

Dengan mengenakan fashion/ busana etnik daerah,semua Kepala Anjungan Daerah/peserta perwakilan Propinsi yang diwakilinya tampil dengan luwes dan memukau 

Saya, "Rizal Firdaus, Kepala Anjungan Propinsi Banten, dengan topi di kepala bernama LOMART dan batik syal khas Suku Badui, Banten, keduanya saya titipkan kepada bapak," ucap Rizal, dengan santun, yang disambut tepuk riuh sanjung hadirin peserta Rakernas, yang juga berbusana etnik khas daerah se Nusantara.


Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang yang diwakili oleh Kabid Kebudayaan Bapak Edy Purwanto, dalam sambutannya di acara pembukaan Rakernas menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan atas inisiatif FOKAD memilih desa wisata Gubug Klakah sebagai lokasi pelaksanaan Rakernas FOKAD periode masa bakti 2017 - 2020, sehingga dengan hadirnya perwakilan Propinsi ini, seni budaya daerah Nusantara semakin berwarna di indonesia.

Demikian pula arahan dari Manajenen TMII yang diwakili oleh Koodinator Anjungan Daerah TMII ibu Ir. Dra Ertis Yulia Manikam dan Manager Unit Usaha Bapak Drs Jaya Purnawijaya M.M menyampaikan pesan, seiring dengan membahas program kerja, evaluasi kegiatan yang telah diamanahkan dalam Organisasi maka perkuat pulalah hubungan antar dan lintas Pemerintah Propinsi, Badan Penghubung dan instansi daerah dalam koordinasi yang solid untuk menuju rekat budaya bangsa. 

Sebagai simpul perekat dari peserta Rakernas,, dan TMII, Samad Widodo SS M.M selaku ketua FOKAD dan Manajemen TMII memberi sebentuk cendera hati berupa plakat FOKAD , plakat TMII yang dengan sukacita diterima oleh Edy Purwanto sebagai wakil Pemerintah Kabupaten Malang. Semua layak menyampaikan ucapan “Selamat bermusyawarah FOKAD , selamat menjalankan amanah organisasi. Kita pastikan " Keserasian dalam Kebhinekaan " itu bisa terwujud dan nyata, dikatakan oleh Ir.Cut Putri Alyanur MM, Kepala Anjungan Pemerintah Aceh, TMII Jakarta, selaku Ketua Panitia Pelaksana Rakernas FOKAD di Malang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TERPAKSA MEMBUANG DAN MEMBUNUH BAYI

Oleh Kinanthi Anggraini Mahasiswi Pascasarjana P.Sains UNS Penulis dan Model Hijab ‘Kekejaman ini telah diawali oleh sejarah masa lalu. Di zaman raja Fir’aun, yang akan membunuh setiap bayi berjenis kelamin laki-laki dan  zaman Jahiliah, yang akan membunuh setiap bayi yang terlahir perempuan. Dan kini, bayi-bayi yang dibuang dan dibunuh justru berlaku untuk bayi laki-laki dan juga perempuan’ Perempuan yang mengalami kehamilan yang tidak diinginkan, pasti akan kesulitan untuk membuat keputusan, apakah akan dilanjutkan atau melakukan tindakan aborsi. Hal ini terjadi pada semua perempuan tanpa memandang usia. Pengambilan keputusan yang tepat sangat terpengaruh oleh tingkat kesiapan mental dan tekanan lingkungan sekitar.  Pada umumnya yang mengalami kehamilan dalam kasus ini belum siap secara emosional, kognitif dan finansial untuk menjalani peran sebagai orangtua yang kerap disebabkan oleh tiga faktor besar yaitu; hamil di luar nikah, hubungan gelap dan ...

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

Oleh Drs. Hasbi Yusuf (Berdomisili di Banda Aceh) Bahasa Atjèh termasuk bahasa yang sangat unik dalam pengucapan dan penulisannya, dan juga merupakan bahasa yang sangat kaya perbendaharaan kosa katanya. Selain kosa kata asli yang lumayan banyak, diperkaya lagi oleh sejumlah kosa kata serapan dari bahasa-bahasa lain, terutama bahasa Melayu.  Bahasa Melayu yang telah terserap dan teradopsi secara alamiah dan harmonis melalui pergaulan yang lumayan luwes dan lama dari suku Atjèh sendiri dengan suku Melayu. Lebih-lebih beberapa kerajaan Melayu di Sumatera dan Semenanjung Malaka memang pernah berada di bawah pengaruh kerajaan Atjèh. Diantara beberapa bahasa lain yang paling dominan mempengaruhi, mewarnai dan menambah perbendaharaan kosa kata bahasa Atjèh adalah bahasa dari empat negara atau bangsa yang terkait dengan nama Atjèh itu sendiri.  Konon nama "ATJÈH" berasal dari gabungan singkatan nama beberapa negara, yaitu: A = Arab; TJ = Tjina;  È = Èropa, H = Hindia.  Dari ...

Sekda Bahagia: Kita Harus Belajar Hidup Berdampingan dengan Bencana

Banda Aceh  -   Sebagai insan yang beriman,  kita tidak mungkin mengelak dari bencana. Semua bencana di atas bumi ini tidak ada yang terjadi begitu saja dengan sendirinya, melai n kan sesuai  dengan  kehendak dan ketentuan Allah  SWT. “Namun y ang bisa kita lakukan adalah bagaimana kita belajar hidup berdampingan dengan bencana,” demikian ungkap Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh Bahagia saat membuka Simulasi Gempa dan Tsunami di Dayah Terpadu Inshafuddin, Senin (19/2/2018). Kegiatan ini digelar oleh UNDP Indonesia bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Banda Aceh dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banda Aceh melalui dukungan Pemerintah Jepang. Menurut Sekda Bahagia,   kegiatan  sosialisasi   maupun simulasi  tentang pengurangan risiko bencana  sangat penting dilakukan. “Memberikan pengetahuan tentang   kesiapsiagaan sekolah menghadapi risiko bencana  merupakan langkah awal dalam mem...